Ahok Kikuk Menyimak Habib Rizieq: Muka Serius, Topang Dagu, Lihat Jam, sampai...


Terdakwa dugaan kasus penodaan agama Islam Basuki Tjahaja Purnama tak sedikit pun tersenyum saat bersidang Selasa (28/2) hari ini.

Apalagi saat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mulai bersaksi di Auditorium Kementarian Pertanian, Jakarta Selatan yang digunakan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Seperti diketahui, Habib Rizieq menjadi saksi ahli agama yang direkomendasikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk bersaksi pada sidang kasus penodaan agama.

Selain tak ada senyum, Ahok terlihat lebih banyak memperhatikan Habib Rizieq dan kesaksiannya dengan raut muka yang serius. Sesekali dia mengangkat kepalanya dan bertopang dagu.

Tak hanya itu, mantan Bupati Belitung Timur itu juga terlihat sesekali mengobrol dengan tim kuasa hukumnya seperti Humphrey Djemat dan Fifi Leyti Indra yang ada di sebelah kanan dan kirinya.

Raut mukanya semakin serius dan matanya menatap tajam ketika Habib Rizieq menyatakan dugaan penodaan agama yang dilakukan Ahok merupakan tindakan yang terencana dan disengaja.

Begitu juga saat Habib Rizieq menjelaskan hukum Islam mengenai hukuman bagi orang-orang yang melakukan penodaan agama. Mulai dari taubat hingga hukuman mati.

Tatapan Ahok tak lepas menatap ke arah Habib Rizieq. Sementara Habib Rizieq terlihat lebih banyak menatap ke arah majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU). Habib Rizieq terlihat jarang melihat ke arah Ahok dan penasehat hukumnya.

Hal itu terjadi hingga dia selesai memberi keterangan atau sekira pukul 11.30 WIB. Ahok masih terlihat serius melihat Habib Rizieq sambil sesekali melihat jam dinding yang tertempel di bagian atas ruangan. Sementara Habib Rizieq hanya menyalami majelis hakim dan anggota JPU. (uya/JPG) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment