Syiah Kokoh, Sunni Tergopoh!


By: Nandang Burhanudin

Perdebatan Sunnah-Syiah nampaknya sudah harus diakhiri. Bahwa Syiah itu bukan dari ajaran Islam, itu sudah fakta adanya. Kajian yang sudah lama dimuat dalam kitab-kitab klasik hingga kontemporer. Syi'ah adalah upaya Yahudi merusak ajaran Islam dari dalam. Ini sudah final.

Namun mari kita sedikit saja bersikap realistis. Antara teori keluarnya Syi'ah dari ajaran Islam yang diwahyukan kepada baginda Nabi dengan fakta di dunia nyata. Bahwa Syi'ah di dunia nyata memiliki kekokohan yang tidak dimiliki Sunni.

Syi'ah sudah jelas-jelas nyata menguasai wilayah Iran-Irak-Syiria-Libanon-Bahrain-Emirat. Soliditas Syi'ah melawan Sunni tak terkalahkan. Di Syi'ah, siapapun Presidennya dari partai mana, sama sekali tidak menjadi masalah. Bagi mereka, kekuasaan Ayatullah menjadi penentu kebijakan apapun. Mirip dengan negara Israel. Mereka sama sekali tidak mempermasalahkan siapa yang menjadi PM-Presiden. Satu hal pasti, soliditas Israel untuk menjadi the top leader dunia dan konsep Israel Raya tercapai.

Bandingkan dengan negara-negara Muslim Sunni. Tidak ada satu partai Islam yang menang, melainkan sudah dirongrong dan dienyahkan dari kekuasaan. Oleh siapa? Oleh partai Islam juga yang mengaku Sunni. Tengoklah partai FJP (Ikhwan) disingkirkan oleh partai An-Nur (Salafy) yang sama-sama Sunni. Demikian pula di Jordania, Tunisia, bahkan di Indonesia. Partai Islam berbasis gerakan Islam sunni (PKS), ternyata selalu menjadi sasaran tembak partai-partai Islam lainnya. Baik partai Islam yang resmi, maupun oleh partai yang berbaju ormas melalui fitnah dan tuduhan di berbagai media.

Soliditas Syi'ah sekali lagi hanya sebanding dengan soliditas Yahudi membangun Israel Raya. Maka saya haqqul yaqiin, Syi'ah bagian dari Yahudi. Mereka sangat solid, kendati menjalankan agama yang tidak ada panduan Al-Qur'an dan SUnnahnya. Berbeda dengan kalangan Sunni, yang masih bisa "perang" walau sekedar beda attahiyyat atau qunut shubuh.

Seperti soliditas mereka mempertahankan dan mempraktikkan ajaran Mut'ah. Dimana wanita-wanita Iran rela hati "dinikmati" oleh pria selain suaminya. Sementara di Sunni, Mut'ah diharamkan. Namun tak sedikit para penguasa Sunni yang turut "memiliki" wanita-wanita simpanan selain 4 istri yang sah dinikahi secara syariat. Di sisi lain, para wanita Sunni masih "menolak" halus aturan Syariah Ta'addud. Padahal itu difirmankan Allah dalam kitab suci Al-Qur'an. Berbeda dengan wanita Syi'ah, yang sami'na waatha'na menjalankan mut'ah, ajaran yang hanya kreasi dari ulama-ulama Syi'ah. Bukan firman Allah.

Uniknya, kalangan Sunni hingga saat ini masih belum terbangun dari tidurnya. Penyebabnya adalah; raja-raja Sunni tidak memiliki visi yang jelas tentang masa depan Islam. Sebagaimana raja-raja Sunni dan para penguasanya, telah sukses dipengaruhi kaum Yahudi-Liberal-Sekuler untuk menyingkirkan peran alim ulama dari kekuasaan. Atau malah menjadikan ulama hanya sebatas tukang stempel dari kebijakan penguasa, terlepas kebijakan itu sesuai atau tidak dengan maslahat dan maqashid Syariah.

Jika hanya diam, maka boleh jadi Israel Raya itu tercipta berkat koalisi kokoh antara Syi'ah dengan Yahudi. Sedang umat Islam Sunni nasibnya seperti sandal jepit. Diinjak, dijepit, dan dilemparkan!

Wallahu A'lam. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Islam SAJA. Tidak ada Islam Sunni dan Islam Syi'ah. Saya muslim tanpa label sunni atau syi'ah dan berlepas diri dari salafi wahabi. Tidak perlu klaim paling benar.

    ReplyDelete