NU KU BUKAN NU MU.


oleh : Moh Aflah (si anak kampung)

Siapapun yang menghina NU, pasti, kami dan seluruh keluarga kami akan sakit hati. Sebab NU rumah besar kami.

Bapak dan kakek kami semua orang NU, Sebab NU wadah dari Thariqah ahlu sunnah wal jamaah.
Empat madzhab besar amalan Fiqh NU, aqidah Ahlu sunnah wal jamaah, Asya'iroh dan Al-maturidiyah merupakan penggerak amalan salaful Ummah adalah Rujukan NU

No syiah, no wahhabi, no mu'tazilah, no khawarij, no ahmadiyah, no liberal dan faham apapun yg diluar dari empat amalan fiqh dan dua rujukan aqidah diatas tidak boleh berada didalam NU.
Sebab NU didirikan oleh Hadratus syekh KH Hasyim As'ari untuk menampung dan membentengi aqidah ummat, berpondasikan kepada Konsep diatas.

Namun NU sekarang sudah di obok-obok, oleh oknum-oknum culas dan penjilat, hanya demi kepentingan sesaat urusan duniawi dan jabatan semua golongan dicampur aduk kedalam NU
Hingga yg syiah ngaku-ngaku NU, yg liberal ngaku-ngaku paling NU, yg ahmadiyah, ngaku NU juga, bahkan Katolik dan protestan juga ikut-ikutan ngaku NU.

Yg penting punya duit dan jabatan siapapun boleh di dapuk menyandang gelar kehormatan NU, apapun agama dan aqidah nya tak jadi masalah
Kemudian muncullah
KH. Novanto
KH. James riyadi
KH. Luhut panjaitan
KH. Ahok/ Basyawqi nurul qomar.

Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan seperti ini, kami warga NU yg masih mempunyai Hati nurani, menjerit dan berteriak, tak perduli teriakan kami menusuk gendang telinga mereka, sehingga membuat mereka mencak-mencak dan merah padam.

Itu semata karena kecintaan kami kepda NU, tak rela Marwah NU menjadi rendah hanya karena perbuatan oknum-oknum culas mata duitan. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment