Tolak Rencana BUSUK Pada JAMBORE MAHASISWA Saya Diringkus, Disekap Oknum Pengkianat


P‎residen Asean Muslim Student Asociation (AMSA), Zainuddin Arsyad mengatakan, bahwa telah terjadi penyimpangan pada kegiatan Jambore Nasional Mahasiswa yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (4/2/2017) kemarin.

Pasalnya, kata dia, dalam acara tersebut jutru terkesan ingin mematikan gerakan mahasiswa dan menghidupkan gerakan komunis.

Hal ini, menurut Zainuddin, tampak pada saat awal pembukaan kegiatan dimana nuansa Islam dan keindonesiaan tidak ada.

"Saat pembukaan kegiatan, tidak ada pembacaan doa dan tidak ada bendera merah putih serta simbol pancasila yang disiapkan," kata ‎Zainuddin kepada TeropongSenayan, Minggu (5/2/2017) malam.‎

"Agenda Jambore Nasional yang digagas Politisi PDIP Adian Napitupulu menurut saya sengaja diarahakan untuk mematikan gerakan mahasiswa dan menghidupkan gerakan komunis," katanya.

Bahkan, mantan Presiden BEM UMY itu menengarai kedepannya ribuan mahasiswa yang hadir akan diangkut untuk aksi kebhinnekaan di depan Istana Negara.

"Seluruh pembiayaan mereka itu di tanggung oleh pihak Adian dan politisi anti Islam dan NKRI," tegas Zainuddin.‎

Karenanya, dia menyerukan kepada ummat Islam dan mahasiswa agar siaga satu menyikapi gelagat bangkitnya komunis di Tanah Air.

"Komunis bangkit dan mahasiswa dipolitisir untuk dijadikan tameng," ungkapnya.‎
Diketahui, kegiatan Jambore Nasional Mahasiswa tersebut berlangsung pada tanggal 4 – 6 Februari 2017, bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Ternyata Apa yang dikuatirkan oleh P‎residen Asean Muslim Student Asociation (AMSA), Zainuddin Arsyad juga di alami oleh salah satu mahasiwa peserta JAMBORE MAHASISWA SE-INDONESIA.Salah satu mahasiswa muslim di kriminalisasi oleh panitia Jambore.Melalui akun facebook miliknya mahasiwa bernama lengkap Erik El-bani Lazib mempostingkan perihal penyimpangan rencana busuk, keanehan dan  krimialisasi yang dialaminya saat ikut Jambore tersebut.

Sebelumnya diketahui senin (06/02) ratusan mahasiswa yang baru saja selesai melaksanakan Jambore Mahasiswa di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta geruduk rumah kediaman Presiden RI ke 6 di Kuningan Jakarta Selatan. Sebagian besar mahasiswa menyebut tidak tahu aksi ini akan diadakan di tempat tersebut, bahkan tidak sedikit pula yang mengaku tidak mengetahui rumah itu milik siapa.

Dikutip dari politiktoday “Awalnya kami mau diajak ke DPR, namun baru tahu kalau ke sini, ini kami juga tidak tahu rumah siapa,” jelas mahasiswa asal Bandung yang tidak mau disebutkan namanya.

Mengetahui adanya aksi di lokasi kediaman SBY, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan langsung mengerahkan personil kepolisian yang berkoordinasi dengan Paspampres yang bertugas mengamankan kediaman Presiden RI ke 6 tersebut untuk mengusir paksa peserta aksi yang tidak diketahui asal usulnya itu.

“Saya tidak tahu dari mana mereka berasal, kami langsung usir paksa karena aksi demo tidak boleh dilaksanakan ke kediaman warga,” jelas Iwan.

Selain personil kepolisian, Paspampres yang bertugas mengamankan kediaman SBY juga masih terlihat berjaga jaga dibantu anggota Rajawali yang berasal dari DPP Partai Demokrat.

Kemungkinan rencana busuk inilah yang di maksuk oleh Erik El-bani Lazib sehingga ia sampai disekap hingga hampir dipukul oleh oknum pengkiatan tersebut sewaktu ikut JAMBORE MAHASISWA SE INDONESIA di Cibubur?

Berikut postingan lengkap Erik El-bani Lazib :

DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment