Menolak Lupa, Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Belum Tuntasnya Kasus Siyono


Jakarta – Kasus Siyono yang telah berlalu satu tahun mendapat perhatian banyak pihak, tak terkecuali Pemuda Muhammadiyah. Akun twitter pribadi Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak pun mengingatkan peristiwa tersebut.

“Ternyata tepat tanggal 8 Maret Ini, Siyono meninggal ditangan Densus 88, yg awalnya disebut melawan, fakta autopsi justru penyiksaan,” tulis Dahnil di akun twitternya, @Dahnilanzar pada Rabu (08/03).

Tweet Dahnil juga mendapat reaksi positif dari kalangan netizen. Akun @masjepe2 meminta agar Pemuda Muhammadiyah terus memperjuangkan keadilan bagi rakyat kecil.

“Salut bang…terus perjuangkan keadilan bagi rakyat kecil…semoga Allah binasakan mereka yg bertindak dholim…,” ujarnya.

Selain itu, akun @sidiqcahyono mendoakan semoga Siyono mati dalam keadaan syahid. “insyaallah alm. Siyono syahid……semangat bang @Dahnilanzar perjuangkan terus keadilan..pantang mundur,” tulisya.

Dahnil juga mengatakan bahwa uang seratus juta dari Densus ke keluarga Siyono sudah diserahkan ke KPK bersama Koalisi Masyarakat Sipil. Pihaknya akan tetap menagih penyelesaian.

“Kasus Pidananya sdh kami laporkan ulang di Polres Klaten, skrng gelap. Uang 100 juta dugaan suap, di KPK, sy dkk Akan tagih penyelesaian,” tukasnya.

Diketahui, Siyono warga desa Brengkungan, Cawas, Klaten ditangkap Densus 88 dalam kondisi sehat atas dugaan terkait terorisme. Namun, tak lama kemudian dia dipulangkan dalam kondisi tak bernyawa. Hasil autopsi yang dilakukan tim independen Komnas HAM dan Muhammadiyah menyebutkan, Siyono meninggal karena sejumlah patah tulang di bagian dada yang menyebabkan pendarahan di jantung. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment