Buni Yani: kalau ngetwit pagi tak ada buzzer karena mereka tak salat subuh

Penyebar video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pulau Pramuka, Buni Yani mengaku cuitannya di akun Twitter pada pagi hari tidak direspons buzzer. Pasalnya mereka belum bangun karena tak salat subuh.

“Kalau ngetweet pagi jarang ada buzzer yg caci maki. Kalian belum bangun ya karena tdk ada yg shalat subuh?,” cuitnya yang dipantau hari ini.

Oleh tim hukum Ahok, isu penistaan Al Maidah ayat 51 baru mencuat setelah Buni Yani membagikan video Ahok di sosial media berikut transkipnya. Atas ulahnya, Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka penghasutan isu SARA oleh Polda Metro Jaya. Dia juga sempat diperiksa selama 24 jam, pada Rabu (23/11/2019) hingga hari berikutnya.

Akan tetapi, Buni Yani balik menuding bahwa dirinya menjadi sasaran bullying di medsos akibat ulah Guntur Romli, salah satu timses Ahok-Djarot pada Pilkada DKI yang digelar 19 April lalu.

“Guntur Romli mencuci otak pengikutnya bhw saya memfitnah Ahok. Tak ada yg fitnah Ahok, linguis bersaksi caption saya di fb (Facebook, red) tak ada yg salah,” katanya.

Menurut Buniyani, akibat pelintiran Guntur, dirinya jadi sasaran perundungan di media sosial selama enam bulan terakhir.

DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment