Cara Kader PKS Menyikapi Kritik


By: Nandang BUrhanudin
*****

Nampaknya, segala hal yang berkaitan PKS, selalu bikin "Jess". Terkadang "pemain baru" di dunia maya, supaya "di-poke" dan mendapat perhatian kader PKS, ia melakukan 3 hal:

1. Pujian tentang PKS yang terlewat batas.
2. Kritikan tentang PKS yang di luar batas.
3. Bantahan atas kritik tentang PKS yang kebablasan.

Sebagai kader yang terbina baik dalam bingkai tarbiyah, tentu 3 model di atas adalah perilaku yang tak baik untuk diikuti. Terlalu benci dan terlewat suka, adalah hal yang membikin "daya muhasabah" mandul. Inginnya disanjung terus, padahal jejak hidupnya selalu tersandung. Inginnya mengkritik tak kenal lelah. Padahal pengetahuannya payah. Inginnya terus membantah setiap kritik. Padahal ia lupa, ia sendiri tengah mengalami "krisis".

Memperhatikan 3 model sikap di atas, saya terkesan dengan kawan-kawan kader PKS yang semakin nampak dewasa. Mencintai dan membenci secara proporsional dan profesional. Enggan tergiring pada sikap fanatik berlebihan. Saatnya ada yang keliru -siapapun- ia tak sungkan menjadi guru bagi saudaranya. Saat ada yang terpeleset. Ia rela dihinakan seperti "keset". Karena baginya, PKS adalah asset. Saat membantah, ia tak tertarik untuk digiring kalah. Toch PKS adalah kumpulan manusia yang bisa saja salah.

Lihat kutipan komentar yang proporsional dan profesional. Saya kutipkan beberapa;

"Terimakasih kritikan anda-anda semua. Karena PKS tersanjung ternyata kalian mencintai PKS....buktinya memberi masukan! Sepahit apapun, kami terima dengan lapang dada!"

"Anda yang mengkritisi. Kami tetap beramal jama'i. Anda berkomentar agar tenar. Kami tetap tegar tak kenal gentar."

"CMIWWW ... Cemungudh eaaaaa .... AYTKTM ... "

Tapi ada yang komentarnya terkesan ilmiah dan bijak. Namun dirasakan pembelaan diri.

"Tolong ya, kalau menasihati jangan via FB atau medsos. Langsung saja ke orangnya. Khawatir namimah dan fitnah .... bla .. bla ..." Nasihat seperti ini nampak lumrah. Giliran yang baik-baik harus disebar dan FB (medoss) dijadikan sarana dakwah. Giliran ada yang negatif, kok jadi overprotective.

Kalau bagi saya. Karena PKS sudah jadi domain publik. Bermain di wilayah politik yang terang benderang. Maka harus siap terpeleset kulit pisang hingga digoyang serangan. Kalau gak mau terpeleset. Tirulah Hizbut Tahrir. Ia pasti tidak akan pernah terpeleset. Karena tidak pernah bergerak! Selain itu, propagandanya tetap sama. "Khilafah!" Kalau tidak berdiri-diri. Tinggal bilang, "Itu Janji ALlah!" DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment