Ada Apa Dengan Mutasi 59 Perwira TNI ?


Dalam rangka pembinaan organisasi TNI guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat ke depan, TNI terus melakukan upaya peningkatan kinerja TNI melalui mutasi dan promosi jabatan personil di tingkat strata Perwira Tinggi TNI sehingga kinerja TNI ke depan lebih optimal.
Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/643/IX/2014 tanggal 5 September 2014, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI telah ditetapkan mutasi jabatan 59 Perwira TNI.

Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut, TNI Angkatan Darat 35 Anggota yaitu :
1. Mayjen TNI Mulyono dari Pangdam Jaya menjadi Pangkostrad;
2. Mayjen TNI Agus Sutomo, S.E dari Danjen Kopassus menjadi Pangdam Jaya;
3. Mayjen TNI Doni Munardo dari Danpaspampres menjadi Danjen Kopassus;
4. Mayjen TNI Drs. Christian Zebua., M.M. dari Pangdam XVII/Cen menjadi Staf Kusus Kasad;
5. Mayjen TNI Fransen G. Siahaan dari Pangdivif-1 Kostrad menjadi Pangdam XVII/Cen;
6. Mayjen TNI Istu Hari Subagio, S.E.,M.M. dari Pangdam I/BB menjadi Staf Khusus Panglima TNI;
7. Mayjen TNI Winston Simanjuntak dari Danpussenif Kodiklat TNI AD menjadi Pangdam I/BB;
8. Mayjen TNI Iskandar M. Sahil dari Pa Sahli Tk III Bid. Komsos Panglima TNI menjadi Staf khusus Panglima TNI;
9. Mayjen TNI Rusmanto dari Koorsahli Kasad menjadi Staf Khusus Kasad;
10. Mayjen TNI Chaidir Serunting dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun);
11. Brigjen TNI Hinsa Siburian dari Asops Kasad menjadi Danpussenif Kodiklat TNI AD;
12. Brigjen TNI Johny L. Tobing dari  Dirdok Kodiklat TNI AD menjadi Asops Kasad;
13. Brigjen TNI Sumedy dari Wagub Akmil menjadi Pa Sahli Tk II Bid. Komsos Panglima TNI;
14. Brigjen TNI Asma’i dari Staf Khusus Kasad menjadi Koorsahli Kasad;
15. Brigjen TNI Ariyadi Padmanegara dari Irlog Itjen Kemhan menjadi Irada Itjen Kemhan;
16. Brigjen TNI Theresia S. Abraham, S.H.,M.H. dari Orjen TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI;
17. Brigjen TNI Drs. Purwanti, S.H., M.H. dari Dirkumad menjadi Orjen TNI;
18. Brigjen TNI Hadi Sutrisno dari Dirbekangad menjadi Staf Khusus Kasad;
19. Brigjen TNI Teddy Hernayadi, S.E. dari Dirkuad menjadi Staf Khusus Kasad;
20. Brigjen TNI Drs. Putut Winarno dari Pati ahli Kasad Bid. Ekonomi menjadi Staf Khusus Kasad;
21. Brigjen TNI Soepeno dari Pa. Sahli Tk II Bid. Intekmil Panglima TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI,
22. Brigjen TNI Sigit Yuwono dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun);
23. Brigjen TNI R. Kun Priyambodo dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun);
24. Brigjen TNI Dra. Sri Parmini, M.M. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun);
25. Kolonel Inf Tiopan Aritonang, S.I.P. dari Danpuslatpur Kodiklat TNI AD menjadi Dirdok Kodiklat TNI AD;
26. Kolonel Inf Sudirman dari Ir Kostrad menjadi Wagub Akmil;
27. Kolonel Chk Markoni, S.H. dari Wadirkumad menjadi Dirkumad;
28. Kolonel Cba Drs. Pasenga Talilah dari Kasubdit Athan Dit. Kersin Ditjen Strahan Kemhan menjadi Dirbekangad;
