Kapolri: Agama Dapat Menghancurkan Negara dalam Pertarungan Politik


Jakarta – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian mengklaim bahwa agama dapat menghancurkan negara saat digunakan dalam pertarungan politik.

“Agama memang diciptakan membuat dunia menjadi lebih konstruktif membangun, akan tetapi jadi menghancurkan ketika digunakan dalam pertarungan politik,” ujar Tito saat menjadi pembicara dalam diskusi Semiloka bertema ‘Indonesia di Persimpangan antara Negara Pancasila vs Negara Agama’ yang bertempat di hotel Aryaduta, Menteng, Sabtu (08/04) lalu.

Mantan Kadensus 88 ini juga menyebut penggunaan agama untuk politik tidak hanya berlaku di Indonesia, bahkan menurutnya negara Barat menggunakan isu tersebut untuk saling menghancurkan.

“Barat juga lakukan nilai keagamaan untuk politik, maka ini akan menghancurkan,” ungkapnya.

Pemikiran ini menurutnya juga berimbas terhadap politik dunia di Timur Tengah, yang berhasil mempengaruhi pemikiran orang-orang Islam dengan doktrin ‘ummah’, yakni semua muslim bersaudara.

“Konflik di Timur Tengah terus terjadi, doktrin ‘ummah’ tadi yang digunakan dalam politik, dengan konsep jihad itu kan terus terjadi,” ungkapnya.

“Apa yang terjadi karena adanya problem konflik di Timur Tengah, kalo divtempat itu damai maka semuanya akan damai,” tambahnya lagi.

Hal ini tentunya menjadi sebuah lingkaran setan dalam hukum politik, yang menurut Tito memasuki fase in natural. Sehingga tentunya semua ini dipengaruhi oleh orang, oknum, bahkan negara yang menggunakan isu agama dalam politik kekuasaan.

“Karena mereka menganggap Islam lagi ditekan oleh negara Barat, mereka yang ditangkap pemikirannya masih sama, yaitu atas nama Tuhan. Di Indonesia tidak lepas dari konflik di dunia Islam saat itu,” jelasnya. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Sebenarnya tidak ada persimpangan antara negara pancasila dan negara agama. Ini isu yg dimunculkan untuk ambil tindakan berikutnya. Atau ini ketakutan penguasa yg dititipkan kepundak anda. Yg ada itu adalah bagaimana sikap pelaku negara pancasila itu terhadap agama. Negara manapun akan muncul konflik dgn agama, selagi pelaksana negara (pancasila) tidak mengayomi agama rakyatnya.

    Heran kita dgn fikir para penguasa negara pancasila. Kalau mereka mengamalkan pancasila itu sendiri, tentu tidak akan terjadi msalah. Bukankah selama ini aman aman saja ?

    Rakyat nanti akan berfikir siapa sebenarnya yg menghancurkan nkri ? Ataukah nkri ini spt milik pribadi. Yg bisa disingkirkan dgn mengirim preman.

    Ada saatnya, yg sdh tidak kuat, lebih baik mengundurkan diri, karena negara ini milik bersama, dipikul bersama, jangan ada kesalahan selagi ditangan kita.

    ReplyDelete