LIMA Paparkan Kebijakan PDIP Jual Aset Negara Saat Berkuasa


REKAM jejak Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menjual aset negara saat menjadi Presiden terus mendapatkan sorotan. Kali ini kritik itu datang dari Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti.

Ray memaparkan beberapa kebijakan Megawati saat berkuasa. Di antaranya outsourcing kaum buruh yang sampai saat ini menyisakan sakit hati bagi wong cilik. Lalu kasus Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI), penjualan Indosat, penjualan kapal tanker VLCC milik Pertamina dan kemudian pihak Pertamina harus menyewa dengan harga mahal. Dilanjutkan dengan penjualan aset yang dikelola BPPN ke pihak asing, dan banyak kelemahan lain.

“Belum lagi dilepasnya Sipadan dan Ligitan dari Indonesia. Itu semua terjadi pada masa pemerintahan Megawati, sangat banyak kelemahannya,” ujarnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jum’at (28/3).

Alumnus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menegaskan kalau nanti PDI Perjuangan menang dalam pertarungan politik, belum dapat dilihat apakah partai ini akan memperbaiki kesalahan dan kelemahan saat memerintah dulu.

“Kita juga tidak tahu apa isi kepala calon presiden yang diusung PDI Perjuangan,” ujarnya.

Sebelumnya Gurubesar Ekonomi Universitas Indonesia, Taufik Bahauddin juga melontarkan pandangannya terkait upaya PDIP untuk kembali berkuasa.  Skandal fasilitas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di masa rezim pemerintahan Megawati Soekarnoputri dikhawatirkan bisa kembali terulang jika PDI Perjuangan menjadi penguasa.

Padahal dalam skandal fasilitas BLBI, banyak pengusaha yang disebut-sebut menikmati penyalahgunaan fasilitas tersebut.

“Bisa saja terulang kalau PDIP berkuasa lagi. Kan bukan BLBI saja. Jual Indosat, jual kapal tanker VLCC Pertamina, jual gas murah ke China. Nanti bentuknya bisa lain lagi,” ujar Taufik.

Bisa terulang, kata Taufik, berdasarkan pada kualitas berpikir pemimpinnya. Sudah menjadi rahasia umum jika Jokowi sangat manut terhadap apapun yang diperintahkan Megawati.

“Putusan seseorang adalah gambaran kualitas berpikirnya. Itu semuanya kan nyangkut ke korupsi. Kalau pola berpikirnya seperti itu, nilai-nilainya tidak berubah. Merasa malu tidak? Kan kira-kira begitu,” tutur Taufik. [pz/Islampos] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment