Muslimah Tidak Dilayani Di Pom Bensin Karena Pakai Cadar


Seorang remaja Muslim di negara bagian terbesar kedua di Australia, Queensland, mengeluh karena ditolak untuk dilayani dan dikunci di sebuah toko dalam pompa bensin karena dia memakai cadar.

"Ini sangat mengerikan," kata Hafsah Negussie kepada Courier Mail, hari Senin, 29 April sebagaimana dilansir onislam.net.

"Saya orang Australia, saya lahir dan besar di sini, saya tahu hak-hak saya."

Kasus ini sebenarnya terjadi pada Desember tahun lalu ketika Negussie, yang mengenakan cadar, mencoba untuk membayar di pom bensin Brisbane setelah seorang pekerja menolak untuk melayani dia. Dia juga mengeluh bahwa pintu-pintu dikunci oleh petugas ketika ia berusaha untuk pergi.

Seorang juru bicara perusahaan pompa bensin BP mengatakan bahwa menurut aturan perusahaan pelanggan harus melepas helm, hoodies atau topi besar sebelum mendekati meja kasir.

Namun dia mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak meluas ke pakaian yang berdasarkan aturan agama, mengakui bahwa petugas yang terlibat telah salah mengerti.

"Ini sangat disesalkan dan kami ingin meminta maaf yang paling tulus atas kesalahan ini," katanya.

Namun, ia menolak klaim remaja Muslim itu bahwa ia sempat terkunci di pompa bensin.

"Pelanggan bisa meninggalkan toko setiap saat dia ingin dan tidak ada bukti untuk mendukung   bahwa dia ditahan atau dikunci di toko," katanya.

Pada tahun 2011, negara bagian New South Wales mengesahkan undang-undang yang meminta untuk melepaskan cadar untuk tujuan identifikasi hukum, sementara negara bagian Queensland tidak memiliki aturan mengenai hal itu.

Polisi mengatakan mereka akan meninjau mengapa remaja Muslim itu tidak mengajukan keluhan ketika insiden itu terjadi pada bulan Desember.

"Versi penjaga toko tidak cocok dengan versi korban," kata Detektif Inspektur Rod Kemp.

"Dan karena terjadi pada bulan Desember, tidak ada CCTV, tidak ada saksi independen untuk itu. Operator  mengatakan tidak pernah ada peristiwa dia menahan orang atau mengekang haknya dan dia mengatakan itu adalah sengketa pembayaran."

Mengeluh karena polisi mengabaikan kasusnya, Negussie membawa keluhannya kepada Komisi Anti-Diskriminasi Queensland.

"Dia dirampas kebebasannya dan cukup trauma dengan kejadian ini dan penolakan BP atas kejadian tidak membantu masalah ini," kata pengacara HAM Sabrina Khan Ismail.

Muslim, yang telah berada di Australia selama lebih dari 200 tahun, membentuk 1,7 persen dari 20 juta penduduknya. [muslimdaily] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment