Gara-gara Petisi Gadis Ini, Pepsi Hilangkan Bahan Berbahaya dari Produknya


Sarah Kavanagh (17 tahun) menyadari ada sesuatu yang salah di label sebuah minuman. Iapun membuat petisi online. Akhirnya Coca-Cola dan PepsiCo menghilangkan bahan berbahaya dari produk mereka.

Perjuangan Kavanagh dimulai pada 2012, ketika ia ingin meminum Gatorade varian oranye. Saat itu, gadis asal Hattiesburg, Mississippi, Amerika Serikat ini menyadari bahwa di label minuman tercantum 'brominated vegetable oil (BVO)'.

Setelah menelusuri kata kunci tersebut di internet, ia menemukan bahwa BVO digunakan untuk mencegah perasa minuman terpisah serta agar rasanya enak dan seperti buah. Namun, setelah digali lebih dalam, perusahaan kimia mematenkan bahan aditif tersebut sebagai peredam api pada tekstil dan furnitur.

Menurut artikel di Environmental Health News, terlalu banyak mengonsumsi minuman yang mengandung zat tersebut bisa menyebabkan gangguan saraf. Uni Eropa dan Jepang telah melarang penggunaannya dalam makanan dan minuman.

Sebagai vegan, ia marah dengan temuan ini. Kavanagh lalu membuat petisi di Change.org untuk memperingatkan orang-orang akan bahaya BVO serta menuntut PepsiCo, produsen Gatorade, mengganti bahan produknya.

Ibunya, Carol Kavanagh-Powe, pun langsung berhenti sebagai koordinator kantor di pusat distribusi PepsiCo. Selain itu, petisi Kavanagh berhasil mengumpulkan lebih dari 200.000 tanda tangan. Bahkan, kampanyenya diangkat oleh media New York Times pada Desember 2012.

Sebulan kemudian, PepsiCo mengumumkan akan mengganti BVO dengan sucrose acetate isobutyrate yang digunakan di seluruh dunia. Namun, kepada Chicago Tribune, PepsiCo mengaku sudah merencanakan perubahan tersebut sejak lama. Dengan kata lain, bukan kampanye Kavanagh yang menginspirasi mereka.

"Saya agak curiga. Mereka seharusnya mengangkat hal tersebut sejak lama. Tapi, saya bisa apa?" ujar Kavanagh.

Kavanagh lalu tampil di acara NBC's Today. Walikota Hattiesburg, Johnny DuPree, pun menggelar upacara sebagai penghargaan untuk upaya Kavanagh. "Menurut saya, dia tidak mencari ketenaran. Tujuannya adalah agar hidup masyarakat jadi lebih baik. Saya terkesan," kata DuPree.

Setelah PepsiCo mengganti BVO di beberapa produk minumannya, Kavanagh membuat petisi lagi. Kali ini ditujukan kepada Coca-Cola agar bahan aditif tadi dihilangkan dari Fresca dan produk lainnya.

Pada Senin (05/05/2014), Coca-Cola mengumumkan akan berhenti menggunakan BVO dan menggantinya dengan sucrose acetate isobutyrate atau glycerol ester of rosin yang biasa dipakai di permen karet.

Menurut Josh Gold dari Coca-Cola, BVO adalah zat yang aman. "Semua minuman kami, termasuk yang menggunakan BVO, selalu aman dan mematuhi peraturan di negara tempatnya dijual," klaimnya.

Gold menekankan, mereka menggantinya bukan karena desakan Kavanagh, melainkan agar bahan alternatif tersebut digunakan secara konsisten di seluruh dunia. Bagaimanapun juga, Kavanagh tetap menganggap ini kesuksesan keduanya.

Saat ini, Kavanagh masih bersekolah di Hattiesburg High School. Di sana, ia tergabung dalam tim debat yang akan mengikuti kejuaraan negara bagian. Topik yang diangkat adalah program pengembangan di India, dan mereka memilih menekankan aspek lingkungan daripada ekonomi.

Tahun depan, Kavanagh akan lulus SMA dan berencana memelajari hubungan internasional di University of Mississippi. Lantas, apakah ia akan menjalankan kampanye lain?

"Siapa tahu? Jika saya menemukan bahan lain yang tak sehat, mungkin saja akan ada petisi lain," tutupnya, seperti diberitakan BBC (detik). DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment