Hati Mati di Negeri Para Nabi

By: Nandang Burhanudin
****

"Tempat terburuk di neraka Jahim, telah disediakan untuk siapa saja yang masih berpihak kepada pelaku tragedi akhlak yang dahsyat ini." (Martin Luther King)
*****
Opini dunia seputar kejahatan perang Israel terhadap Gaza, kini terhapus dengan tragedi Syiria-Myanmar-dan Mesir. Agresi Israel tercatat menewaskan 2000an warga Gaza dala perang 22 hari. Namun jumlah itu dikalahkan para junta militer di negeri-negeri Arab sendiri.

Tragedi kemanusiaan, kini akan kembali meledak di Syiria. Target invasi udara AS adalah melumpuhkan laju mujahidin dan "pura-pura" membinasakan junta militer Assad. Ditenggarai, tim ahli dari Israel sejak 3 hari lalu telah menyampaikan briefing penyelamatan darurat kepada Assad. Sebagaimana Iran dan Russia, telah diberitahukan AS bahwa target serangan hanya "terbatas" dan singkat. Bahkan Yury Hunter, seorang pemikir Zionis, merekomendasikan keberadaan Assad masih dibutuhkan. (Sumber:http://t.co/osAC3UcaYf).

Uniknya, menurut harian terkemuka Inggris Daily Telegraf, Pangeran Bandar Bin Sulthan, Direktur Badan Intelejen Saudi telah menawarkan kesepakatan minyak yang fantastis dengan Russia, asalkan Russia "menjaga jarak" dengan Assad. Bahkan Sang Pangeran mengancam akan membiarkan mujahidin Chechnya mengacaukan Olimpiade di Russia tahun depan. (Sumber: http://t.co/bL95aDtdj5). Saudi berdalih, rakyat Syiria harus diselamatkan dari kekejaman junta militer Assad.
******
Kawan, dunia kini memang paduan suara kebatilan. Orkestra yang mereka tabuh telah menyihir milyaran orang. Tengok Menlu AS, ia berbicara soal kemanusiaan. Dunia pun terlelap, lupa akan kejahatan AS terhadap jutaan muslim Irak-Afghanistan-Pakistan. Hal yang sama dengan Perancis-Russia-China-Inggris. Mereka hanya mengubah jadwal giliran saja untuk membantai kaum muslimin.
Namun yang membuat saya teriris adalah sikap para pemimpin dunia Arab dan para ulamanya, yang terlalu menampakkan diri sebagai cheerleaders bagi kepentingan Barat kolonial. Hati mereka tak tergugah lagi bacaan Al-Qur'an. Bahkan sensitivitas mereka telah mati, walau hanya sekedar membedakan mana hal baik dan hal buruk.
Perhatikan orang-orang yang kini menyerang Erdogan? Siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang telah menghilangkan pasal-pasal prosyariah di konstitusi Mesir paskakudeta. Namun kini merka marah, saat Erdogan "menasihati keras" kepada Syaikh Al-Azhar atas sikapnya yang berpihak kepada kudeta. Mereka benar-benar murka dan tidak mampu membedakan mana Al-Azhar sebagai institusi dan mana Syaikh Al-Azhar sebagai pribadi. Sebagian umat -termasuk mahasiswa- pun tersihir. Padahal, mereka yang membela Syaikh Al-Azhar itu adalah pendukung akan HILANGNYA PASAL HUKUMAN BAGI PENGHINA NABI dalam konstitusi Mesir. Saya sangat cinta Al-Azhar dan Grand Syaikhnya. Namun sabda Nabi menegaskan, membunuh nyawa seorang muslim tanpa alasan yang Haq sama dengan mengancurkan Ka'bah.
Kini saya benar-benar meyakini, Kiamat itu sudah diambang kedatangannya. Jika Romawi (AS-Barat) menyerang Syam, Israel melakukan puncak kejahatan dan dunia membiarkan, para alim ulama berpihak kepada kejahatan atas kemanusiaan, dan yang berpihak kepada suara kebenaran seperti memegang bara api (dibunuh-dibakar api-dilindas kendaraan berat), maka saat itulah fase-fase kedatangan Kiamat itu telah dekat atas izin Allah. Semua itu berawal dari matinya HATI di negeri para nabi. Wallahu A'lam. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: