ISRAEL GUNAKAN KEKUATAN MEMATIKAN DI GAZA


Pasukan penjajah Israel menggunakan kekuatan mematikan yang menyebabkan terbunuhnya warga sipil Palestina, juga melukai dan menangkap warga lainnya di utara Jalur Gaza.

Penggunaan kekuatan yang berlebihan hingga menyebabkan kematian terjadi saat pasukan penjajah Israel menewaskan seorang warga sipil, dan melukai satu warga Palestina sebelum menangkapnya di dekat pagar perbatasan sebelah timur Beit Hanoun, utara Jalur Gaza pada pada Senin (30/9).

Menurut investigasi yang dilakukan oleh sumber dan kesaksian yang diberikan oleh Naim Khalil, seorang petugas medis Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) bahwa pada Senin (30/9) sekitar pukul 19:15 waktu setempat, suara peluru artileri dan granat kejut yang diikuti oleh tembakan berat di pagar perbatasan, sebelah timur jalan ofal-Misreyin Street, timur dari Beit Hanoun, utara Jalur Gaza.

Sekitar pukul 20:00 waktu setempat, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memberitahu PRCS di Jabalia, ada jenazah seorang warga sipil Palestina di dekat pagar perbatasan. Setelah berkoordinasi dengan pihak Israel, ambulan dari PRCS menuju ke daerah yang disebutkan dan paramedis mulai mencari korban tewas itu.

Setelah sekitar 20 menit melakukan pencarian, mereka menemukan jenazah laki-laki yang sedang berbaring tengkurap sekitar 400 meter jauh dari pagar perbatasan.

Korban tertembak oleh beberapa peluru di bagian belakang tubuhnya dan satu peluru di belakang kepala, dan korban mengenakan pakaian sipil serta tidak menggunakan peralatan apapun.

Proses pencarian berlanjut hingga 21:50 waktu setempat, paramedis diberitahu bahwa ada orang lain di daerah tersebut, tetapi mereka tidak menemukan siapa pun, sebelum pimpinan mereka memanggil dan meminta mereka untuk mengevakuasi daerah lain.

Paramedis membawa korban tewas ke Rumah Sakit Kamal Odwan di Bayt Lahia, utara Jalur Gaza. Korban diidentifikasi bernama Hweishel Ismail Hweishel Hanajra, 35, dari Kamp Pengungsian Al-Bureij, pusat Jalur Gaza.

Keluarga korban menuturkan kepada peneliti lapangan Pusat HAM Palestina (PCHR), putra mereka pergi ke daerah tersebut untuk menyusup ke wilayah Palestina yang dijajah Israel untuk mencari pekerjaan, sebagai akibat dari kondisi kesulitan hidup atas blokade di wilayah itu sejak 2007.

Para peneliti lapangan PCHR memberitahu bahwa pasukan penjajah Israel menyerbu daerah Beit Hanoun segera setelah insiden kematian seorang warga sipil Palestina terjadi. Mereka mengejar dan menangkap seorang pria Palestina yang terluka. Menurut ICRC, tahanan bernama Subhi Hussein Salem Abudib, 36, dari Kamp Al-Bureij.

Selain itu, peluru artileri menyebabkan kerusakan sebuah rumah milik Musleh Al-Tarabin yang terletak sekitar 700 meter dari pagar perbatasan mengakibatkan dinding retak, merusak empat barel air, menghantam peralatan rumah, dan membunuh sejumlah burung serta keledai.

PCHR mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas kejahatan tersebut dalam menggunakan kekuatan berlebihan oleh pasukan penjajah Israel terhadap warga sipil Palestina dengan mengabaikan kehidupan mereka, dan menunjukkan bahwa penyusupan melalui pagar perbatasan di sepanjang Jalur Gaza yang berulang terpaksa dilakukan akibat blokade ekonomi yang melumpuhkan Jalur Gaza.

PCHR menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil tindakan segera mengakhiri kejahatan semacam itu dan menegaskan kembali seruannya dalam Konvensi Jenewa Keempat 1949 untuk memenuhi kewajiban mereka berdasarkan Pasal satu, yaitu untuk menghormati dan menjamin penghormatan terhadap Konvensi dalam segala situasi, dan kewajiban mereka di bawah Pasal 146 untuk mengadili orang-orang yang diduga melakukan pelanggaran berat Konvensi Jenewa Keempat.

Pelanggaran berat itu merupakan kejahatan perang berdasarkan Pasal 147 dari Konvensi yang sama dan Pasal 85 dari Protokol Satu Konvensi Jenewa. (mina) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment