PKS: Pembantaian Muslim Rohingya Tindakan Biadab


Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini menyatakan pembantaian yang dilakukan militer  Myanmar terhadap muslim Rohingya merupakan tindakan biadab.

"Apa yang terjadi di Rohingnya sangat menyedihkan, di luar akal sehat dan nurani kemanusiaan kita yang beradab sehingga tidak bisa lagi ditolelir," kata Jazuli kepada rilis.id di Jakarta, Selasa (29/9/2017).

Menurut anggota Komisi I itu, menjadi tanggungjawab seluruh dunia untuk mengintervensi dan menghentikan tragedi kemanusiaan yang paling memilukan di Abad 21 tersebut.

Pasalnya, pembantaian terhadap muslim Rohingya itu telah menjadi isu internasional dengan cara tersebarnya berita, foto, dan video pembantaian ke seluruh dunia.

"Dunia berduka, dan tidak berhenti di situ atas nama tanggung jawab kemanusiaan universal kita harus menghentikan pembantaian manusia di sana," tegas Jazuli.

Melalui Parlemen, lanjut Jazuli, Fraksi PKS akan menggalang solidaritas kemanusiaan untuk Rohignya serta mendorong Pemerintah RI, melalui Kementerian Luar Negeri untuk melakukan diplomasi multi-trak yang efektif guna menyelematkan umat muslim di distrik atau kawasan Rakhine Myanmar tersebut.

"Kami di Fraksi PKS akan berusaha sekuat tenaga untuk membantu saudara-saudara kita di sana melalui berbagai saluran dan kewenangan yang kami miliki, semata-mata atas nama kemanusiaan yang adil dan beradab," pungkasnya

Diberitakan sebelumnya, konflik antara militan Rohingya dengan pasukan Myanmar di negara bagian Rakhine sejak Kamis (24/8/2017) malam hingga Senin (28/8/2017) telah merenggut nyawa 96 orang. Penduduk etnis Rohingya di Rakhine menuduh pasukan pemerintah brutal membunuh warga sipil, termasuk bayi sekalipun.

Jumlah korban tewas dalam konflik di Rakhine itu diumumkan kantor pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi. Pengumuman tersebut merupakan yang pertama dirilis pemerintah dengan mencantumkan warga sipil di antara korban tewas.

Dalam pengumuman itu disebutkan enam warga sipil dari komunitas Hindu dibunuh oleh kelompok pemberontak.

Kepala Menteri Rakhine, Nyi Pu, telah mengunjungi wilayah yang bergejolak pada hari Minggu (27/8/2017). Menurutnya, pasukan pemerintah berusaha memulihkan perdamaian.

”Kami mencoba yang terbaik untuk membawa stabilitas dan sekarang kita bisa melihat daerahnya stabil. Tapi apapun bisa terjadi kapan saja, jadi saya tidak bisa mengatakan apa yang akan terjadi setelah ini,” ungkap Nyi Pu


SUMBER  DEMOKRASI.CO DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muslimina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment