Jejak Yahudi di Indonesia


Dengan kepercayaan mereka yang menyatakan bahwa mereka adalah bangsa pilihan Tuhan, tidak heran Yahudi selalu berusaha memperbudak bangsa lain, menghancurkan kesejahteraan umat manusia, termasuk kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya di negara-negara yang mereka tempati.

Tentu saja dalam hal ini bangsa Indonesia tidak lepas daripadanya. Orang-orang Yahudi memasuki Indonesia seiring zaman kolonialisme Belanda. memang tidak mudah melacak jejak Yahudi di negara Muslim seperti Indonesia, apalagi gerakan Yahudi ini sangat rahasia.

Peran bawah tanah yang dilakukan oleh organisasi-organisasi rahasia Yahudi telah menjadikan gerakan mereka sulit diidentifikasi secara nyata. Namun demikian, dalam kasus Indonesia, jejak-jejak gerakan Yahudi itu bisa dilihat dari beberapa bukti. Misalnya eksistensi maskapai perdagangan di Hindia Belanda yaitu VOC, Boedi Oetomo, loji-loji di beberapa kota, dan sebagainya. Aktivitas orang-orang Yahudi juga sangat halus, umumnya berkedok kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti yang dapat dilihat dari perkumpulan Rotary Club dan Lions Club. Namun sasaran dan tujuannya sangat jelas, yaitu meniadakan umat lain.

Pada masa sekarang, aktivitas mereka juga dilakukan melalui sejumlah lembaga internasional, termasuk IMF. “Entah suatu negara sibuk dengan kekacauannya sendiri, atau perselisihan internal membawanya berada di bawah kekuasaan musuh dari luar, bagaimanapun hal itu dapat dipandang sebagai kekalahan yang mutlak suatu negara.

Dominasi kekuatan modal, yang sepenuhnya berada di tangan kita, mengulurkan tangannya ke negara tersebut, yang mau tidak mau, harus diambil. Jika tidak negara tersebut akan tenggelam. Tak heran jika orang-orang Yahudi sangat berkepentingan dan menginginkan kebijakan yang merencanakan pembangunan di Indonesia selaras dengan program besar mereka.

Komunitas yahudi di Indonesia kebanyakan Yahudi yang tinggal di Hindia Belanda abad ke-19 adalah Yahudi Belanda yang bekerja sebagai pedagang atau berkerja di pemerintahan dan bersekutu dengan pemerintah kolonial. Pada tahun 1920-an, orang-orang Yahudi berdatangan dari Belanda, Baghdad, dan Aden.

Sekitar tahun 1850-an, banyak keluarga Yahudi Jerman dan Belanda yang menetap di Jakarta. Ada sekitar 20 keluarga Yahudi termasuk pasukan kolonial yang tinggal disana. Pada abad ke-19 dan 20 serta menjelang Belanda hengkang dari Indonesia, ada sejumlah orang Yahudi di Batavia yang membuka toko-toko di kawasan elit di Noordwijk atau Jl. Juanda dan Risjwijk atau Jl. Veteran. Mereka menjadi pedagang sukses yang menjual permata, emas, intan, perak, kacamata, dan barang lainnya. Pusat hiburan elit di Jakarta juga diramaikan oleh pemusik Yahudi Polandia.

Akhirnya Batavia menjadi salah satu kota Yahudi yang terpenting di Asia. Dulu, setiap hari Sabat, mereka berkumpul di kawasan Mangga Besar. Mereka umumnya mengaku sebagai warga negara Belanda. Ada pula yang menyatakan bahwa pada tahun 1930-an dan 1940-an jumlah warga Yahudi di Jakarta sangatlah banyak hingga bisa mencapai ratusan orang.

Karena pandai berbagasa Arab, mereka sering dikira keturunan Arab. Pada tahun 1950-an, komunitas Yahudi muncul di Surabaya. Bahkan hingga tahun 1970, masih ada sejumlah keluarga Yahudi di Indonesia. sekarang orang-orang Yahudi Irak yang tiba di Indonesia sejak lebih dari satu abad yang lalu untuk berdagang rempah-rempah masih menetap di Surabaya.

Bisnis yahudi di Indonesia hingga saat ini pun masih mengurita. Bisnis Yahudi ini antara lain bisa dilacak pada kepemilikan sejumlah perusahaan dalam berbagai bidang usaha, baik swasta maupun BUMN. Tak heran jika sebagian besar saham di dalamnya dikuasai oleh Yahudi. Indosat dan Sampoerna (perusahaan rokok), merupakan bukti masuknya Yahudi di Indonesia.

Ranah bisnis Yahudi di Indonesia bisa dilihat antara lain pada media televisi. Media massa Indonesia tidak luput dari incaran Rupert Murdoch, raja media massa dunia. Melalui Star TV, ia masuk ke stasiun televisi Indonesia. Murdoch sendiri sudah memiliki tiga siaran televisi terbesar dunia, ABC, CBS dan NBC. Sementara itu, kelompok usaha swasta asal Israel, Merhav Group, menanamkan investasinya pada pengembangan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel dengan perusahaan budi daya tanaman jarak pagar di Kupang, NTT, dengan modal sekitar Rp. 6 triliun. Demikian Yahudi berusaha mencengkeram dunia dengan segala aktivitas politik dan ekonominya. Saat ini dapat dilihat bahwa perusahaan-perusahaan raksasa berada dalam genggaman mereka seolah denyut nadi dunia sudah berhasil mereka kuasai.

Namun selama bumi masih berputar, dunia dan sejarah kemanusiaan akan mengikuti tiada henti. Jatuh bangun peradaban manusia pun silih berganti. Adakalanya suatu umat tertentu meraih posisi puncak di atas umat-umat lainnya. Ia tampak mengendalikan orang-orang dan mendiktekan kea rah kehidupannya dalam berbagai sendi. Namun, adakalanya ia terpaksa harus mundur dan menyerahkan tongkat kejayaan kepada umat lain dengan berbagai sebab yang disebabkan tangan mereka sendiri. Kini kita menanti saat-saat keayaan itu kembali ke tangan umat Islam. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment