Di Istiqlal, Massa 112 Disambut “Om Kantong Om”


Meski telah berganti tema, umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia tetap antusias mengikuti aksi 112. Sebagai mana diketahui, aksi yang awalnya long march dari Masjid Istiqlal menuju bundaran Hotel Indonesia ini diubah menjadi tausyiah dan zikir.

Bukan sekadar tausyiah dan zikir, menurut Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), tausyiah dan zikir ini untuk keselamatan bangsa Indonesia. “Acara yang diadakan terkait tausyiah, dzikir dan doa untuk keselamatan bangsa,” kata Ust. Bahtiar Nasir di Bareskrim Mabes Polri pada Jumat (10/02).

Momentum seperti ini juga menjadi rezeki tersendiri bagi para pedagang. Mereka menggelar dagangan mereka sepanjang gerbang utama depan Gereja Katedral hingga pintu masuk masjid. Dari jam tangan, pakaian hingga cincin akik.

Bus-bus berbaris rapi, namun tak ada suara “Om Telolet Om”. Tapi “Om Kantong Om”. Penjual kantong kresek untuk wadah sandal atau sepatu lebih banyak dari biasanya.

Meski suasana kian larut, semangat peserta 112 untuk beribadah tak surut. Bacaan Al-Quran terlantun, di sisi lain orang-orang terlihat khusyuk dengan sholat mereka.

Sebagian anak-anak juga masih ceria berlarian di serambi masjid. Sementara sebagian lainnya tertidur pulas ditemani kedua orang tuanya. Hingga saat ini, Masjid Istiqlal masih menampung kedatangan pejuang Al-Maidah 51 dan pembela ulama. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment