Jokowi tidak terlatih dalam menghadapi konflik politik tingkat tinggi


Besar kemungkinan, Presiden Joko Widodo mempunyai anggapan bahwa mengurus negara sangat sederhana, seperti halnya mengurus pedagang kaki lima dan relokasi pasar. Ternyata, mengurus negara tidak sesederhana mengurus relokasi pasar.

Sindiran itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bachtiar Dwi Kurniawan kepada intelijen (13/02). “Mungkin Jokowi menganggap mengurus negara itu sesederhana relokasi pasar dan pedagang kaki lima. Ternyata mengurus negara itu tidak sesederhana itu,” papar Bachtiar.

Menurut Bachtiar, Jokowi tidak terlatih dalam menghadapi konflik politik tingkat tinggi, yang penuh dengan kerumitan dan banyak kepentingan. Apalagai Jokowi hanya petugas partai.

Bachtiar membandingkan kelebihan Susilo Bambang Yudhoyono yang jauh di atas Jokowi dalam hal menyelesaikan konflik tingkat tinggi. “Kalau dulu SBY dikenal sebagai presiden peragu, bimbang dan lambat, Jokowi lebih parah lagi. Kelebihan SBY adalah kecerdasan mengelola konflik tingkat tinggi,” ungkap Bachtiar.

Akibat dari kelemahan itu, kata Bachtiar, para relawan, LSM, PDIP dan partai pendukung mulai menghabisi Jokowi. “Para pendukung Jokowi mulai dari intelektual, relawan partai pendukung mulai kecewa ke Jokowi,” kata Bachtiar,

Bachtiar menambahkan, kekecewaan para pendukung Jokowi terlihat ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu sangat lambat dalam mengatasi konflik KPK-Polri.(intelijen) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment