Aksi 55 Jalan Terus, Habib Rizieq Minta Umat Islam tak Lelah Jaga Indonesia


Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab meminta umat Islam untuk tidak lelah menjaga Indonesia, salah satunya dengan turut turun ke jalan dalam rangka aksi yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Meski dirinya tak ikut aksi karena sedang umrah, dia berharap aksi yang akan digelar pada Jumat (5/5/2017) tersebut diikuti lebih banyak umat Islam.

“Saya tak ikut aksi, dengan coba ditangkap oleh aparat, pada aksi tanggal 28 April lalu, saya dipanggil, tujuannya ditekan supaya aksinya gagal, begitu juga tanggal 5 besok, supaya aksinya gagal, bagi saya ini tak masalah, saya ditangkap, dipenjara, dibunuh tiak masalah, yang jadi persoalan ini perjuangan tim, jika saya disandera, saya khawatir teman-teman yan bergerak nanti melemah,”jelasnya saat memberikan keterangan di sela ibadah umrah di Mekkah, Selasa (2/5/2017) kemarin.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Habib Rizieq ini berharap aksi 55 tetap jalan meski tanpa dirinya.

“Saya gak mau isu itu terjadi, gak ada urusan, aksi jalan terus, supaya mereka tahu ini bukan kerjaan saya sendiri, ini kerjaan ulama, habaib, begitu aksinya tanggal 28 sengaja saya cabut umroh, dan berharap tanggal 5 lebih banyak yang turun, menegakkan keadilan. Kita tak akan pernah mundur apapun yang terjadi siap jaga Indonesia, siap dibelakang komando habaib ulama, takbir,”paparnya.

Habib Rizieq juga menceritakan seputar teror dan penangkapan yang terus dialami dirinya dan para ulama jelang aksi menegakkan keadilan penistaan agama.

“Ada orang-orang di sekitar kita yang membocorkan penembakan tersebut. Saya tak mau disandera untuk membatalkan aksi tgl 28 atau tanggal 5 besok, dan Kiyai Khattath ditangkap, saat itu kita ambil alih, kita akan terus berjuang agar beliau dibebaskan. Jadi jangan satu dua kiai ditangkap, perjuangan menegakkan yang haq kita akan berhenti,”ungkapnya.

Sebagaimana diketahui GNPF-MUI kembali akan melakukan aksi pada hari Jum'at besok, 5 Mei 2017, atau Aksi 55. Aksi GNPF MUI ini dalam rangka mendukung independensi hakim dalam menegakkan hukum seadil-adilnya atas kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama yang akan divonis pada 9 Mei 2017.

"Aksi Bela Islam 55 ini diselenggarakan resmi oleh GNPF MUI , untuk menuntut terdakwa Basuki divonis seberat-beratnya," kata Wakil Ketua GNPF-MUI, KH Misbahul Anam, Selasa (2/52017).

“Islam 55 berada di bawah komando GNPF MUI dan didukung oleh ormas-ormas Islam lainnya. Aksi Bela Islam 55 ini merupakan suara hati Umat Islam, yang berharap agar penegak hukum bersikap netral & tidak berkubu," tegas KH Misbahul Anam. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment