Simpatisan Komunis & Barisan Sakit Hati Pendukung Jokowi Disebut Tunggangi Aksi Ahokers


Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara menyebut aksi para pendukung Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) atau disebut Ahokers yang digelar pasca vonis dua tahun penjara Ahok itu merupakan aksi settingan pihak lain.

"Ditunggangi," kata Igor kepada INILAHCOM, Jumat (19/5/2017).

Ia menjelaskan yang menunggangi aksi solidaritas Ahok oleh para pendukungnya itu dikhawatirkan justru bermuara dari kelompok-kelompok radikal seperti simpatisan komunis atau ISIS, karena itu siasat adu domba biasanya lumrah digunakan oleh kelompok radikal tersebut.

"Namun, aksi Ahokers juga bisa ditunggangi oleh barisan elit sakit hati pendukung Jokowi di Pilpres 2014. Ini mungkin saja menjadi opsi alasan mengapa sampai keluar pernyataaan bahwa rezim Jokowi lebih buruk ketimbang rezim SBY," ujarnya.
Pasca kekalahan di Pemilihan Gubernur DKI dan vonis 2 tahun penjara dalam kasus penistaan agama, di berbagai kota Indonesia para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dikenal dengan Ahokers turun ke jalan dengan tuntutan bebaskan Ahok.

Tak hanya di Indonesia, fenomena tersebut juga terjadi di beberapa negara sehingga belakangan hal-hal tersebut dianggap aneh mulai tercium. Diantaranya, apa yang dilakukan oleh para Ahokers di depan Rutan Cipinang dan kemudian pindah ke depan Markas Korps (Mako) Brimob di Kelapa Dua, Depok.

Mereka melakukan unjuk rasa yang menabrak semua aturan dari pagi sampai tengah malam, parahnya itu semua dibiarkan oleh aparat kepolisian. Bahkan, seorang Ahokers melakukan orasi yang mengecam rezim Jokowi lebih buruk dari rezim SBY. [inc]
DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment