Manbij Menjadi Teka-Teki Besar di Suriah


Manbij, sebuah kota Arab Suriah, berhasil direbut oleh milisi Unit Pelindung Rakyat Kurdi (YPG) sekitar setahun lalu dari ISIS dan sejak itu kurdi berafiliasi dengan PKK mengendalikan penduduk setempat, yang didominasi oleh orang-orang Arab, dari pemukiman dan menggantikan mereka dengan bangsa Kurdi.

Pada saat itu Turki belum memulai operasi Euphrates Shield untuk membersihkan daerah perbatasan dari ISIS, tetapi telah memperingatkan Amerika bahwa perebutan kota tersebut, yang terletak di sebelah barat Sungai Eufrat, tidak dapat diterima. AS meyakinkan Ankara bahwa Kurdi adalah bagian dari Pasukan Demokratis Suriah (SDF) yang akan membebaskan kota dan kemudian menarik diri keluar dan kembali ke timur Eufrat.

Hal tersebut tidak pernah terjadi. Sebaliknya, Kurdi menetap di Manbij dan dengan mudah mendorong bangsa Arab dan Turkmen untuk keluar dari kota. AS hanya tetap menjadi penonton dalam permainan ini.

Setelah perebutan kota Arab Suriah yaitu Al-Bab dari ISIS dengan bantuan Tentara Pembebas Suriah (FSA), Turki mendeklarasikan bahwa targetnya adalah membersihkan Manbij dari geng Kurdi dan mengembalikan kota tersebut kepada pemiliknya yang sah, yaitu orang-orang Arab. Pasukan Turki dengan bantuan FSA berhasil merebut dua desa di sebelah barat Manbij.

Namun, YPG memainkan permainkan menakutkan dan memalsukan kesepakatan dengan Rusia untuk menyerahkan Manbij dan sekitarnya untuk rezim Bashar Assad. Mereka menyerahkan desa di sebelah barat Manbij kepada pasukan rezim Assad dan Rusia, tetapi kemudian di sebuah langkah yang mengejutkan, mereka menyatakan akan tinggal di Manbij dan AS menempatkan 500 tentara di kota tersebut untuk melindungi geng YPG. Dengan begitu, mereka membuat sebuah zona penyangga antara mereka sendiri, tentara Turki, dan FSA di Manbij.

Lalu apa yang terjadi pada deklarasi Rusia bahwa Kurdi harus pergi dari Manbij dan menyerahkan kota tersebut kepada rezim? Mengapa Amerika sebagai ‘sekutu’ pindah ke Manbij untuk melindungi kurdi dari ‘pasukan asing’ selain ISIS? Apakah Amerika melindungi kurdi dengan melawan sekutu NATO mereka, Turki?

Apa yang terjadi dengan janji Amerika bahwa Kurdi akan mengosongkan Manbij dan kembali ke sebelah timur Eufrat?

Alurnya menebal dan teka-teki ini semakin rumit.

Situasinya menjadi sangat sensitif sehingga dalam sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, para pemimpin militer Turki, AS, dan Rusia berkumpul di kota Antalya di Turki pada Selasa untuk mencegah bentrokan antara pasukan mereka di dalam dan di sekitar Manbij, al-Bab dan Raqqa.

Sementara itu Donald Trump mencoba untuk ‘bergulat’ dengan laporan yang disajikan kepadanya oleh Pentagon yang memberikan berbagai pilihan untuk AS untuk ‘membebaskan’ Raqqa. Pentagon dilaporkan mengatakan kepada Trump bahwa mereka harus menggunakan militan Kurdi yang berafiliasi dengan teroris PKK untuk melakukan pekerjaan itu. Itu karena PKK dianggap sebagai organisasi teroris oleh Washington.

Dari semua fakta ini jangan lupakan bahwa Presiden Administrasi Regional Kurdi Iraq, Masoud Barzani, sekutu Turki dan AS bertentangan dengan teroris YPG dan PKK dan mengatakan bahwa mereka akan melawan pergerakan kurdi demokratis Suriah. Sekali lagi alurnya menebal dan semuanya menjadi semakin rumit.

İLNUR ÇEVIK (Daily Sabah) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment