Muslimina

Friday, July 5, 2013

Apa yang terjadi di Mesir hanya orang zionis yang puas


By on 6:20 PM

Dr. Fayez Abu Shamalah

Apa yang terjadi di Mesir bukan produk Mesir. Bukan pula produk rakyat Mesir yang tidak pernah mengenal konflik kelompok dan tidak pernah menerima pemisahan dalam loyalitas. Apa yang terjadi di Mesir adalah produk zionis ensich. Distempel dengan stempel Yahudi dan dibungkus dengan kemasan Amerika. Namun yang menjalankan agendanya adalah tangan-tangan warga Mesir yang rela menjadi alat. Mereka mau memeras energi Mesir dan menyandera perjuangannya yang terkenal.

Apa yang terjadi di Mesir hanya orang zionis yang puas. Kaum Zionis mengerahkan segala cara untuk menggagalkan demokrasi Arab secara umum dengan menggagalkan eksperimen demokrasi Mesir. Karena itu, mereka menggerakkan alat-alat keuangan dan medianya untuk mencabik-cabik Mesir dan menghabiskan energi Mesir untuk bangkit.

Apa yang terjadi di Mesir adalah konspirasi lintas benua. Peristiwa ini akan berimbas sampai melintasi batas Mesir sehingga berpengaruh negatif atau positif kepada kawasan Arab scara umum. Karena itu, apa yang terjadi di Mesir bukan hanya urusan Mesir semata. Namun ia menjadi masalah Arab dan Islam. Ia memiliki gaung imbas di kawasan secara umum. Karena itu, emosi anggota Knesset zionis Ben Eliezer mengomentari peristiwa di Mesir sebagai berikut, “Masyarakat Mesir adalah masyarakat sekuler yang hidup dengan nyanyian, film, pariwisata. Tiba-tiba ada seseorang (Mursi) berusaha mengembalikan Mesir kepada era 400 tahun ke belakang.”

Yahudi pasti merugi dalam perang di Mesir. Sebab masyarakat Mesir adalah benteng. Yahudi tidak akan berdaya menghancurkan Mesir sebab mereka masyarakat Muslim mayoritas, hidup dalam kehormatan, tekad yang kuat. Mesir adalah masyarakat yang menjunjung tinggi moral-moral Arab dan memiliki kedudukan sebagai pioner dalam sejarah Islam. Energi Mesir akan keluar di kemudian hari meski hari ini berusaha dihabisi.

Mesir akan menang. Ia akan berhasil keluar dari krisisnya. Mesir akan berhasil terbebas dari perangkap Yahudi. Bangsa Mesir tidak lapar dan tidak miskin seperti kata Yahudi. Juga tidak bodoh yang menunggu pangan dari Israel. Mereka yang sudah berhasil menghancurkan rezim dalam revolusi pasti tidak akan mundur lagi ke belakang. Mereka pasti akan melanjutkan pertarungan kembali.(infopalestina)

Muslimina

Blog Informasi Muslim Indonesia dan Dunia

0 komentar:

Post a Comment


 
".