Ahok Jadi Ketua PBNU dan Pimpin Ulama, Kyai, serta Ustaz, Lulung Tertawa Terbahak-Bahak


Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abraham Lunggana (Lulung) langsung tertawa terbahak ketika mengetahui wacana Sunan Basuki Nurul Qomar alias Ahok diusulkan menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Hahaha... Sunan Basuki Nurul Qomar pimpin PBNU. Yang bener saja tuh. Saya minta yang ngasih gelar berani mempertanggungjawabkannya," kata Lulung saat dihubungi, Senin (10/4).

Diketahui, gelar Sunan Basuki Nurul Qomar diberikan oleh Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat menggelar pertemuan dengan Ahok-Djarot di Kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jumat (7/4) lalu.

Lulung juga meminta pemberian gelar Sunan Basuki Nurul Qomar ditinjau ulang, karena berpotensi memancing polemik di kalangan umat beragama.

"Harus ditinjau ulang tuh," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini.

Sebelumnya, Ketua Progres 98 Faizal Assegaf mengatakan, karena sudah menjadi sunan dan dapat gelar santri kehormatan, posisi Ahok kini dianggap sangat istimewa melebihi ulama, kiai dan ustaz.
"Selanjutnya, monggo Sunan Basuki Nurul Qomar diangkat jadi Ketum PBNU. Sebab seorang sunan layak memimpin para ulama, kiai dan ustaz," tantang Faizal Assegaf dalam pesan elektronik yang dipancarluaskannya, Senin sore (10/4).

Dia tak habis pikir dengan ulah segelintir elit di NU dan organisasi sayapnya GP Ansor, gelap mata telah mencoreng wibawa, kemulian dan harga diri organisasi NU dalam membela Ahok. Akibatnya, umat kini mencemooh PBNU punya Sunan ke 10 berstatus terdakwa penistaan kesucian Al Quran dan terkenal arogan.

"Ulah segelintir elite NU yang gelap mata dengan pendekatan politik seperti ini sangat biadab dan tidak etis. Ingat, jangan permainkan hati ulama dan umat Islam!" serunya.

Menurut Faizal, GP Ansor telah bertindak bahlul alias hilang akal menyebut sunan dan memberi nama Basuki Nurul Qomar kepada Ahok. Dia pun lantas membandingkan sikap GP Ansor itu dengan gereja.

Walaupun sebagian umat Nasrani mati-matian membela Ahok, namun para petinggi gereja tidak nekat memberinya gelar pendeta, pastur apalagi menjadi uskup agung.

"Petinggi gereja masih punya malu, waras dan tidak mata duitan sehingga bertindak kehilangan martabat. Kalaupun ada gereja menyebut Ahok adalah anak tuhan, itu hanya bualan saja," kata Faizal.

"Mana bisa Ahok menggeser kedudukan Jesus sebagai anak tuhan? Bisa-bisa disebut Jessus tandingan. Isu seperti itu hanyalah banyolan dan perlu diluruskan," tukasnya.
DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment