Pakai Jurus Ngeles, Teriak Huuu Saat Adzan Ngaku Lihat Drone

Setelah mendapat kecaman luas umat Islam, Panitia aksi 1000 lilin di Palembang akhirnya meminta maaf dan klarifikasi atas insiden teriakan “huuuu” para pendukung Ahok terhadap suara Adzan pada aksi 1000 lilin di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang, Jumat 12 mei 2017 jam 18.30 WIB.

Sebelumnya, sosial media dihebohkan dengan video yang meperlihatkan suasana saat penyalaan seribu lilin di Palembang. Pasalnya, saat berkumandang azan isya, para peserta aksi tersebut malah berseru “huuuu…”.

Hal tersebut membuat banyak umat islam di Indonesia geram. Pasalnya, aksi yang disebut-sebut untuk menjaga NKRI dari kejahatan radikalisme itu justru menunjukkan sikap yang bertolak belakang saat terdengar kumandang adzan isya’.

Namun, Korlap Aksi 1000 lilin, Billy Jaya berkilah, pada saat azan panitia sudah meminta peserta untuk diam dan hening sampai azan selesai. Namun pada saat azan tengah berkumandang di tengah kerumunan massa tersebut ada drone yang melayang-layang sehingga menarik perhatian massa untuk melihat dan berteriak “huuuuuuu” tesebut.

“Artinya teriakan tersebut memang bukan ditujukan kepada azan yang tengah berkumandang namun lebih daripada spontanitas saat melihat drone” kilah Billy.

Atas kegaduhan tersebut, Panitia Aksi 1000 lilin di Palembang meminta maaf dengan membuat surat pernyataan dengan disaksikan Kapolresta Palembang, Dandim 0418 Palembang, Walikota/Sekda Palembang, serta Para Ulama di Palembang, seperti yang ada pada gambar di bawah ini:

DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. DARI MANA INFORMASI INI???
    KARANGAN SENDIRI YAH UNTUK MEMBUAT KERUSUHAN
    DASAR PEMILIK BLOG BINATANG
    PAKAI OTAK KALAU NULIS ARTIKEL
    MAU DI LAPORON AJ LAH BLOG INI
    PENEBAR KEBENCIAN DAN FITNAH AJ BLOG ANJING INI

    ReplyDelete