PKS: Dulu Tolak Kenaikan BBM, Kini Tolak Subsidi = Mazhab Tolak Angin


Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, menyoal sikap partai politik utama pendukung presiden terpilih Joko Widodo, PDIP, terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Dulu: tolak kenaikan BBM. Kini: tolak subsidi (sama-sama tolak). Mazhab tolak angin,” sindir Fahri di akun Twitter @Fahrihamzah.

Sebelumnya, presiden terpilih Joko Widodo berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menaikkan harga BBM di akhir masa jabatannya. “Alangkah baiknya (subsidi BBM dikurangi) sebelum (saya dilantik jadi presiden),” tegas Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (25/08).

Jokowi menawarkan alternatif kenaikan harga BBM. Pertama, soal waktu kenaikan harga BBM, satu penggal waktu pada era pemerintahan SBY dan dilanjutkan pada periode pemerintahan Jokowi. Alternatif kedua, harga bensin naik setelah Jokowi dilantik menjadi presiden.

Saat ini, menurut Jokowi, “Tim Transisi” tengah melakukan kajian terhadap besaran pengurangan subsidi dalam rupa kenaikan harga BBM. Kajian itulah yang akan dibawa Jokowi dalam pertemuannya dengan Presiden SBY, di Bali, Rabu (27/08).

Pada sidang paripurna DPR, 27 Juni 2013, PDIP secara resmi menyatakan konsisten menolak kenaikan harga BBM. Sikap itu menanggapi Rancangan Undang-Undang APBN Perubahan 2013.(intelijen) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: