Ekspansianisme Persia Versi Erdogan Apakah Nyata?


Presiden Recep Tayyip Erdogan kembali menarik perhatian selama pidatonya di pertemuan International Peace Institue di Bahrain dalam kunjungan tiga harinya ke kawasan Teluk.

Menlu Iran bereaksi sambil mengisyaratkan bahwa Turki sedang mendorong terorisme.

Kami telah membicarakan ekspansionisme Persia di kawasan Timur Tengah selama bertahun-tahun. Iran telah menggunakan sekte Syiah sebagai payung untuk mempromosikan ekspansioniems Persia dan sayangnya telah mengeksploitasi para pengikut Syiah Arab di Teluk dan beberapa tempat lainnya untuk mendukung ambisi tersebut.

Iran telah menduduki tiga pulau yang menjadi milik Uni Emirat Arab di Teluk Hormuz, yang menjadi penanda jelas ambisi Persia di kawasan ini. Iran dapat dikatakan ingin mengendalikan jalur minyak di Teluk dimana 20 persen jalur minyak dunia melewati kawasan tersebut.  Namun, ketika Iran mulai terlibat dalam kerusuhan di Bahrain dengan mendorong para pemeluk Syiah di negeri untuk memberontak, maka tindakan ini dapat dikategorikan sebagai ganggung yang tidak dapat diterima.

Kenyataannya bahwa para jenderal Iran dan anggota Garda Nasional secara aktif terlibat di Irak kedalam derajat gangguan kepada politik internal negara lain menjadi bentuk pamer kekuataan.

Tidakkah Iran juga berada dibelakang para militan Syiah di Yaman? Tidakkah para militer Iran menyerang kapa Saudi dengan misil dan bahkan ibukota Riyadh dari wilayah Yaman. Tidakkah pelbagai misil yang dipergunakan berasal dari Iran? Ada rumor yang beredar jika Bashar Assadpun merasa khawatir atas pengaruh Iran di Suriah sehingga dia mengundang Rusia untuk menyelamatkan rejimnya dari genggaman ekspansionisme Persia.

Apa yang Iran lakukan di kawasan ini  memperkeruh dan memecah belah Muslim. Mereka menggunakan sekte Syiah untuk memperkuat tujuan mereka, yang membentuk gambaran bahwa Muslim Sunni dan Syiah sekarang sedang terlibat dalam perang regional.

Kenyataannya ini bukan masalahnya. Syiah dan Sunni sama-sama memiliki kesadaran bahwa Islam sedang diserang dari semua sisi, namun Iran dalam kenyataannya bekerjasama dengan orang-orang yang sedang menghancurkan Islam.

Turki tidak memusuhi Iran. Ankara telah membela Iran ketika diserang Barat. Turki memediasi kesepakatan nuklir antara Iran dengan negara-negara Barat. Turki menghormati rejim Teheran dan tidak pernah terlibat dalam perjanjian baik rahasia maupun terang-terangan melawan Iran. Turki menganggap rakyat Iran sebagai saudaranya, khususnya karena ada populasi Iran atau Azari di Turki. Turki tidak pernah mensponsori aksi terorisme melawan Iran, namun kita melihat beberapa kali elemen-elemen di Iran bekerjasama dengan PKK dalam rangka mengobarkan pemberontakan di Turki.

Maka ketika Presiden Erdogan membicarakan tentang ekspansionisme Persia yang tidak hanya merusak stabiliras kawasan namun juga merusak citra baik Islam. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment