Organ Tubuh Korban Konflik Suriah Dijual di Pasar Gelap


Rezim Suriah kian perpanjang daftar hitam kejatahannya. Selain membantai rakyatnya yang beraliran ahlu sunnah, oknum-oknum dalam rezim suriah memanfaatkan situasi dengan menjual organ tubuh korban konflik suriah di pasar gelap. Sebagaimana dilansir orient news senin kemarin (30/09).

Penjualan organ tubuh manusia termasuk kejahatan internasional tingkat tinggi. Di Suriah, kejatahan ini dijalankan oleh jaringan yang bekerja secara rapi. Mulai dari dokter, oknum aparat hingga pemasok ke pasar gelap internasional.

Informasi tersebut awalnya didapat Orient News bersumber dari bagian Intelijen Free Syrian Army (FSA) yang menyusup ke jaringan militer rezim.

Laporan intelijen itu mengungkap, ada satuan regu yang bertugas mengambil organ dari tentara militer rezim yang bukan  berasal dari sekte alawi.

Laporan itu juga mencatut sejumlah nama yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut. Seperti dr. Ammar Sulaiman dan dr. Ahmad Khumaishah yang bekerja di rumah sakit militer.

Kepala Divisi Humas Tentara Nasional Suriah untuk wilayah damaskus Mushab Abu Qatadah membenarkan informasi tersebut.

Kepada orient news, dia mengatakan, “Dokter di rumah sakit militer mengumumkan kematian prajurit atau petugas sebelum benar-benar meninggal.”

Abu Qatadah juga mengaku tahu nama-nama pihak yang terlibat dalam jaringan ilegal tersebut.

“Nanti akan saya bongkar nama-nama mereka.” Ujarnya.

Para korban rata-rata adalah tentara militer yang terluka parah dalam pertempuran di lapangan. Mereka lalu dibawa ke rumah sakit khusus lalu ‘dibongkar’ organ dalamnya.

Selain itu jaringan tersebut kerja sama dengan oknum aparat di penjara. Mereka biasa memesan kepada petugas yang menyiksa tahanan hingga tewas. Jenazah tahanan lalu diserahkan kepada tim tersebut.

Saat ditanya kemana organ-organ tersebut dijual, Abu Qatadah menyebut India, Iran dan Rusia. Di negara-negara tersebut, organ tubuh manusia dijual dengan harga selangit.

Fakta-fakta tersebut juga diakui oleh Abu Hamzah, komandan lapangan salah satu militan oposisi. Menurutnya, sering terjadi penculikan terhadap warga sipil di kota-kota yang berada di bawah  kontrol rezim. Dia menduga mereka menjadi korban jaringan penjual organ tubuh manusia. Apalagi sering ditemukan jenazah yang dibuang di jalanan. Di tubuh di dada dan perut terdapat bekas luka dan jahitan. [an-najah/faris] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment