“Ayo Ingat Mati Pak Kapolri! Kriminalkan Donasi GNPF MUI Berarti Kriminalkan Seluruh Umat Islam”


Peringatan keras dilontarkan Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Fahmi Salim Zubeir terkait pemeriksaan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Ustadz Bachtiar Nasir soal donasi GNPF MUI.

“Ayo ingat mati Pak Kapolri dan Kabareskrim. Dengan kriminalkan Donasi GNPF MUI Anda berarti mengkriminalkan seluruh umat Islam. Ingat dosa!” tegas Fahmi Salim di akun Twitter ‏@Fahmisalim2.

@Fahmisalim2 menyertakan poster yang memuat pernyataan pengacara Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, Kapitra Ampera. Kapitra menegaskan, uang di rekening yayasan bukan dari kejahatan. Uang di dalam rekening yayasan adalah sumbangan dari umat.

“Uang hasil sumbangan dari para donatur bukan uang haram hasil kejahatan. Ini pakai logika saja ya, yang namanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu uang hasil kejahatan. Banyak sekali masyarakat (donatur) ada juga yang datang langsung. Ini soal spirit of Islam, enggak bisa dihalangi,” tegas Kapitra Ampera.

Pada kesempatan lain, Kapitra Ampera juga menegaskan, dana yang dikelola oleh GNPF MUI dapat dipertanggungjawabkan. GNPF MUI mempunyai audit internal.

Menurut Kapitra, GNPF MUI, yang bukan merupakan sebuah organisasi, mempunyai audit internal untuk mempertanggungjawabkan anggarannya. Hal itu dilakukan juga sebagai bentuk pertanggungjawaban moral.

Polisi telah menetapkan seorang pegawai Bank BNI Syariah, Islahudin Akbar, menjadi tersangka TPPU, karena telah mencairkan dana yayasan.

Soal ini, Kapitra membantah Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir, punya hubungan dekat dengan Islahudin. Perbuatan pegawai bank yang dipermasalahkan polisi juga dianggap tidak ada hubungannya dengan kliennya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menjerat Islahuddin dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, Pasal 5 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Yayasan, dan Pasal 69 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

‏@Fahmisalim2 pun menulis: “Ingatlah kematian wahai para pejabat yang terus kriminalisasi ulama dan umat Islam. Anda mati butuh ulama. Ulama mati tidak butuh pejabat. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment