Innalillahi, 100 Warga Sipil Meninggal Dunia Oleh Serangan Gas Beracun Tentara Bashar al Assad


Sedikitnya 100 warga sipil meninggal dunia termasuk termasuk anak-anak dalam serangan udara dan kejahatan terbaru berupa ‘gas beracun’ (gas klorin) dari bom yang dimuntahkan pesawat Rezim Bashar al Assad di Propinsi Idlib dimana merupakan basis kelompok oposisi.

Tiga puluh ambulans dikirim dari Turki untuk menyelamatkan mereka yang membutuhkan bantuan

Serangan gas klorin yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur milik Rezim Bashar ini dilakukan di Kota Khan Shaykun di Idlib ini juga menyebabkan tidak kurang 500 orang mengalami luka. Serangan kimia terbaru dipandang sebagai yang terburuk dalam perang enam tahun di kabupaten itu.

Dengan banyak warga sipil menderita masalah pernapasan membutuhkan, Turki memberangkatkan 30 ambulan yang dilengkapi untuk operasi, demikian kutip Daily Sabah.

Petugas medis memfokuskan penyelamatan di Provinsi barat laut Idlib, Suriah, yang dikuasai oleh pemberontak. Namun, sebuah sumber yang berasal dari militer Suriah membantah keras jika tentara yang telah menggunakan senjata tersebut.

Sementara itu, Syrian Observatory for Human Rights (Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia), kelompok pemantau HAM Suriah mengatakan serangan ini diyakini telah dilakukan oleh jet tentara Suriah ini menyebabkan banyak orang mendadak tersedak, bahkan beberapa korban mengeluarkan busa dari mulut mereka.

Rata-rata yang mengalami gejala ini adalah anak-anak di bawah usia delapan tahun.
“Pagi ini, pukul 06.30, pesawat-pesawat tempur yang menargetkan Khan Sheikhoun dengan gas, diyakini berisi sarin dan klorin. Serangan itu telah menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai 300 orang,” kata Kepala Otoritas Kesehatan Idlib, Mounzer Khalil dalam konferensi pers, Selasa (04/04/2017), dikutip Reuters.

“Sebagian besar rumah sakit di Provinsi Idlib sekarang dipenuhi dengan orang-orang yang terluka,” tambah Khalil.

Menurut Kelompok Bantuan Medis Suriah, dari 400 orang yang terluka ini hampir semua mengalami gangguan pernapasan. The Union of Medical Care Organizations memprediksi korban meninggal dunia akan terus meningkat.

“Kami telah melihat lebih dari 40 serangan sejak 06.30 pagi, jumlah korban terus meningkat di wilayah Idlib serta serangan tidak beracun di Hama,” kata kelompok tersebut.

Kejahatan Bashar al Assad berupa penggunanan  senjata kimia mematikan di Suriah sejak peristiwa gas sarin yang menewaskan ratusan warga sipil di Ghouta di dekat ibu kota pada bulan Agustus 2013. Negara-negara Barat mengatakan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas serangan 2013.

Serangan senjata kimia ini terjadi hanya beberapa hari setelah pada pasukan yang setia pada Presiden Suriah Bashar al-Assad dituduh menggunakan senjata kimia dalam serangan di provinsi Hama. Pihak oposisi menuduh pasukan pemerintah menggunakan ‘bahan beracun’ dalam pertempuran menghadapi para pejuang oposisi.

Sementara itu, Amerika Serikat (AS) menyebut pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad bertanggung jawab dalam serangan gas beracun di Provinsi Idlib, Suriah ini. Gedung Putih mengatakan insiden itu merupakan tindakan tercela dan tidak dapat diabaikan oleh dunia yang beradab.

“Tindakan keji oleh rezim Bashar al-Assad adalah konsekuensi dari kelemahan administrasi masa lalu dan keraguan,” kata juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer, seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (05/04/2017).


sumber : hidayatullah DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment