Kiai Fathurrozi: Kesombongan Nusron Wahid Sangat Berbahaya


Wakil Ketua Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama (NU) Indonesia di bawah naungan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), KH Fathurrozi atau Gus Fahrur, meminta agar Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid, minta maaf.

Permintaan maaf itu terkait pernyataan Nusron yang menyebut kiai sepuh NU pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa adalah pelupa sejarah masa lalu.

"Kami menyesalkan ucapan saudara Nusron Wahid yang secara terbuka mencela sikap para kiai sepuh NU Jatim. Kami minta Nusron minta maaf," ujar Gus Fahrur, Sabtu 21 Juni 2014.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur, Bululawang, Kabupaten Malang ini mengatakan dalam kamus pesantren, ucapan Nusron dianggap sebagai Suul Adab (akhlak jelek) kepada kiai. Padahal, menghormati guru dan orang tua merupakan ajaran pesantren.

"Seseorang kalau berbuat dosa karena syahwat itu masih diampuni, seperti Nabi Adam yang melanggar perintah-Nya. Tapi kalau berbuat dosa karena kesombongan seperti Iblis melawan perintah Allah SWT untuk sujud kepada Nabi Adam, itu dosa yang tidak diampunkan," katanya.

Kata Kiai Fathurrozi, kesombongan Nusron sangat berbahaya. Sebab, organisasi yang kini dipegang Nusron, GP Ansor, adalah pembela ulama. Namun, pernyataan Nusron itu justru menghina para ulama.

Nusron harus minta maaf, karena tradisi NU menghormati yang sepuh. "Jangan hanya karena beda pilihan politik terus mencela dan menghujat," kata dia.

Bukan Sembarangan

Bukan masalah bagi Kiai Fathurrozi jika Nusron mendukung pasangan Joko Widodo-Kalla. Tapi jangan menyinggung perasaan ulama Jatim. Para santri pasti marah, karena yang mendukung Prabowo bukan ulama sembarangan.

Kiain Fathurrozi menyebutkan, kiai sepuh yang mendukungan Prabowo-Hatta di antaranya, Kiai Nawawi Abdul Jalil dari Ponpes Sidogiri, Kiai Zainuddin Jazuli pengasuh Ponpes Ploso Kediri, Kiai Anwar Mansyur pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri, Kiai Miftachul Akhyar Rois Syuriah PWNU Jatim, KH Maemun Zubair Rembang, Kiai Anwar Iskandar dari Ponpes As-Saidiyah Jamsaren Kediri.

Diberitakan sebelumnya, Nusron Wahid mengumpulkan kader GP Ansor se-Jatim bertemu cawapres Jusuf Kalla di Gelora Pancasila Surabaya, 18 Juni 2014 lalu.

Saat itu, Nusron berkomentar kiai sepuh yang mendukung Prabowo telah lupa sejarah masa lalu. Nusron juga mengaku sebagai kader NU muda yang harus mengingatkan yang tua. (ren/VIVA) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment