Muslimina

Tuesday, July 29, 2014

Pendukung Jokowi Ricuh Berebut Posisi dan Konsesi


Oleh Raden Nuh

Ribut-ribut mengenai pembagian jatah kursi kabinet Jokowi mencuat ke publik seusai Penetapan rekapitulasi suara pemilu presiden (pilpres) oleh KPU Pusat pada 22 Juli 2014 yang dilakukan secara asal-asalan, terburu-buru, penuh kekeliruan dan sarat pelanggaran hukum.

Penetapan KPU itu mengabaikan semua amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku, yakni pemilu pilpres harus diselenggarakan secara jujur, adil, bersih dan bebas. KPU menjadi salah satu aktor utama dalam berbagai pelanggaran hukum pada penyelenggaraan pemilu pilpres 2014.

Merespon berbagai pelanggaran fatal oleh KPU, pasangan Prabowo-Hatta mengajukan permohonan gugatan sengketa pilpres ke Mahkamah Konstitusi pada 26 Juli 2014 lalu. Putusan MK terhadap gugatan Prabowo-Hatta rencananya akan diputuskan pada 21 Agustus mendatang.

Fakta bahwa hasil akhir pilpres masih lama dan jauh dari pasti, karena ada proses sidang di MK, serta kemungkinan bergulirnya Pansus (panitia khusus) DPR terhadap penyelengaraan serta hasil-hasilnya,  namun kelompok pendukung capres Joko Widodo sudah meributkan pembagian kekuasaan, jatah kursi kabinet konsesi politik dan ekonomi, seolah-olah Joko Widodo sudah pasti menjadi presiden RI.

Kelompok pertama merasa paling berjasa mengantarkan Joko Widodo menjadi presiden adalah partai politik. PDIP, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI adalah parpol pengusung dan pendukung capres Joko Widodo. PDIP sebagai partai di mana Joko Widodo berasal dan menjadi kadernya, berharap mendapat jatah kursi terbesar. Sedikitnya, nama - nama seperti Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, Hasto Kristanto, Ribka Tjiptaning, Maruarar Sirait, Trimedya Panjaitan, TB Hasanuddin, Pramono Anung, Teras Narang dan Ganjar Pranowo disebut-sebut bakal mendapat posisi kursi menteri di Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla.


Sementara itu, PKB sebagai partai dengan perolehan suara lebih 9% dan pertama kali menyatakan dukungannya bergabung bersama PDIP - Jokowi, tentu meminta jatah kursi kabinet sedikitnya 5-6 kursi. Muhaimin Iskandar, Marwan Jaffar, Abdul Kadir Karding, Helmy Faisal, Kofifah Indar Parawansa, Yenny Wahid dan seterusnya menjadi kandidat terkuat menduduki posisi menteri. Nusron Wahid yang kader Partai Golkar namun mbalelo dengan mendukung Jokowi-JK dipastikan akan minta jatah jadi menteri.

Nasdem, Hanura dan PKPI mungkin hanya mendapat alokasi total 6-7 kursi kabinet untuk ketiga parpol ini. Ferry Mursildan Baldan, Sutiyoso, Yudhi Krisnandi adalah nama-nama calon penghuni kabinet Jokowi yang gencar disebut belakangan ini. Jika dituruti seluruh keinginan parpol pendukung, mungkin 34-37 kursi menteri tidak akan cukup, karena derasnya permintaan partai terhadap kursi kabinet.


Padahal, masih ada kelompok pendukung utama Jokowi atau bahkan dapat disebut sebagai kelompok 'pencipta' Joko Widodo hingga bisa melangkah sejauh ini pastilah menginginkan hasil kerja keras mereka selama sekitar 6 - 7 tahun (sejak rencana menjadikan Jokowi sebagai presiden boneka ditetapkan), berharap mendapat balasan sepadan, diantaranya dengan mendapat jatah kursi kabinet juga.

Mereka yang masuk kelompok kedua di antaranya : Hendropriyono, Luhut Panjaitan, Sabam Sirait, Agus Widjojo, Asyori Tadjuddin, Djan Faridz, para jenderal purn, baik yang tergabung dalam Tim Begawan, mau pun para jenderal purn kubu mantan wapres Try Sutrisno, dan seterusnya. Jokowi adalah ciptaan mereka dan untuk itu mereka pasti merasa paling berhak untuk menikmati buah hasil ciptaannya.


Kelompok ketiga adalah para kapitalis atau pemilik modal yang menjadi 'darah dan tulang punggung' kekuatan Joko Widodo selama ini. Mereka adalah para konglomerat non pribumi, yang dapat digolongkan dalam dua kategori, yakni konglomerat koruptor BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) dan Non BLBI. Mereka sangat berjasa menyukseskan rencana besar konspirasi global untuk menjadikan Joko Widodo sebagai presiden boneka (proxy) dan Basuki Tjahja Purnama alias Basuki Indra alias Zhang Wan Xie alias Ahok (proxy kedua) menjadi gubernur DKI Jakarta.

Untuk memenangkan Jokowi- Ahok dalam Pilkada Gubernur DKI Jakarta saja, konglomerat koruptor BLBI yang kini bermukim di luar negeri, utamanya Singapura, telah menyumbang lebih dari Rp 500 miliar kepada tim sukses Jokowi - Ahok. Dapat dibayangkan berapa besar sumbangan uang kampanye dan pemenangan dari buronan negara itu kepada Jokowi- JK selama pilpres 2014 kemarin.

Konglomerat non BLBI yang jumlahnya jauh lebih besar, mereka hidup, tinggal dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia, tentu memberi bantuan dalam bentuk uang tunai, jaringan dan dukungan kampanye / pemcitraan Jokowi di media massa yang sangat besar, berkali-kali lipat dibandingkan dengan konglomerat/bankir koruptor BLBI. Mereka mungkin tidak menginginkan jabatan atau kursi di kabinet, tetapi pasti mengharapkan konsesi dari pemerintahan Jokowi. Konsesi bisnis dan ekonomi yang berlipat ganda dari konsesi yang telah mereka nikmati selama ini.

Berbeda dengan kelompok konglomerat non pribumi tersebut di atas, kelompok berikutnya atau kelompok keempat adalah James Riyadi dan 'inner circle -nya'. Status pribadi James Riyadi, yang disebut pihak otoritas Amerika Serikat sebagai agen intelijen pemerintah RRC,  James Riyadi mempunyai agenda politik strategis terhadap Indonesia yang akan diwujudkannya melalui bantuan dan dukungan penuh dari Joko Widodo.



Sejauh mana kepentingan politik James Riyadi dan pemerintah RRC tidak berbenturan dengan kepentingan nasional NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dapat dicermati melalui kebijakan-kebijakan Joko Widodo nanti, ketika ia benar-benar berkuasa sebagai presiden Indonesia.


Kelompok kelima, yakni kelompok ideologis,  terdiri dari kaum nasionalis, marhaenis, sosialis dan komunis Indonesia yang selama ini sangat militan dan revolusioner menggarap basis massa untuk mendukung usaha - usaha pemenangan Joko Widodo. Dari kelompok idelogis ini, kaum komunis Indonesia yang mulai bangkit dan sukses mencapai kejayaannya adalah kelompok yang merasa paling berhak mendapat balas jasa atas semua jerih payah mereka dalam membantu kemenangan Jokowi.

Sedangkan kelompok sosialis yang membantu habis-habisan Jokowi terutama melalui jaringan media yang mereka miliki, merasa berhak mendapat tempat di kabinet dan di jajaran pemerintahaan Jokowi, di samping hak mereka memperoleh konsesi bisnis dan ekonomi dari kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi nanti.

Kelompok keenam yaitu kubu Jusuf Kalla. Sebagai  cawapres pasangan Jokowi dan  salah satu penyandang utama terbesar  kampanye pemenangan Jokowi- JK, pasti JK telah memegang perjanjian atau kontrak politik, di mana kontrak itu telah mengatur dan menetapkan selengkap sedetail mungkin mengenai pembagian kekuasaan di antara mereka berdua (Jokowi-JK).

Jusuf Kalla sudah memiliki banyak pengalaman manis dan pahit sewaktu menjadi wakil presiden pada pemerintahan SBY. Mereka berdua mengatur dan menetapkan pembagian kekuasaan /wewenang berdasarkan pada kontrak politik yang telah mereka sepakati bersama. Dapat dipastikan, ketika JK diputuskan menjadi cawapres Jokowi, pihaknya telah menyusun sesempurna mungkin mengenai aturan-aturan main terkait pembagian kekuasaan di antara mereka berdua. Sulit dibayangkan bagaimana Jokowi dapat mengatur dan memutuskan pembagian 'kue kekuasaaanya' untuk berbagai kelompok pendukung, sementara dirinya sudah terikat ketat melalui kontrak politiknya bersama Jusuf Kalla.

Kelompok ketujuh adalah kaum bisnis-oportunis pribumi yang memandang Jokowi hanya sebagai kendaraan untuk mendapatkan tujuan bisnis/ekonomi. Kelompok ini sejak awal percaya bahwa pertarungan bisnis dan ekonomi di Indoensia hanya bisa dimenangkan bilamana mereka memiliki akses politik yang luas dan kuat. Mungkin kelompok ini tidak mengharapkan kursi kabinet, tetapi memastikan bahwa bisnis dan kepentingan pribadi mereka harus diakomodir oleh pemerintahan Jokowi. Bagi mereka mendukung pendanaan kampanye Jokowi sama halnya dengan investasi yang harus menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya.

Kepala Jokowi pasti terasa seperti akan pecah meledak ketika kelompok-kelompok lain juga menuntut konsesi politik dan ekonomi. Mereka adalah kelompok elit atau ormas keagamaan yang telah mengantarkan Jokowi ke posisi puncak. Kelompok ini didominasi oleh Katolik dan Protestan.

Kelompok Katolik termasuk di dalamnya CSIS (Centre For Strategic and International Studies - kelompok pemikir pendukung rezim Orba yang dikendalikan dan memperjuangkan misi Katolik di Indonesia), akan meminta konsesi politik luar biasa besar dari Jokowi dan JK, dalam rangka mewujudkan cita-cita mereka mengembalikan masa kejayaan dan keemasan Katolik Indonesia seperti pada masa pemerintah Orde Baru, khususnya seperti periode 1966-1990 lalu.

Kelompok Katolik/CSIS secara politis lebih beruntung dan memiliki daya tawar kuat terhadap Jokowi, karena eksistensi mereka selama pilpres 2014, tidak semata-mata bergantung sepenuhnya pada Jokowi, tetapi mereka juga mendominasi kubu Jusuf Kalla. Hubungan erat JK dan Keluarga Wanandi sebagai faktor utama.

Sedangkan kelompok Protestan, terutama HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) sebagai motornya, pasti menuntut diakomodirnya konsesi politik dan ekonomi secara maksimal oleh Jokowi-JK. Permintaan ini selalu dilontarkan tegas oleh Jenderal (purn) Luhut Binsar Panjaitan yang gencar memobilisasi dukungan Batak Protestan untuk pasangan Jokowi -  JK.

Entah bagaimana cara dan strategi Jokowi memecahkan masalah berat terkait tuntutan-tuntutan kelompok pendukungnya. Penetapan Pilpres masih jauh dari akhir dan serba tak pasti, tetapi benih-benih pertikaian di antara pendukungnya yang menuntut balas jasa atas jerih payah dan pengorbanan mereka semua, semakin mencuat, kian membesar dan berpotensi menimbulkan konflik serius di antara mereka sendiri.

Bibit pertikaian antara Jokowi dengan berbagai kelompok pendukungnya dan antara masing-masing kelompok pendukung Jokowi, dalam rangka mendapat jatah/konsesi sebanyak-banyaknya dalam kekuasaan pemerintahan Jokowi, semakin membesar dan hanya tinggal menunggu waktu untuk meledak.

Namun celakanya, tidak semua kelompok pendukung Jokowi sadar bahwa kemenangan Jokowi dalam pilpres 2014 sekarang ini masih bersifat semu utopis atau angan-angan belaka karena masih ada rangkaian proses hukum dan politik yang sangat menentukan siapa yang menjadi pemenang Pilpres 2014 yang sejati, yakni melalui persidangan sengketa pilpres di MK dan Pansus Pilpres di DPR.

Semoga semua kelompok para pendukung Jokowi-JK sadar bahwa apa yang sedang mereka ributkan sekarang hanyalah ibarat merebut tulang tanpa isi.


Jakarta, 1 Syawal 1435 H

Atas Kuasa Allah, Bayi Gaza Ini Lahir dari Ibu yang Telah Meninggal Akibat Serangan Zionis



Subhanallah. Allah SWT menunjukkan kuasa-Nya. Seorang bayi lahir lewat operasi caesar darurat setelah ibunya meninggal akibat aksi penyerangan Zionis di Gaza.

Atas Kuasa Allah, dokter menyelamatkan sang bayi setelah ibunya yang sedang mengandungnya delapan bulan itu gugur terkubur puing-puing reruntuhan rumahnya di Deir Al Balah, Gaza, yang hancur akibat serangan penjajah Zionis laknatullah.

”Ketika dokter menarik bayi mungil dari rahim lewat operasi caesar darurat, ibunya telah meninggal selama satu jam,” The Guardian seperti dikutip Republika Online melaporkan, pada Selasa (29/7).

Shayma al-Sheikh Qanan (23) sedang hamil delapan bulan ketika penjajah Zionis mengebom rumahnya pada Jumat (25/7). Dia ditinggalkan dalam kondisi kritis terkubur reruntuhan rumahnya. Suaminya, seorang wartawan radio lokal, juga terluka parah.

“Jasadnya dibawa setelah serangan ‘Israel’ pada 03:00 hari Jumat,” kata Fadi al-Kharti, seorang dokter di rumah sakit Deir al-Balah. “Kami mencoba menyelamatkan jiwanya, tapi dia (Shayma) sudah meninggal.”

Sebelum paramedis mengevakuasi jasadnya, Shayma telah terjebak di bawah reruntuhan rumahnya selama satu jam.

“Kemudian kami melihat ada gerakan di perutnya dan diperkirakan dia hamil sekitar 36 minggu,” katanya. Tim dokter pun langsung melakukan operasi caesar darurat untuk menyelamatkan sang bayi.

Mirfat Qanan (43), nenek bayi tersebut, telah kehilangan putrinya, Shayma. Tapi, ada sukacita karena dia kini menjadi seorang nenek.

“Allah telah melindungi anak ini untuk saya. Putri saya Shayma sudah tiada, tetapi sekarang saya memiliki seorang putri yang baru,” katanya. Subhanallah.

Bayi diberi nama Shayma Shiekh al-Eid, nama yang sama dengan nama ibunya, masih tetap dalam inkubator di sebuah rumah sakit di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan

Dr Fadi Al-Khrote mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia percaya “apa yang terjadi adalah sebuah keajaiban.” (RoL/BBC)

OPEN HOUSE JUSUF KALLA MENELAN KORBAN JIWA RAKYAT KECIL



by Faizal Assegaf

Kematian rakyat kecil di acara open house Jusuf Kalla di kediamannya Jalan Hadji Bau, Makasar, Selasa (29/7/2014). Sebuah tragedi yang memilukan di halaman rumah mewah, di mana rakyat di undang dan terpaksa antrean untuk berebut santunan sedekah.

Biginilah cara saudagar super kaya itu memamerkan tragedi kemanusiaan. Sejak pagi, ribuan warga Makassar telah memadati Jalan Badji Bau. Aparat kepolisian gabungan kewalahan mengatur dan mengamankan ribuan warga yang hendak menghadiri silaturahim calon wakil presiden ini.

Korban yang tewas berdesak-desakan adalah seorang gadis belia bernama Dika (15), warga Jalan Daeng Tantu, Kelurahan Rappokalling Barat. Korban bersama ibunya, Nahu, beserta rombongannya awalnya sedang mengantre untuk masuk ke kediaman pak JK. (sumber pers)

Sungguh naif, Jusuf Kalla hendak menunjukan euforia pasca Pilpres melalui modus "silaturahim politik" dengan memanfaatkan kerumunan rakyat yang berakibat pada kematian seorang Dika.

Sebagai rakyat jelas tragedi ini sangat memilukan, bagaimana mungkin rakyat kecil bisa mati terkapar jika tanpa kesengajaan...?

Kita hanya bisa mengelus dada, dan berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini. Jangan biarkan kematian rakyat kecil seolah menjadi sia-sia dan tanpa pertanggungjawaban dari penyelenggara acara open house... !!!

salam

Faizal Assegaf
Ketua Progres 98

Hamas Tolak Bantuan Syiah Hizbullah



GERAKAN Perlawanan Hamas secara tegas menolak bantuan Hizbullah dalam perang melawan Israel.

“Untuk Zionis‘Israel, biar kami yang hadapi, dan kami minta tolong kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Hamas sebagaimana dilaporkan Abdullah Onim dari Gaza

Abdillah Onim menambahkan Hamas memiliki roket dari hasil usaha sendiri bukan bantuan dari negara lain. Roket-roket itu diproduksi Hamas dari jantung kota Gaza.

Jika ada negara yang mengatakan, ‘Kami yang memasok roket ke Gaza.’, “Itu Bohong,” lapor Onim.

Sebelumnya, Hamas juga mengecam intervensi Hizbullah dalam perang Suriah yang telah membunuh ratusan ribu Muslim Suriah dan ribuan pengungsi Palestina.

Pada Desember 2012, petinggi Hamas Bara’ Nizar Rayyan -putra Asy-Syahid DR Nizar Rayyan- melayangkan kritikan pedas kepada pemimpin Hizbullah, Hasan Nashrallah. Dengan tegas, Nizar meminta Hasan berhenti cari muka.

”Ya Hasan Nashrallah, jangan kau cari sensasi di Gaza, sedang Kriminil Bashar Asad kau bela…!” kritiknya. [Pz/Islampos]

Iriana Lepas Jilbab Dianggap Sikap Permainkan Syariah



BANYAK pihak mengecam sikap Iriana, istri Joko Widodo yang kembali melepas jilbab. Sikap Iriana tersebut dinilai sangat tidak baik dan tidak pantas ditiru.

“Kini terbukti itu hanya jilbab politik, hanya untuk pencitraan, mengelabuhi dan membodohi masyarakat,” kata KH Ahmad Damanhuri, pengasuh Ponpes Al Karimiyah Depok, kepada Rakyat Merdeka Online, Ahad (27/7).

Dia menilai sikap Iriana mengenakan jilbab pada masa kampanye pilpres dan melepaskannya usai Jokowi diumumkan sebagai pemenang pilpres oleh KPU sebagai sikap yang tak bisa diteladani. Dia memperingatkan Iriana untuk tidak main-main terhadap syariat Islam.

Bagi seorang muslimah mengenakan jilbab merupakan bagian daripada menutup aurat. Jilbab bukanlah budaya Arab dan mengenakannya merupakan sebuah kewajiban.

“Jangan main-main terhadap syariat Islam. Sama saja dia meledek Allah SWT, dosa besar!” papar Kiai Damanhuri.

Penampilan Iriana tanpa jilbab diketahui saat ia dan Jokowi beserta rombongan mudik ke Solo. Iriana dan Jokowi menumpang pesawat AirAsia dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat (25/7). Iriana mengenakan kemeja putih dan jaket coklat. Iriana yang dinikahi Jokowi pada tahun 1986 tidak mengenakan jilbab, padahal di masa kampanye Pilpres 2014 yang lalu dia tampil dengan jilbab. Iriana mengenakan jilbab saat menghadiri debat capres-cawapres, termasuk saat memberikan suara tanggal 9 Juli 2014.

Menurt Kiai Damanhuri, sikap Iriana yang berjilbab hanya untuk mendapat simpati dan dukungan suara masyarakat terhadap Jokowi sebagai bentuk mencurangi syariat.

“Saya pesan, orang curang dalam pilpres tidak usah ikut lebaran. Percuma, tidak ada artinya. Allah tidak butuh dengan puasa orang-orang yang curang,” demikian Kiai Damanhuri. [de/Islampos]

Pawai Takbiran di Ambon Rusuh, Berikut Kronologinya



Ambon - Serombongan warga muslim Ambon yang melakukan pawai malam takbiran pada Ahad (27/07) malam, diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK). Kontributor Kiblat.net melaporkan kronologi serangan yang menyebabkan 2 orang warga muslim terluka itu.

Sebuah rombongan pawai takbir keliling menyusuri jalan-jalan di kota Ambon. Dalam rombongan itu tampak sejumlah pemuda yang membawa bendera Palestina, sebagai tanda solidaritas mereka kepada negeri yang sedang berada di bawah serangan zionis Israel.

Sesampainya di depan gedung Universitas Pattimura, ada sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang menyerang rombongan tersebut dengan melemparkan batu ke arah rombongan. Bahkan ada sumber yang mengatakan bahwa mereka juga menyerang dengan menggunakan senapan Cis. Sekadar catatan, senapan Cis adalah istilah untuk senapan angin. Dalam beberapa kasus, seringkali senapan tersebut diganti laras dengan kaliber 5,5 yang sekiranya peluru mengenai kepala anjing bisa hancur.

Seorang anak yang ikut dalam rombongan tersebut mengalami luka di bagian hidung akibat terkena lemparan batu. Dari informasi yang berhasil dihimpun, massa kristus diduga kuat sebagai pelakunya.

Serangan tersebut sontak memicu kemarahan warga muslim, yang kemudian memasuki lokasi Universitas Pattimura untuk mengejar pelaku penyerangan.

Upaya pencarian pelaku serangan dihadang pihak kepolisian. Kemarahan warga muslim yang telah memuncak mengakibatkan terjadinya bentrokan dengan pihak keamanan.

Seorang pria yang yang tergabung dalam rombongan takbir keliling mendapatkan perlakuan sadis dari aparat polisi. Pria ini terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Al Fatah Ambon, akibat luka-luka yang dideritanya karena hantaman popor senjata polisi. Ada 13 jahitan untuk mengatasi luka-lukanya.

Keadaan menjadi semakin kacau, kemarahan umat Islam semakin menjadi-jadi. Sejumlah kendaraan milik aparat kepolisian dan kelompok nasrani dibakar. Sebuah mesin ATM pun jadi sasaran pelampiasan kemarahan mereka. Polisi pun melayangkan tembakan peringatan untuk mencoba meredamnya.

Suasana kekacauan menjadi sedikit reda setelah aparat TNI didatangkan dengan jumlah yang cukup banyak. Aparat keamanan tampak berjaga-jaga hingga pagi hari, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.


sumber: kiblatnet

Hampir Lupa... Ternyata Megawati Belum Ucapkan SELAMAT Kepada SBY Sejak Kalah 30% di Pilpres 2009



Pengajuan gugatan Pilpres oleh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa adalah bentuk solidaritas terhadap dukungan rakyat serta tim koalisi politik. Mereka-lah yang menginginkan Prabowo-Hatta melaksanakan hak konstitusionalnya.

"Mendaftarkan gugatan ke MK karena melihat banyak pelanggaran aturan oleh penyelenggara pemilu selama Pilpres. Ini saya kira wajar saja, sudah diatur oleh Undang-undang aturan mainnya seperti itu," ungkap anggota Komisi III DPR RI, Martin Hutabarat, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Senin (28/7).

Di samping itu, sambung Martin, langkah yang diambil oleh Prabowo juga diiringi dengan pesan kepada pendukungnya agar tidak bertindak kekerasan, melainkan tetap menyerahkan penyelesaian kasus Pilpres ke MK.

"Sebab selisih suara antara capres nomor 1 dengan capres nomor 2 memang tidak banyak. Saya kira bisa disebut sikap negarawan yang ditunjukkan Prabowo-Hatta ini," kata petinggi Partai Gerindra itu.

Martin ingat, saat Megawati Soekarnoputri dikalahkan lebih 30 persen oleh Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jusuf Kalla dikalahkan SBY dengan beda suara hampir 50 persen pada Pilpres 2009 silam, mereka tetap saja membawa kasus kekalahannya ke MK.

Yang aneh, sejak MK memutuskan kemenangan SBY, sampai sekarang tidak pernah terdengar ada ucapan selamat kepada SBY dari Megawati Soekarnoputri.

"Karena itu sikap Prabowo-Hatta membawa kasus pelanggaran Pilpres ini ke MK sudah tepat sebagai perwujudan dari hak konstitusional. Soal bagaimana besar peluangnya, tentu MK akan memutuskan," pungkasnya.


sumber: rmol

Pesawat Tanpa Awak adalah Buah Keimanan Pejuang Palestina



Baru-baru ini, tentara Israel dibuat kaget dengan kehadiran pesawat tanpa awak yang dirancang oleh pejuang Hamas. Tidak hanya itu Hamas juga telah mengentarkan tentara Israel dengan peluncuran roket berdaya jelajah tinggi.

Ulama muda dari Palestina, Syaikh Abu Muhammad mengatakan jika roket dan pesawat tanpa awak itu merupakan teknologi sederhana. Karena merupakan hal yang sulit mengembangkan teknologi militer di tengah wilayah yang diisolasi.

“Jadi kita mengetahui Gaza ini wilayah yang terisolasi. Jadi yang kita miliki juga merupakan teknologi-teknologi yang sederhana. Tetapi dengan teknologi yang sederhana itu kita bisa bangun persenjataan. Tentu dengan izin Allah,” kata Syaikh Abu Muhammad kepada wartawan ketika melakukan muhibah ke Indonesia dalam rangka penggalangan dana perjuangan Palestina belum lama ini.

Menurut Syaikh Abu Muhammad, sebelum teknologi itu dimiliki pejuang Palestina, hal yang pertama dimiliki oleh mereka adalah keimanan yang kuat.

Para pejuang Palestina, kata Syaik Abu Muhammad, meyakini bahwa kemenangan itu adalah mereka.

“Kemenangan adalah hak mereka para mujahidin. Al-Aqsha adalah milik kita. Masjid Al-Aqsha adalah masjid kita. Bumi al-Quds adalah tanah kita,” tegasnya.

Keyakinan inilah, lanjut dia, yang kemudian mampu membangun semangat mujahidin untuk terus berinovasi, melakukan pengembangan-pengembangan, yang terakhir dengan roket dan pesawat tanpa awak.(HIDAYATULLAH)

Monday, July 28, 2014

"Laki-laki yang tertidur ini namanya Gatot Pujo Nugroho"



Laki-laki yang tertidur ini namanya Gatot Pujo Nugroho, kebetulan seorang gubernur, gubernur sebuah propinsi terbesar di luar jawa, Sumatera Utara.

Dia hanya sedang tertidur di pojokan sebuah masjid karena ikut I'tikaf Ramadhan yang baru berlalu kemarin. Tertidurnya biasa aja, tidur orang biasa, seperti kita tidur apalagi yang beritikaf.

Tidurnya seorang Gatot tidak perlu diliput media, karena dia hanya tertidur di sela-sela tilawah, sholat dan mendoakan rakyatnya. Dia tak layak masuk media, karena dia tak masuk got.

Saat mau mengikuti Itikaf, Gatot juga tanpa pengumuman terlebih dahulu, itikaf full apa itikaf paket kilat (seperti umroh). Bahkan beliau datang ke masjid tempat itikaf hampir tanpa sepengetahuan warga dan jamaah yang ikut itikaf. Hal ini seperti dituturkan seseorang yang kebetulan memergoki Pak Gubernur ini seperti diceritakan di situs matatelinga.com berikut ini:

Tidak terasa, bulan Ramadhan sudah memasuki sepuluh hari terakhir. Biasanya sebagian umat muslim melakukan i'tikaf di sejumlah masjid. Seperti yang terjadi di Masjid Al-Musabbihin, Tanjung Rejo, Medan, sekitar 210 umat Islam memadati masjid yang terletak di  Komplek Taman Setia Budi Indah 1, Senin Malam (21/7/2014) untuk melakukan i'tikaf guna meraih Lailatul Qadar.

Malam semakin larut biasanya masjid semakin sepi dari jamaah. Tetapi, lain yang terjadi di Masjid Al-Musabbihin ini. Semakin larut semakin bertambah banyak jamaah masjid yang datang. Mereka datang langsung melaksanakan shalat dan mengambil posisi untuk "tadarus" atau membacakan Al Qu'an bersama ratusan jamaah yang telah hadir mendahului.

Ada yang menarik perhatian, ketika jam yang terpampang di didinding masjid menunjukkan pukul 00.26 WIB, yaitu kehadiran jamaah pria bersama istrinya memasuki masjid  Al-Musabbihin. Pria ini sengaja datang menggendong anak balitanya untuk i'tikaf. Demikian juga jamaah lainnya yang sengaja datang bersama keluarga untuk i'tikaf.

Ternyata yang lebih istimewa lagi saat waktu menunjukkan pukul 01.41 WIB,  karena diantara jamaah telah hadir Gubernur Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho ST, MSi yang datang bersama Istri dan anak-anaknya.

Kedatangan orang nomer satu di Provinsi Sumatera Utara ini tanpa pengawalan, tanpa ditemani protokoler dan tanpa pendampingan dari para ajudannya.

Gatot yang datang langsung berwudhu dan melakukan shalat sunah Tahiyatul Masjid kemudian mengambil Al Quran dan membacanya.

Ternyata aktifitas ini tidak banyak diketahui jamaah karena Gubsu datang ke masjid saat jamaah sedang larut dalam ibadahnya masing-masing, sementara yang lainnya juga  sudah ada yang istirahat untuk mempersiapkan shalat tahajjud.

"Oh itukan pak Gatot ! ternyata ternyata dia juga tak tidur di rumah dan memilih  i'tikaf di sini," kata salah satu jamaah yang langsung menghampiri orang nomer satu untuk menyalami.

Pukul 02.00 dinihari para jamah mulai mempersiapkan shalat malam berjamaah yang dipimpin oleh Imam shalat, Ustazd Susanto. Sebelum melaksanakan shalat malam terlebih dahulu memberikan tausiah tentang keikhlasan untuk beri'tikaf.

"Kita ikhlas meninggalkan kediaman kita, anak-anak kita, keluarga kita guna mendekatkan diri kepada Allah SWT, merendahkan diri untuk mengharapkan Ridho Allah SWT. Mari kita jadikan malam ini untuk mengharapkan Ridho Allah semata," nasehatnya saat memberi tausiah.

Tepat pukul 02.30 WIB shalat malam berjamaah pun dimulai. Imam memulai rakat-rakaat panjang, lalu para jamaah jatuh syahdu dalam keheningan malam dengan lantunan ayat-ayat Al-Quran yang menyayat hati. Gubsu bersama jamaah lainya terlihat tertunduk dalam lantunan doa.

Tepat Pukul 03.00, waktu untuk makan sahur pun tiba, para jamaah diisaratkan oleh pengurus masjid untuk menyantap makan sahur berupa nasi bungkus yang telah disiapkan di teras masjid.
Lagi-lagi, ditempat ini beberapa jamaah yang belum mengetahui kedatang Gubsu dibuat terkejut. Betapa tidak, seorang Gubernur berbaur dengan masyarakat untuk makan sahur bersama di teras masjid. Dia begitu ramah dan sesekali menerima uluran tangan para jamaah.

Begitu juga Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho dan dua putrinya, terlihat berbaur dengan jamaah wanita lainnya untuk makan saur bersama.

Gubsu benar-benar memanfaatkan waktunya di tempat itu untuk beribadah. Begitu selesai sahur dia melakukan shalat sunah sebelum melaksanakn shalat subuh berjamaah. Kemudian meluangkan waktunya bersama jamaah untuk mendengarkan mimbar subuh yang diisi oleh ustazd  Fahri dengan nasehatnya tentang  keutamaan Ramadhan yang paling besar adalah di sepuluh hari terakhirnya. Karena pada malam-malam akhir terdapat malam Lailatul Qadar. (sumber fb dan matatelinga.com)

`Penakluk` Mike Tyson Peluk Islam Usai Dengar Azan



Danny Williams, merupakan petinju kelahiran 13 Juli 1973 di London, Inggris. Bersama tiga saudaranya, ia dibesarkan di Brixton oleh kedua orangtuanya yang berasal dari kepulauan Karibia di Jamaika.

Perjalanannya menuju Islam diawali saat mendengar kumandang adzan di Turki. Sejak itu dia memilih Islam sebagai agama barunya pada 1999.

Kemampuan Williams di atas ring sempat diragukan banyak pengamat saat naik ring pada 31 Juli 2004 di Freedom Hall di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Kala itu, Williams menghadapi Mike Tyson si leher beton. Alih-alih tekuk di bawah tekanan Tyson, Williams berhasil memukul KO Tyson pada ronde keempat.

Setelah itu, ia naik ring lagi pada 11 Desember 2004 untuk bertarung melawan Vitali Klitschko memperebutkan gelar juara dunia. Tapi dia di-KO sang juara dunia kelas berat dalam delapan ronde.

Pada awalnya Williams tidak menikmati tinju dan hanya melakukannya karena desakan ayahnya. Namun akhirnya ia menemukan bahwa olahraga itu adalah jalan hidupnya.

Williams mulai berlatih di gym dari usia delapan tahun. Selama kariernya, dia menggunakan petinju seperti Jersey Joe Walcott, Rocky Marciano dan terutama Muhammad Ali sebagai panutan.

Setelah terjun di tinju profesional, karier Williams melesat tajam dengan gaya tinju orthodox. Namanya semakin berkibar di seluruh dunia saat meng-KO sang legenda, 'Iron' Mike Tyson.

Ketika tidak di atas ring, Williams dikenal sebagai seorang ayah yang dekat dengan keluarga, terutam dua putrinya, Nubia dan Maliha. Dalam "mendamaikan" profesinya yang keras dengan imannya yang lembut, Williams mengatakan, "Aku seorang prajurit di atas ring, tapi di luar, aku pastikan hidupku untuk kebaikan demi Allah."

Williams memutuskan pensiun setelah mengkanvaskan kompatriotnya sesama Inggris, Dominic Negus pada ronde keempat. Negus dikanvaskan dalam sebuah pertarungan tak resmi di London di tahun 2013. Ini adalah pertarungan perpisahan Williams dengan para fansnya.

Sampai saat ini Williams telah bertarung sebanyak 67 kali, menang 45 kali, menang dengan KO 34 kali, dan kalah 21 kali.

(Ism, Berbagai sumber)

 
".