Mengapa Yesus Bukan Anak Tuhan, Umat Kristen Bertanya Kepada Dr. Zakir Naik


Dr. Zakir Naik berasal dari India. Ia adalah penerus sang guru, Ahmed Deedat. Ia total terjun di dunia dakwah dan berhenti dari profesi sebagai Dokter Medis. Dr. Zakir Naik telah meng-Islam-kan puluhan ribu orang. Ingatan Dr. Zakir Naik, sungguh luar biasa, ia bukan hanya mampu menghafal Alquran dan Shahih Bukhari Muslim, tapi juga menguasai kitab weda, tripitaka, bhagavad gita. Ia memiliki harapan yang sama dengan Ahmed Deedat, yaitu menggelar Debat Terbuka dengan Paus Paulus langsung di markasnya Vatikan-Roma! Hingga Ahmed Deedat meninggal, Vatikan belum memberi jawaban. Namun Zakir Naik masih tetap terus melayangkan surat tantangan Debat Terbuka kepada Paus Yohanes Paulus II hingga sekarang. Berikut ini adalah salah satu video dialognya dengan Umat Kristen.

Penanya : “Nama saya adalah Patrick, saya mahasiswa. Pertanyaan saya adalah, dalam Islam, Yesus bukanlah anak Tuhan. Saat kita semua dilahirkan dari ayah dan ibu. Tapi Yesus hanya dilahirkan dari seorang ibu tanpa ayah. Kenapa dia bukan anak Tuhan?”

Dr. Zakir Naik : “Saudara Patrick mengajukan pertanyaan yang sangat bagus. Poin yang sangat penting yang dia katakan kenapa dalam Islam Yesus a.s tidak dianggap anak Tuhan. Saat kita dilahirkan biasa, dia dilahirkan dari seorang perawan. Sederhananya, bila Anda berkata dia anak Tuhan, itu bukan masalah. Jika Anda, membaca bahasa Injil. Jika Anda berkata bahwa kita adalah anak Tuhan dan Yesus anak Tuhan dalam konteks itu berarti, dia adalah seseorang yang mematuhi perintah Tuhannya. Maka dari itu, sungguh semua rasul, mereka semua adalah anak Tuhan.Tapi masalahnya jika seseorang berkata Yesus bukan anak biasa, melainkan anak kandung Tuhan, itulah masalahnya. Karena jika Anda membaca Injil, Tuhan mempunyai beberapa anak. Karena jika Anda membaca Injil, Adam itu anak Tuhan, Isa anak Tuhan, Efraim anak Tuhan, disebutkan dalam Bab Romance bab 8. Semua yang dituntun oleh ajaran Tuhan, mereka adalah anak Tuhan. Itu berarti jika Anda mengikuti perintah Tuhan maka Anda adalah anak Tuhan. Saya tidak mempermasalahkan pernyataan itu sama sekali. Tapi saat ini, kalimat itu sudah disalahpahami. Contohnya jika seorang anak kecil bertanya pada saya, saya berkata, “nak, itu pertanyaan yang bagus.” Dia tidak akan keberatan karena saya lebih tua. Anda tahu itu. Namun jika saya malah berkata “anak kandungku”, itu berarti saya mengaku sebagai ayah kandungnya. Dan mungkin dia akan menonjok saya. Jadi apa yang harus Anda sadari adalah, menggunakan frase “anak Tuhan” dalam konteks bahwa kita adalah anak-anak dalam bentuk panggilan, itu bukan masalah. Arti frase itu adalah semua manusia yang patuh pada perintah Tuhannya, bisa disebut anak Tuhan. Itu bukan masalah. Tapi apa yang orang Kristen katakan yaitu, “Bukan.. bukan, dia bukan anak biasa.” Dan mereka mengambil dalil dari ajaran John bab 3 ayat 16. “Karena Tuhan sangat mencintai dunia, maka Dia memberikan satu-satunya anak kandung. Barangsiapa yang percaya padanya, maka tidak akan binasa, tapi hidup selamanya.” Betul begitu? Jadi Anda percaya Yesus adalah anak Tuhan?

Penanya : “Saya percaya”

Dr. Zakir Naik : “Anda percaya, baiklah, sekarang mari kita periksa hal ini. Dalam ajaran John Bab 3 ayat 16, ini dari versi Raja James, “Karena Tuhan begitu mencintai dunia, maka Dia memberikan satu-satunya anak kandung. Barangsiapa yang percaya padanya, maka tidak akan binasa, tapi hidup selamanya.” Saat Anda membaca revisi standar dari Injil, Revisi oleh para sarjana Kristen tingkat tertinggi. Terdiri dari 50 satuan perkumpulan Kristen yang berbeda-beda. Mereka berkata bahwa kata “anak kandung” tersebut, ternyata adalah penambahan, terbitan, buatan dan juga aliterasi semata. Siapa yang berpendapat demikian? Bukan orang Islam, bukan pula orang Hindu. Mereka adalah para sarjana Kristen tingkat/jabatan tertinggi. Dalam revisi standar Injil, mereka berkata bahwa kata “anak kandung” adalah penambahan, terbitan dan juga buatan. Dan kata tersebut telah dikeluarkan dari Injil. Jika Anda berkata bahwa Yesus adalah anak Tuhan, seperti Adam, seperti Efraim dan seperti Ezra, bukan masalah bagi saya. Saya ingin bertanya pada Anda mengenai kata “anak kandung”. Apa arti “anak kandung”?

Anda tahu arti dari “memperanak”. Itu adalah perilaku hewan. Itu adalah fungsi dasar dari alat kelamin binatang. Dan saat Anda berkata bahwa dia dilahirkan dari hanya seorang perawan Maria (Maryam), apakah menurut Anda, Tuhan melakukan perilaku seks? Dan jika Anda berkata Yesus a.s adalah Tuhan atau anak Tuhan karena ia dilahirkan dari seorang Maria, Al Qur’an memberikan jawabannya dalam Surat Ali Imran ayat 59, “Sesungguhnya semisal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam.” Allah menciptakan Adam dari tanah. Jika Anda berkata bahwa Yesus adalah Tuhan karena dia tidak berbapak tapi hanya ber ibu, maka Adam a.s adalah Tuhan yang lebih agung karena dia tidak ber bapak dan tidak ber ibu. Menurut Injil… Masya Allah.. Anda bertepuk tangan. Saya menyukainya. Jadi jika Anda berkata Yesus adalah Tuhan karena dia tidak berbapak tapi hanya ber ibu, maka Adam itu Tuhan yang lebih hebat karena dia tidak ber bapak dan tidak ber ibu.

Penanya : “Saya tadi tidak berkata dia itu Tuhan tapi anak Tuhan.”

Dr. Zakir Naik :  “Baiklah.. Jadi Adam itu anak kandungnya Tuhan. Benar atau salah?”

Penanya : “Definisi Anda, Adam adalah Tuhan karena tidak ber bapak dan tidak ber ibu”

Dr. Zakir Naik :  Bukan, itu bukan definisi saya. Tapi definisi dari misionaris Kristen. Sedangkan definisi saya adalah, Dia adalah utusan Tuhan. Karena Tuhan tidak mungkin melakukan hubungan seksual. Saya beritahu itu pada Anda di pembicaraan tadi. Tak beranak dan tak diperanakkan. Bila Tuhan beranak, maka bukan Tuhan namanya. Bila anak Tuhan berarti orang bijak, saya setuju. Itulah alasan kenapa Allah SWT, dalam Al Quran, dalam 99 atribut, Dia tidak memakan kata “abb (ayah)”. Kenapa? Itu kan atribut yang bagus. Tapi Allah tidak menyebut dengan “ab” yang berarti ayah. Karena orang mulai salah mengartikan arti kata “ayah”, maka Dia memakai kata yang lebih kompleks yaitu “robb (penguasa segala)”, tapi tidak memakai kata “ab (ayah)”. Secara logika itu tidak apa-apa. Tapi Allah SWT Yang Maha Besar. Sengaja tidak memakai kata “ab (ayah)” dalam Al Quran. Karena orang-orang akan salah paham. Bila dikatakan bahwa Yesus anak Tuhan yang berarti utusan, saya sependapat. Tapi manakalah Anda berkata anak kandung, saya tidak setuju. Jadi jika Anda berkata Yesus adalah utusan Tuhan, saya akan berkata “alaihissalam”. Jadi saya menghormati Yesus a.s lebih dari Anda saudara Patrick. Jika saya mengucapkan namanya, saya harus berkata “alaihissalam”. Jika tidak berkata demikian, saya salah. Jadi saya mencintai Yesus a.s lebih dari Anda. Saya mengikuti ajarannya lebih dari Anda. Dan jika Anda mau, saya akan buktikan kepada Anda.

Penanya : “Itu argumen yang berbeda, bukan untuk malam ini.”

Dr. Zakir Naik :  “Maaf, bisa diulang”

Penanya : “Itu argumen yang berbeda, bukan untuk malam ini.”

Dr. Zakir Naik :  “Baiklah. Saya akan memberikan kepada Anda tiga hal. Jika Anda membaca Injil, dia dikhitan di Itali. Semua muslim dikhitan, tapi umat Kristen tidak.  Maka jika Anda berkata bahwa seorang Kristen berarti orang yang mengikuti ajaran Yesus a.s. Disebutkan dalam Injil Imamat bab 11 ayat 7-8, di Ulangan bab 14 ayat 8, kamu tidak boleh makan daging babi. Dalam Isaiah bab 66 ayat 2-5, kamu tidak boleh makan daging babi. Muslim tidak makan daging babi, Kristiani makan daging babi. Jika Anda membaca Injil Efesus bab 5 ayat 18, di Amsal bab 20 ayat 1, dikatakan Anda tidak boleh minum alkohol. Muslim tidak minum alkohol, kebanyak Kristiani minum alkohol. Jika Anda berkata bahwa seorang Kristen berarti orang yang mengikuti ajaran Yesus a.s, kami para muslim, itu lebih Kristen dari orang Kristen sendiri. Kami mencintai Yesus, kami menghormatinya. Jika Anda berkata anda cinta Yesus a.s tapi tidak mengikuti ajarannya, maka cinta Anda itu palsu. Kami, masya Allah, cinta Yesus a.s lebih dari kebanyakan umat Kristen. Karena saya mengikuti ajarannya, saya menghormatinya. Dan Yesus juga berkata di Ajaran Yohanes bab 16 ayat 11-14. Saya masih punya banyak hal untuk dikatakan kepada kalian. Tapi kalian tidak bisa mendapatkannya sekarang. Karena saat dia, roh kebenaran, datang… dia akan membimbingmu menuju kebenaran. Dia sedang berbicara tentang Nabi Muhammad yang akan segera datang. Jadi Yesus a.s berkata Anda harus mempercayai utusan terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW. Meski saya mengikuti Ajaran Yesus a.s, saya percaya akan Nabi Muhammad SAW. Apakah Anda percaya akan Nabi Muhammad sebagai utusan Tuhan?”

Penanya : “Saya percaya”

Dr. Zakir Naik :  “Masya Allah, sekarang Anda seorang muslim.”

[Syahida.com] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Dalam Quran dan Hadist sahih ( Bukhari dan Muslim) dikatakan nabi Isa Almasih (Yesus Kristus / Yoshua Hamasiah) adalah makhluk ciptaan dan hanya seorang nabi dan derajat kenabiaa Isa Almasih sama dengan nabi yg lainnya, malahan derajatNya bagi umat muslim di bawah nabi muhammad karena umat muslim lebih meninggikan dan memuliakan nabi muhammad di banding Isa Almasih,,, tapi mengapa di dalam quran dan hadist, nabi Isa Almasih di beri gelar-gelar kemuliaan dan atribut-atribut kemuliaan yang sangat-sangat mulia sekali, yang mana gelar-gelar tersebut sesungguhnya hanyalah milik dan hak yang melekat pada Allah semata dan tentunya Isa Almasih sebagai mahluk ciptaan yang bersifat fana (menurut umat muslim / quran) adalah tidak pantas atau tidak boleh memakai gelar-gelar tersebut. Dan apakah mungkin Allah Sang Pencipta (Khalik yang kekal abadi) memberikan kemuliaanNya kepada Isa Almasih yang adalah mahkluk ciptaan yang bersifat fana..tentunya hal ini tidak mungkin !

    Dalam quran dan hadist Isa Almasih di beri gelar Kalimattulah, Rohulallah, Al-haqq, Suci dari segala dosa, Hakim hari akhir (kiamat), Raja yg di urapi, Terkemuka di dunia dan di akhirat, Dia Yang Menyelamatkan dll.... Tentunya dari gelar-gelar tersebut di atas kita akan merasa heran dan binggung, mengapa Isa Almasih yang katanya adalah makhluk ciptaan boleh menyandang gelar-gelat tersebut seperti yang tertulis di quran dan hadist ?

    Gelar-gelar kemuliaan tersebut adalah semata-mata hak milik dan melekat sepenuhnya pada Allah sebagai Sang Pencipta (Khalik) dan SIAPAPUN ( baik malaikat, nabi, manusia ) yang adalah makhluk ciptaan TANPA TERKECUALI, tidak berhak dengan alasan apapun untuk memakai gelar-gelar kemuliaan ini.

    Di satu sisi quran mengatakan nabi Isa Almasih adalah makhluk ciptaan, di sisi lain quran memberikan Isa Almasih gelar kemuliaan yang hanya milik Allah semata sebagai Sang Pencipta, bukankah dua hal ini sangat-sangat KONTRADIKSI dan dengan demikian secara tidak sadar telah menyetarakan atau menyekutukan Isa Almasih dengan Allah Sang pencipta ?

    Dalam alkitanb Perjanjian Lama, di dalam kitab nabi Yesaya dikatakan Tuhan YHWH tidak akan memberikan KEMULIAANNYA kepada yang lain, ( Yesaya 42 :8 "Aku ini YHWH, itulah namaKu; Aku tidak akan memberikan KEMULIAAN-KU kepada yang lain. " )

    Apa yang tertulis di atas bukanlah berarti umat Kristiani mengamini Isa Almasih (Yesus Kristus) sebagai Tuhan dan Juru selamat berdasarkan quran dan hadist, tetapi sebelum adanya quran dan hadist, umat Kristen di seluruh dunia (tidak termasuk bidat) telah mengamini Yesus Kristus (Isa Almasih) adalah Inkarnasi Allah itu sendiri berdasarkan alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru (Injil), sebab orang Kristiani memahami bahwa tidak mungkin mempertuhankan seorang makhluk ciptaan karena itu adalah melanggar Sepuluh perintah Allah, tetapi sebaliknya umat Kristiani menyakini bahwa Yesus Kristus yang adalah Kalimahtullah (Firman Allah=Allah) yang INKARNASI ALLAH ke dalam daging.

    Mohon umat muslim untuk menjawab KONTRADIKSI tersebut di atas. Terima kasih. Wasallam

    ReplyDelete