Beringas Dan Brutalnya Media Kubu Jokowi... Metro TV Fitnah, Gatot Tuntut Minta Maaf


Medan. Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Provinsi Sumut, Gatot Pujo Nugroho akan menuntut stasiun televisi swasta nasional, Metro TV. Pasalnya, stasiun televisi milik Surya Paloh itu memuat berita yang menurut Gatot keliru atau tidak benar adanya.

Metro TV, kata Gatot yang juga Gubernur Sumut itu, pada 17 Juni 2014 menayangkan berita yang intinya memuat dirinya selaku gubernur bersedia mundur dari Ketua Tim Sukses Pemenangan Prabowo-Hatta.

Tuntutan seperti apa yang akan ditempuh Gatot? Pertama akan meminta Metro TV mengklarifikasi pemberitaan itu dan menayangkannya dalam pemberitaan yang utuh sehingga tidak menghilangkan arti sebenarnya terhadap apa yang dinyatakan Gatot.
Kedua, Gatot menuntut Metro TV meminta maaf secara terbuka kepada dirinya. Jika kedua tuntutan itu tidak dindahkan, maka Gatot berencana melaporkan Metro TV ke Dewan Pers. Gatot juga berencana melakukan somasi.

"Intinya saya kesal dengan berita Metro TV yang memuat pernyataan saya lari dari arti sesungguhnya. Sungguh tindakan Metro TV itu mencederai kode etik jurnalistik dan juga mencederai iklim demokrasi Indonesia," ujar Gatot kepada MedanBisnis di sela acara Sidang Dewan Pleno II HIPMI, di Medan, Jumat (20/6).

Politisi PKS ini membantah jika dirinya bersedia mundur dari Tim Sukses Pemenangan Prabowo-Hatta Sumut. Pada 17 Juni 2014 dalam suatu acara di Medan, Reporter Metro TV wawancarai dirinya soal kapasitasnya sebagai gubernur dan sebagai ketua tim pemenangan.
"Yang saya jawab saat itu intinya adalah bahwa saya tegas menjalankan tugas bilamana sebagai gubernur dan sebagai tim sukses. Kepemimpinan pemerintahan untuk melayani masyarakat di Sumut tetap menjadi prioritas utama," katanya.

Namun, ujar Gatot menyambung jawabannya saat wawancara itu, bilamana dimungkinkan oleh ketentuan (undang-undang-red) bahwa kepala daerah tidak bisa menjadi ketua atau bergabung di tim sukses saat ini, maka dirinya bersedia mundur.

"Nah, ini ketentuannya kan memungkinkan seorang kepala daerah ikut di tim sukses, jadi tidak ada masalah," katanya.

Gatot kembali menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab memimpin jalannya pemerintahan untuk pembangunan di Sumut, meskipun dirinya menjabat sebagai ketua tim pemenangan capres/cawapres.

Gatot juga menggaransi tidak akan memanfaatkan jabatannya saat ini menggalang suara bagi pemenangan pasangan Prabowo-Hatta.

Ia tidak akan mengeluarkan instruksi bagi dinas-dinas dan juga bagi bupati/walikota. Dia mengatakan lebih memilih untuk berkompetisi secara fair.

"Sama seperti pemilu legislatif kemarin, saya juga dimandatkan PKS untuk berjuang memenangi Pemilu. Tetapi hasilnya kan fair, semua tahu bagaimana kami (PKS-red) di Sumut. Saya tidak ada memanfaatkan jabatan saya untuk menggalang suara," tukasnya.

Pemimpin Redaksi Metro TV, Putra Nababan yang dikonfirmasi MedanBisnis berkali-kali melalui telepon seluler, Jumat (20/6) malam, terkait tuntutan Gatot tersebut, tidak merespon. Konfirmasi pesan singkat pun tidak dibalas putra Ketua DPD PDIP Sumut Panda Nababan itu.(medanbisnisdaily/suaranews) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

3 komentar:

  1. teruskan tuntutannya....Bang Gatot, kalo perlu ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), masa yang ditegur oleh KPI hanya TVOne saja, KPI sdh berpolitik nieh kayak KPK dan POLRI, condong ke Timsuksesnya Capres No.2

    ReplyDelete
  2. Tak heran, sibrengos sudah mengkomandokan para anak buahnya untuk menuruti perintahnya demi suatu kedudukan.

    ReplyDelete
  3. memang tim pemenangan no 2 sangatlah pandai memfitnah,maju terus pantang mundur.jangan sampai orang orang yang berkuasa adalah orang yang selalu menyebar fitnah nauzhubillahiminzhalik

    ReplyDelete