29. Kolonel Cku Sasongko Hardono, S.Sos. dari Paban VI/Lakgar Srenad menjadi Dirkuad;
30. Kolonel Arm Felix Hutabarat, S.I,P,, M.B.A., M.Si.(Han) dari Staf Ahli Pangdam I/BB Bid. Ekonomi menjadi Pati Ahli Kasad Bid Ekonomi;
31. Kolonel Chb Afini Boer dari Kasubdit Pengamanan Jaringan Dit. Mayantara Deputi Bid. Intelijen Teknologi BIN menjadi Direktur Monitoring Deputi Bidang Intelijen Teknologi BIN;
32. Kolonel Arm Gatot Eko Puruhito, S.E., M.M. dari Sekretaris Dispenad menjadi Kabinda Kalimantan Timur BIN;
33. Kolonel Cpm Chandra W. Sukotjo, M, Sc. dari Kasubdit Pasifik Direktorat Asia Pasifik Deputi Bidang Intelijen Luar Negeri BIN menjadi Direktur Amerika dan Eropa Deputi Bid. Bin Intelijen Luar Negeri BIN;
34. Kolonel Chb Amrin Arupalaka dari Wadan Pusdikma Kodiklat TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Bid. Intekmil Panglima TNI; dan
35. Kolonel Chk Dr. Djodi Suranto, S.H.,M.M. dari Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung  menjadi Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung (Jabatan Eselon II a.).

TNI Angkatan Laut 21 Anggota Yang Dimutasi
1. Laksda TNI Agus Heryana, S.E. dari Pa Sahli Tk III Bid. Wassus & LH Panglima TNI menjadi Staf Khusus Kasal;
2. Laksda TNI Widodo, S.E. dari Dankobangdikal menjadi Pangarmabar;
3. Laksda TNI  I.N.G.N. Aryatmaja, S.E. dari Pangarmabar menjadi Dankobangdikal;
4. Mayjen TNI (Mar) Mokh. Suwandy Thahir dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka Pensiun);
5. Laksma TNI Adam Suwardi Pangerang, S.E. dari Waaspam Kasal menjadi Pa Sahli Tk III Bid Wassus & LH Panglima TNI;
6. Laksma TNI Teguh Prihartono dari Kadisbekal menjadi Waaspam Kasal;
7. Laksma TNI Ir. Djoko Sulistyono, M.M. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pa Sahli Tk III Bid Intekmil Panglima TNI;
8. Laksma TNI Tatang Hidayat, S.Pi.,M.M. dari Irada Itjen Kemhan menjadi Irlog Itjen Kemhan;
9. Laksma TNI Freddy Rudolf Dicky Egam dari Dir G Bais TNI menjadi Staf Khusus Kasal;
10. Laksma TNI Ir. Muhammad Suyanto dari Kadislaikmatal menjadi Staf Khusus Kasal;
11. Laksma TNI Mulyadi, S.Pi., M.AP. dari Staf Khusus Kasal menjadi Kadislaikmatal;
12. Laksma TNI Didik Setiyono dari Danguspurlaarmarbar menjadi Staf Khusus Kasal;
13. Laksma TNI dr. Bambang Renaldi, Sp.M. dari Kadiskesal menjadi Staf Khusus Kasal;
14. Laksma TNI dr. Syarief Hidayat, Sp.KK. dari Karumkital dr. RML Diskesal menjadi Kadiskesal;
15. Laksma TNI Bambang Hermanto, S.E. M.M. dari Pati Sahli Kasal Bid Soskumdang menjadi Staf Khusus Kasal;
16. Brigjen TNI (Mar) Medyarizka dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun);
17. Kolonel Laut (T) Dani Achdani, S.Sos.,S.E., M.AP. dari Sahli D Jemen Pangarmarbar menjadi Kadisbekal;
18. Kolonel Laut (KH) Anwar Saadi, S.H. dari Paban Utama B-6 Dit B Bais TNI menjadi Dir G Bais TNI;
19. Kolonel Laut (P) T.S.N.B. Hutabarat, M.MS. dari Ajudan Presiden RI menjadi Danguspurlaamarbar;
20. Kolonel Laut (K/W) dr. Sulantari, Sp. THT. dari Wakamed Rumkital dr. RML Diskesal menjadi Karumkital dr. RML Diskesal; dan
21. Kolonel Laut (S)  Ir. Rusmali Anggawiria dari Kaseklem Seskoal menjadi Pati Sahli Kasal Bid. Soskumdang.

TNI Angkatan Udara 3 orang yaitu:
1. Marsda TNI Sudipo Handoyo, S.E. dari Asops Kasau menjadi Aslog Kasau;
2. Marsda TNI Ida Bagus Anom M, S.E. dari Aslog Kasau menjadi Asops Kasau dan
3. Marsma TNI Koestinarto dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati mabes TNI AU (dalam rangka pensiun).|
Indonesia Sudah Hamil Tua
Mutasi terhadap 59 perwira tinggi TNI pada Rabu (10/9/2014) kemarin dimaknai khusus oleh Akun TM2000. Mereka punya analisa sendiri terkait mutasi mendadak atas 59 Jenderal di tubuh TNI, yang terjadi sekitar sebulan sebelum Presiden SBY.
Menurutnya, mutasi pada pos-pos strategis di lingkungan TNI itu sehubungan dengan 'turbulensi' yang akan terjadi dalam waktu dekat ini.
Menurut akun komunitas intelejen publik itu melalui mutasi besar-besaran, TNI telah melakukan pembersihan internal dari anasir-anasir pengkhianat Pancasila, pengkhianat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), para perwira pro komunis - Jokowi dan antek-antek mafia cina.
Panglima TNI melakukan mutasi pada 35 perwira tinggi di TNI - AD, antara lain : Mayjen TNI Mulyono dari Pangdam Jaya menjadi Pangkostrad; Mayjen TNI Agus Sutomo, S.E dari Danjen Kopassus menjadi Pangdam Jaya; dan Mayjen TNI Doni Munardo dari Danpaspampres menjadi Danjen Kopassus.
Ketiga perwira tinggi yang dimutasi untuk menduduki posisi strategis di atas semuanya adalah orang kepercayaan Presiden SBY. Adalah mustahil Presiden SBY mendadak memerintahkan Panglima TNI melakukan mutasi para jenderal pada pos-pos strategis di TNI AD sebulan sebelum SBY lengser, tanpa maksud atau tujuan tertentu. Pasti ada sesuatu kejadian luar biasa atau ada rencana untuk sesuatu yang luar biasa.
TM2000 menambahkan, pergeseran perwira tinggi di lingkungan TNI AD kemarin terkait erat dengan pernyataan Panglima TNI pada saat acara berbuka puasa bulan Juli 2014 lalu, "Sebentar lagi Indonesia akan menghadapi turbulensi," kata Jenderal Moeldoko, Panglima TNI di depan para pimpinan organisasi kemahasiswaan, pemuda dan media massa.
Lebih lanjut TM2000 mengatakan, selama dua tahun terakhir Presiden SBY terpaksa memfokuskan pikiran, waktu dan tenaganya mencari solusi terbaik dalam rangka menghadapi dan mengalahkan ancaman konspirasi global yang berkolusi dengan kekuatan asing tertentu, aseng dan antek yang berencana menguasai dan mengendalikan kedaulatan Republik Indonesia melalui capres proxy (boneka) mereka: Joko Widodo.
Di samping menempatkan para perwira tinggi (pati) di posisi strategis, Presiden melalui Panglima TNI telah mencopot para pati yang dianggap berkhianat atau tak loyal, diantaranya: Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen Cristian Zebua dan Pangdam I/ Bukit Barisan Mayjen Istu Hari Subagio yang terbukti memihak kubu Jokowi pada saat pemilu pilpres lalu, masing dijadikan staf khusus Kasad dan Panglima TNI.
Melalui mutasi besar-besaran di lingkungan TNI - AD, Presiden SBY telah memposisikan diri secara efektif sebagai Panglima Tertinggi atas TNI AD dengan mengendalikan dan membawahi seluruh pimpinan kesatuan strategis, seperti :
- Panglima TNI
- Kasad
- Pangkostrad
- Daspussenif
- Pangdam Jaya
- Danjen Kopassus
- Asop TNI AD
- Aslog TNI AD
- Pangdiv 1 Kostrad
- Pangdiv 2 Kostrad
- Dirbekang, dst
Dengan keyakinan penuh TM2000 mengatakan, Indonesia akan mengalami gejolak besar atau turbulensi dalam rangka penyelamatan NKRI.
"Terima kasih kepada para pimpinan organisasi mahasiswa se Jabodetabek, Bandung dan Jakarta yang telah berkoordinasi dengan kami dalam rangka merapatkan barisan mendukung TNI menghancurkan musuh negara," kicau TM2000Back pada Jumat (11/9/2014) pagi.
Berikut kultwit lengkap TM2000:
1. Eng ing eeeng ... RI Siap2 hadapi goncangan .. TNI sdh mutasi 59 jenderal utk hadapinya, rakyat rapatkan barisan. Kita sikat musuh RI
2. Sejumlah perwira tinggi/jenderal yg terbukti pro PKI sdh masuk kandang jadi staf ahli, staf khusus atau non job via mutasi kemarin
3. Mutasi Jabatan 59 Perwira TNI gebraknews.com/2014/09/ada-ap… Rapatkan barisan ! Bantu TNI menghancurkan musuh negara nanti..G30S Jokowi
4. Rakyat jangan salah menentukan posisi. Turbulensi kali ini adalah KITA vs MEREKA ...”
5. Kita adalah rakyat pro pancasila, agamis, pro NKRI dan cita2 proklamasi. Mereka adalah mafia cina, pro jokowi, CSIS, komunis & antek2nya
6. Antek2nya bisa oknum2 TNI-POLRI. Di TNI sdh mulai dibersihkan, giliran Kapolri jika mau membersihkan institusinya dari anasir2 Jokowi
7. Mahasiswa sbg kelompok terdidik diharapkan di barisan terdepan dlm menghancurkan komunisme yg bangkit dan berjaya krn dukungan KG & aseng
8. Semoga anda paham apa yg kami maksudkan... RI bersiap2 menghadapi goncangan keras sebentar lagi...smga hny sebentar..daftar nama sdh ada
9. Ada ribuan nama aseng masuk dlm daftar, ada 200.000 nama PKI tercatat dlm daftar, 90% di Jawa Tengah, utamanya Solo - Klaten- Boyolali
10. Solo - Klaten - Boyolali (12 KM segitiga basis PKI) akan menjadi medan perang KITA vs MEREKA, dlm rangka mempertahankan NKRI & Pancasila
11. Terima kasih kepada rekan2 para pimpinan mahasiswa Jawa. Barat khususnya Bandung yg sdh bersedia koordinasi dgn kami. Ganyang PKI !
12. Terima kasih pada rekan2 pimpinan mahasiswa Jogyakarta dan Surabaya yg sdh satukan persepsi dlm rangka penumpasan PKI & musuh2 NKRI
13. Terima kasih kepada rekan2 OKP, para aktivis dan pemuda pejuang yg sdh paham kondisi negara ini. Kita pasti menang..Tuhan bersama kita
14. Pada rekan2 pimpinan mahasiswa Medan, Makassar, Palembang, Manado, dst.. Siap2 komando dari Panglima TNI
15. Musuh kita sdh jelas. Para antek KG, mafia cina, aseng, antek, PKI dan loyalis Jokowi .. Mari kita rapatkan barisan bela Ibu Pertiwi
16. Sasaran dan target kita termasuk media2 kolaborator KG, asing dan antek. Mari kita selamatkan negeri ini dari racun opini media PKI ini
17. MERDEKA !! [gn/ahmed/voa-islam.com] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: