Klaim Jokowi Di Hongkong Bukti Pemerintah Penuh Kebohongan/Hoax


Pernyataan Presiden Joko Widodo dalam forum internasional di Hongkong terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat tidak realistis bahkan memalukan bangsa Indonesia. Jokowi mengklaim bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia ranking 3 dunia.

Setidaknya seorang pengamat ekonomi Jake Van Der Kamp menuliskannya di media South China Morning Post (SCMP) apa yang dikatakan Jokowi itu sebagai silly boasts alias bualan konyol.

Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) Bastian P. Simanjuntak menilai pernyataan tersebut merupakan kebiasaan tim ekonomi dan pencitraan Jokowi, karena pernyataan yang sama juga pernah diungkapkan Jokowi pada saat pelantikan DPP Partai Hanura pada Februari 2017 dan saat menghadiri Farewell Amnesty Pajak di JIExpo Kemayoran pada bulan yang sama.

"Mungkin Jokowi bermaksud membuat negara lain terpesona, namun sayang sebuah kebohongan akhirnya menemukan kebenaran," kata Bastian, Kamis (4/5).

Jelas dia, dan apa yang ditulis Jake Van Der Kamp di SCMP semakin menunjukkan pemerintah saat ini hanya rezim pencitraan bahkan penuh kebohongan.

"GEPRINDO menilai pernyataan Jokowi yang mengatakan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia ranking 3 dunia padahal menurut GEPRINDO pertumbuhan ekonomi Indonesia di peringkat 3 diantara G-20 bukan di peringkat dunia. Sedangkan berdasarkan data IMF World Economic Outlook pada kuartal keempat 2016, Indonesia berada di peringkat 35," ujar Bastian.

Untuk itu, pemerintah didesak meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, mengklarifikasi melalui tim ekonomi atau Menkeu Sri Mulyani. [opinibangsa.id / rmol] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment