Pasca Pembubaran, #SaveUstadzFelix Langsung Menempati Trending Topic


Jakarta – Pembubaran kajian remaja Islam dengan pemateri ustadz Felix Siauw di Malang pada Ahad (30/04) kemarin, langsung menyita perhatian warga dunia maya. Mereka ramai-ramai memberi dukungan kepada ustadz yang juga aktif di media sosial dengan membuat tagar #SaveUstadzFelix.

Sejak Ahad malam hingga pagi hari ini, Senin (01/05), pukul 09.00, tanda pagar tersebut menempati urutan pertama trending topik di Twitter. Banyak para netizen yang menyesalkan tindakan polisi yang membubarkan kajian dengan tema ‘Cinta Mulia’ tersebut.

“Maksiat di bubarkan, kajian Islam tentang Zina dibubarkan, #SaveUstadzFelix,”cuit @Dwilivia.

Hal senada juga diungkapkan oleh pemilik akun @Arief Efendi.

“Emang Pengajian ttg Pergaulan Bebas dan Bahaya Zina itu buruk ya? Bapak waras? tulisnya.

Selain itu akun @Ika_Noerkidha juga menyayangkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan bahwa kajian Ustad Felix jauh sekali dari urusan politik, tapi menyadarkan anak-anak muda untuk menjaudhi maksiat.

“Temanya jauh sekali dari urusan politik, tapi mengajak anak2 muda menjauhi maksiat, salahnya dimana ?? #SaveUstadzFelix,”tulisnya.

Komentar pedas juga diungkapkan pemilik akun Nurul Noerizh. Dia menyayangkan tindakan polisi yang lebih loyal menjaga acara konser dangdut, daripada kajian Islami yang menjauhakan remaja dari kemaksiatan.

“Kajian Remaja Islam dibubarkan paksa tapi dangdutan maksiat malah dijagain. #SaveUstadzFelix,” ujarnya.

Sebelumnya, ustadz Felix Siauw mengatakan bahwa alasan pembubaran tersebut karena polisi mendapat tekanan dari ormas tertentu yang meminta agar kajiannya dibubarkan.

“Mereka yang akhir-akhir ini terkenal membubarkan pengajian dan juga ormas-ormas yang berpihak pada kasus penistaan agama kemarin,” jelas ustadz Felix.

Kiblat DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment