Pria Muslim Ini Balas Hinaan Tuna Wisma Dengan Pekerjaan dan Rumah


Aminur Chowdhury dari Bradford, Inggris dihina oleh seorang tuna wisma bernama Ben Gallon. Alih-alih membalas hinaannya, Aminur justru mengajak bercakap Ben dan mengundangkan ke rumah.

“Pada awalnya saya hendak membalasnya, namun saya kemudian memutuskan untuk berbicara dengan baik kepadanya selama 15 menit,” ujar Aminur.

Setelah berbicara dengan Ben, Aminur menawarinya untuk mendapatkan pekerjaan. Sejak itu, keduanya bertukar nomer telepon. Pada awalnya, Ben juga menduga bahwa tawaran pekerjaan tersebut hanya basa-basi lawan bicaranya. Namun yang mengagetkan dirinya, dia ditelpon Aminur untuk datang dalam wawancara pekerja di tempat usahanya.

“Hari berikutnya, dia menelponku dan mengatakan: Dapatkan saya jemput anda, Ben. Saya ada wawancara denganmu. Hari itu juga, dia menjemputku dan membawa saya ke Canal Road dan kemudian dalam 10 menit, saya mendapatkan pekerjaan.”

Aminur tidak berhenti itu saja, dia juga membantu Ben mendapatkan apartemen sewa untuknya di Bradford.

Ben kini menyesali tindakannya sebelumnya dan mengatakan:

“Tidak ada lasan untuk menggunakan kata-kata rasis tersebut. Selamat untuknya karena mau memaafkan saya. Saya sangat menyesal. Hal positif terjadi karena ini.”

“Saya banyak belajar karena ini. Apa yang saya katakan bukanlah sifat saya. Saya bukan seorang rasis. Saya kini punya pekerjaan dan itu luar biasa,” tambahnya.

Aminur bertutur apa yang mendorongnya melakukan hal itu.

“Saya sering menjadi sasaran serangan rasis, namun cara terbaik melawan rasisme adalah menunjukkan sikap toleran kita. Say menyadari saya tidak mengubah dunia, namun saya mencoba mendidik masyarakat.”

“Ini adalah cara pengajaran bangsa Asia di Bradford tentang bagaimana menjawab rasisme. Semakin banyak kecintaan anda tunjukkan, maka semakin dekat orang kepada anda,” jelasnya.

Kota Bradford pernah dilanda kerusahan rasial pada 2001 antara masyarakat keturunan Asia dengan warga mayoritas kulit putih. Akibatnya, 300 polisi luka dan 297 orang ditangkat. Namun dengan kisah ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan antara pelbagai etnik dan agama yang berbeda di masyarakat ini.

Kisah ini mengingatkan akhlak yang ditunjukkan Nabi SAW dalam memenangkan hati masyarakat Quraisy. Karena itu, banyak orang kafir yang menyambut dan menerima dakwah Nabi SAW.

“Tidaklah saya diutus kecuali untuk memperbaiki akhlak manusia.” (Hadist Nabi SAW)



Sumber: Ilmfeed DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment