BEKERJA DALAM SENYAP ITULAH ERDOGAN


Bekerja dalam diam dan senyap. Mungkin kalimat ini mewakili bagaimana Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdoğan memimpin dan melayani bangsa dan negaranya.

Mengapa? Ya, Recep Tayyip Erdogan, yang juga adalah Presiden Partai Keadilan dan Pembangunan (Adelet ve Kalkinma Partisi/ AK Parti) tidak banyak bicara tentang TURKIYE-ISLAMISM atau NEO-OTTOMAN MOVEMENT. Fokusnya adalah memimpin dan melayani masyarakat Turki seluruhnya, tanpa harus membedakan keyakinan, afiliasi politik, suku, ras dan lainnya.

Namun, justru apa yang dilakukannya menjadikan ia adalah Perdana Menteri yang dipercaya oleh setidaknya 49,8% rakyat Turki yang memilih dia untuk kesekian kalinya sejak Juni 2003. Ya, sudah 10 tahun usia kepemimpinannya. Sama seperti usia kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, SBY.

Padahal, AKP adalah Partai berasaskan religiusitas. Sama seperti PKS, PBB, PKB dan lainnya yang menjadikan Islam sebagai asas dalam organisasi politiknya. Namun, AKP sangat jarang berbicara tentang Islamisasi, penerapan syari'ah, pembentukan daulah bahkan penegakkan khilafah.

Kita tahu bersama, pencabutan Undang-undang pelarangan jilbab di kampus baru dilakukan pada tahun 2011 (8 tahun setelah terpilih). Dan pencabutan pelarangan jilbab di instansi pemerintahan saja baru dilakukan pada bulan September 2013 (10 tahun setelah terpilih).

Minuman keras tidak serta merta dilarang peredarannya. Hingga Agustus 2013 kemarin, minuman keras di Turki hanya dinaikkan pajak setinggi-tingginya dan dibatasi penjualannya. Sangat boleh jadi, baru akan ada pelarangan di 3-4 tahun mendatang.

Apa yang menjadi fokus kerja Erdogan sebagai Perdana Menteri bagi kurang lebih 75 juta rakyatnya? Ya, Erdogan berfokus dalam meningkatkan kesejahteraan bangsanya. Infrastruktur, pereknomian, sosial, budaya dan aspek pembangunan lainnya diutamakan.

Jalan-jalan di pedesaan pun layaknya jalan tol di negara kita. Tidak ada jalan yang berlubang bahkan bergelombang. Nasionalisasi pertambangan dan industri lainnya. Pendidikan hingga perguruan tinggi di permudah bahkan digratiskan bagi warga negaranya. Bahkan bagi warga negara asing disediakan layanan beasiswa penuh dari jenjang S1-S3. Serta berbagai macam hal yang menyangkut peningkatan taraf hidup masyarakatnya. Sehingga, di tahun 2013 ini, GDP alias pendapatan per kapita masyarakat Turki mencapai $10,000 dari yang sebelumnya hanya $3,500 saja.

Itulah sebabnya, di tahun 2010, tingkat kepercayaan masyarakat Turki kepada AKP dan Erdogan untuk kembali memimpin dan melayani negara Turki mencapai hingga 50%. Tidak ada kudeta, tidak ada impeachment, yang ada adalah kepercayaan penuh yang tentu saja berulang dan berulang. Bahkan, seandainya Erdogan tidak lagi menjadi Perdana Menteri karena faktor usianya, AKP telah mendapatkan kepercayaan yang sangat besar untuk kembali menjadikan para kader-kader terbaiknya memimpin Turki di masa yang akan datang.

Apa yang dilakukan AKP dan Erdogan sebetulnya harus menjadi cermin bagi partai-partai politik berbasis keagamaan di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Sudah saatnya kita berfokus untuk melayani dan mensejahterajan seluruh rakyat tanpa harus menggembar-gemborkan isue agama. Karena, jika rakyat sudah sejahtera, sudah percaya, ideologi apa pun dapat diterima tanpa harus ada tragedi dan peperangan yg menyengsarakan.

Siapkah kita? Saya terpaksa memaksa, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus siap. Demi kejayaan, keadilan, dan kesejahteraan bangsa.


Azzam Izzulhaq
Sepenggal catatan pagi selepas berkunjung ke Kantor AKP di Bursa, Turki. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment