Putar Haluan? Turki Serukan Penggulingan Rejim Assad Segera


Turki menyerukan penggulingan segera Presiden Bashar al Assad Jumat, seraya menyuarakan dukungannya atas serangan rudal AS di salah satu pangkalan udaranya dan menyerukan pembuatan zona aman untuk melindungi warga sipil.

Turki, anggota NATO dan bagian dari sekutu pimpinan AS melawan Daesh, sejak lama mendesakkan pandangannya bahwa tidak ada perdamaian di Suriah dibawah Assad. Namun semenjak kedekatannya dengan Rusia, tampaknya Turki dalam beberapa bulan terakhir mulai menerima kemungkinan masuknya Assad dalam peran transisi.

Namun tampak jelas, bahwa ada perubahan sikap Turki sejak aksi militer AS atas Suriah. Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan:

“Penting untuk menggulingkan rejim ini sesegera mungkin. Jika dia tidak mau pergi, jika tidak ada pemerintah transisi, dan jika dia terus melakukan kejahatan kemanusiaan, maka langkah penting untuk menggulingkannya harus diambil.”

Pernyataan tersebut disampaikan setelah AS menembakkan rudal jelajah atas pangkalan udara Suriah yang ditengarai menjadi tempat peluncuran senjata kimia. Ini menjadi serangan militer AS langsung pertama atas rejim Assad dalam 6 tahun perang.

Apakah Turki Berputar Haluan?

Juru bicara Presiden Recep Tayyip Erdogan, Ibrahim Kalin mengatakan tindakan AS menandai “langkah penting untuk menjamin bahwa serangan senjata konvensial dan kimia atas penduduk sipil tidak bisa dibiarkan” dan menegaskan bahwa zona larangan terbang harus ditegakkan.

Erdogan sendiri belum berkomentar atas serangan rudal AS, namun dikutip Selasa, sebelum aksi militer AS mengatakan bahwa Turki akan menyambut tindakan militer AS di Suriah dan akan siap membantu jika dibutuhkan.

Sikap Turki ini akan menghambat upaya Turki untuk memperbaiki hubungannya dengan Rusia, yang memburuk pada November 2015 ketika Turki menembak pesawat tempur Rusia dekat perbatasan Suriah.

Namun hubungan tersebut perlahan pulih sejak Agustus, Rusia dan Turki secara bersama memfasilitasi gencatan senjata di kota Aleppo pada akhir tahun.

“Ada pertarungan kekuasaan antara Rusia dan AS atas masa depan Suriah dan Turki terjebak diantara keduanya,” ungkap Metin Gurcan, analis keamanan dan mantan perwira militer di Pusat Kebijakan Istanbul.

“Ini adalah periode dimana Turki seharusnya tidak memutar haluan terlampau tajam,,, kadang-kadang sangat pro Washington dan kadang-kadang pro Washington. Ini menjadikan Turki akan dianggap tidak konsisten, sulit ditebak dan oleh karena itu menjadi aktor yang tidak kredibel,” tambahnya.

Cavusoglu mengatakan pihak koalisi telah diberitahu tentang serangan rudal AS dan dia telah berbicara dengan menteri luar negeri Jerman dan Perancis, meskipun tidak mengungkapkan waktunya.

Dia mengatakan kontak pembicaraan antara Menlu Sergei Lavrov dan Menlu AS Rex Tillerson telah dimulai. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment