Penghancuran Terowoangan Mesir Kembalikan Gaza ke Blokade Awal

Kendaraan-kendaraan berat militer Mesir tidak henti bekerja di sepanjang perbatasan Mesir-Palestina dekat Jalur Gaza dalam upaya menghancurkan terowongan-terowongan yang digunakan untuk memasok barang dan bahan pokok dari Mesir ke Jalur Gaza yang diblokade sejak 7 tahun berturut-turut. Tindakan militer Mesir ini mengembalikan blokade atas Jalur Gaza dari sisi dampak ke saat-saat pertama kali blokade diberlakukan.

Kendaraan-kendaraan berat militer Mesir ini terus bekerja menghancurkan terowongan-terowongan yang digali orang-orang Palestina di bawah tanah untuk membawa kebutuhan-kebutuhan hidup mereka. Kadang-kadang ada terowongan yang diratakan, ada yang diledakan, ada juga melalui peledakan rumah-rumah yang menjadi lokasi awal terowongan, dan kadang-kadang juga dengan menggelontor air limbah ke dalam terowongan, sehingga mampu menghancurkan sebagian besar terowongan yang ada.

Di bawah perbatasan Mesir-Palestina tersembunyi ratusan terowongan, di mana para pekerja Palestina, yang jumlahnya mencapai sekitar 20 ribu orang bekerja mengangkut barang, bahan pokok dan bahan bangunan ke Jalur Gaza.

Di kota Rafah Palestina, orang-orang Palestina memantau di sepanjang perbatasan aksi militer Mesir yang terus menghancurkan terowongan-terowongan ini. Mereka dapat mendengarkan suara penghancuran yang terjadi di sisi Rafah Mesir, dengan rasa sakit yang menyayat-nyayat hati mereka, karena Jalur Gaza kembali ke babak baru blokade seperti awal mula blokade diberlakukan.

Sepanjang tahun-tahun pemberlakuan blokade, terowongan-terowongan ini telah membantu penduduk Jalur Gaza untuk mengatasi blokade yang diberlakukan pasukan penjajah Zionis bersama sekutunya terhadap mereka sejak tahun 2007. Barang-barang, bahan kebutuhan pokok dan bahan bangunan yang berhasil diangkut melalui terowongan-terowongan ini telah berhasil meringankan blokade, terutama pasokan bahan bangunan dan solar.

Walikota Rafah Subkhi Ridwan yang tetap tinggal di perbatasan dengan Mesir, menegaskan bahwa militer Mesir telah menghancurkan 95% terowongan. Dia menyatakan kehidupan terhenti akibat penghancuran terowongan yang dia sebut sebagai “urat nadi kehidupan” bagi penduduk Jalur Gaza ini.

Sementara itu pakar ekonomi Palestina, Dr. Maher Tiba, menilai bahwa penutupan terowongan-terowongan yang ada di perbatasan antara Mesir dan Gaza tanpa ada alternatif pengganti adanya pasar bebas dan pasokan barang-barang ke Jalur Gaza yang menjadi tragedi dan bencana ekonomi, sosial dan kemanusiaan di Jalur Gaza.

Dr. Tiba juga mengatakan, “Tidak adanya pasokan bahan bagungan yang bisa masuk ke Jalur Gaza melalui terowongan menghentikan sejumlah proyek besar pembangunan, pengembangan dan investasi. Ini akan membuat warga dan para investor mengalami kerugian telak.” (pip) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment