Cara Kerja Dinas Spionase Yahudi


Untuk memenuhi targetnya, warga Yahudi pun mengkoordinasi mayoritas grup-grup hiburan, tarian-tarian telanjang, dan perjudian, baik tingkat lokal maupun internasional. Target-target yang ingin mereka capai, diantaranya,

Pertama, menjaring promotor grup untuk dijadikan spion (mata-mata).

Kedua, menghancurkan dan mengalihkan aktivitas masyarakat non-Yahudi dari aktivitas politis, ekonomis, dan sosial ke bidang hiburan dan penyelewengan.

Ketiga, menggiring manusia agar menanggalkan hakikat kemanusiaannya demi kemudahan kontrol.

Keempat, mendukung kandidat-kandidatnya untuk duduk di pemerintahan atau departemen, kemudian memperbudaknya.

Kelima, memanfaatkan skandal-skandal pribadi sebagai sarana memeras orang yang bersangkutan.

Ancaman terbesar dari sepak terjang Yahudi adalah menjamurnya agen-agen spionase yang mereka pasang dengan topeng delegasi diplomatik, negosiator, para pakar, konsultan, maupun budayawan.

Spion-spion tersebut berkeliaran di kedutaan-kedutaan asing berbagai negara untuk mengorek informasi, baik dengan terjun langsung maupun memperalat warga negara setempat.

Yahudi pun berhasil mendominasi berbagai kemewahan dan hidup glamor untuk mengeruk kekayaan orang lain. Yahudi juga yang mendukung butik-butik pakaian wanita dan pria seluruh dunia lewat karya-karya perancang mode Yahudi terkenal, seperti Max Vactor dan yahudi-yahudi lainnya. Dengan rancangan yang memamerkan lekuk-lekuk tubuh, mereka mengklasifikasikan rancangannya sesuai dengan situasi dan kondisi ketika pakaian itu digunakan, misalnya untuk malam hari, pagi hari, atau sore hari. Yang jelas, pakaian--pakaian tersebut mampu menyibukkan kaum wanita dan mampu menyedot kekayaan yang kemudian mengalir ke kantong-kantong Yahudi.

Selain itu, Yahudi pun mendirikan gedung-gedung untuk menggelar berbagai proyek seni, seperti nyanyian, kontes ratu kecantikan, atau kontes musik. Proyek-proyek olah raga seperti sepak bola, reli mobil, dan lain-lainnya pun mendapatkan dukungan Yahudi. Sementara itu, para pemimpin yang terpengaruh terkotak-kotak dalam berbagai partai dan saling bunuh. Dalam satu keluarga, dapat terjadi sang ayah yang asyik mengikuti acara televisi, anak-anak bergerombol membentuk gang tertentu dan sang ibu sibuk dengan pertemuan-pertemuan. Sang ayah menjagoi bintang lapangan dan sang ibu terkagum-kagum pada bintang film. Sementara itu,

Yahudi tidak pernah menggandrungi sesuatu kecuali satu hal, yaitu berdirinya Israel Raya dengan berbagai cara.

 Dengan begitu, Yahudi telah berhasil merealisasikan program kerja No. 3 mereka, yaitu: "Mereka akan kita sibukkan dengan pelbagai jenis hiburan dan perjudian di tempat-tempat hiburan, kompleks-kompleks pelacuran .... Melalui media-media informasi, kita harus mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam aktivitas seni dan olah raga.  Hal itu akan memalingkan mereka dari konflik yang terjadi antara kita dengan mereka. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment