MAU MEMBANTU KO' BAWA BENDERA PARTAI ....?


“Yang begini nih yang saya ga suka…!” Sungut Parjo ketika membuka akun FB nya..
“Ada apa sih ente pagi-pagi gini sudah nyolot?” Jawab pak Mahmud yang ada di sampingnya.
“Ini nih lihat… partai yang satu ini, kemana-mana bikin pelayanan sosial bawa-bawa bendera partai, ketahuan banget maksudnya.” Ujar Parjo dengan nada meninggi.
“Emangnya ga boleeeh..” Tanya pak Mahmud santai “Ya iyyaalah… masa iya dong… kalau mau mbantu mesti ikhlas, jangan pake embel-embel.” Jawab Parjo, santai tapi serius.
“Trus, kalo misalnya ada ormas atau yayasan Islam atau yayasan sosial lainnya melakukan hal yang sama gimana?” “Oh, kalau mereka lain lagi. Mereka kan sosial, buat kebaikan umat, ga ada maunya.”
“Tapi kok pake spanduk segala? Mencantumkan nama dan logonya terus disebarin infonya di berbagai media?”
“Ya itu kan buat laporan kerja mereka ke para donaturnya, atau memperkenalkan kerja mereka.”
“Nah, begitu juga dong mereka yang membantu pake spanduk partai, mereka juga butuh laporan, juga butuh memperkenalkan program mereka.”
“Iyaa, tapi kan mereka tujuannya bukan cari pahala, Cuma biar partainya dicoblos di pemilu tahun depan.” Parjo masih panas.
“Ente tahu dari mana mereka ga mau cari pahala? Itu mah urusan hati orang Jo. Ga bisa kita vonis. Perkara selain cari pahala, mereka juga ingin agar partainya dicoblos, dilihat dulu tujuannya apa?”
 “Maksud pak Mahmud?”
“Kalau tujuannya sekedar menang- menangan dan masa bodoh partainya giman, anggota dewannya bagaimana atau karena sudah dapet upah untuk membela partai tertentu, itu jelas memang tidak baik. Tapi kalau dia sudah kenal partainya dipercaya, calegnya juga dia kenal saleh, cerdas dan peduli lalu dengan kegiatan tersebut masyarakat tertarik dan memilih partai atau caleg yang dia percaya tadi dengan harapan dapat membantu masyarakat atau melahirkan kebijakan- kebijakan yang baik, apa itu ga baik?”
“Ente pernah denger ga, ada pemimpin yang mau legalkan prostitusi, menghapus kolom agama di KTP, ada tokoh JIL yg jadi caleg, ga jadi anggot dewan aja sering bikin pusing umat, apalagi jadi anggota dewan. Ada juga tokoh syiah yang suka cela-cela sahabat dan isteri nabi jadi caleg… gimana tuh kalo mereka terpilih?” jelas pak Mahmud.
“Wah, kalo orang JIL atau Syiah, saya siap keluarkan golok dan jurus yang sudah lama saya simpen pak Mahmud.” Jawab Parjo semangat.
“Halaah… sekarang gak zaman keluarin golok dan jurus, itu mah adanya di film doing… bisa-bisa malah ente yang ketangkep polisi. Yang penting sekarang, gimana agar orang yang mengisi bangku DPR dan kursi pimpinan adalah orang- orang bener, peduli, ga korup dan membela agama dan kepentingan masyarakat. Dan itu ga cukup himbauan dan harapan, tapi harus ada langkah nyata. Nah, salah satunya dengan pelayanan dan bakti sosial melalui partai itu.”
“Kalau tujuannya selain mencari pahala dan membantu orang adalah untuk membela yang hak dan kebaikan buat umat serta mencegah orang-orang buruk memegang urusan umat, saya malah nilai pekerjaan mereka berpahala ganda… apalagi kalau ada yang mencemooh, bisa tambah lagi tuh Jo pahalanya karena sabarnya… soalnya dah berbuat baik dicemooh lagi…” jelas pak Mahmud.
 “Tapi pak Mahmud, masalahnya, mereka kalo ga pake nama partai ga bikin acara begituan.. itu kan namanya kerja karena partai..” Parjo masih nyolot…
 “Sekali lagi, hati orang jangan kita vonis. Lihat yang zahir saja. Siapa jamin dia kalau ga bersama partai ga mau kerja. Ente juga seharusnya lihat dari sisi lain. Itu berarti partainya yang harus diacungin jempol, bisa menggerakkan masa yang tadinya tidak mau tergerak melakukan kegiatan sosial jadi tergerak melakukan kegiatan positif yang manfaatnya banyak dirasakan orang. Daripada mereka diam saja kaya kambing bengong, mending ikut kegiatan yang positif, yak kan?” “Nah ente Jo, saya tanya, pernah ga ikut kegiatan sosial seperti itu, baik atas nama partai atau bukan?”
“He he he.. belum tuh pak, tapi saya bukang kambing bengong…” Jawab Parjo sambil nyengir.
“Tuh kan… orang-orang sibuk bekerja dan ambil bagian, ente malah sibuk mempertanyakan dan beri penilaian. Heh Jo… dalam Alquran ga dilarang orang berbuat baik terang-terangan, selama dijaga ikhlas dan tujuannya baik, yang pasti dilarang adalah terang- terangan berprasangka dan mencela orang-orang yang ingin berbuat baik.”
“Iya deh pak Mahmud, sekarang saya paham. Astaghfirullah……Insya Allah nanti saya ikut gabung dah… “

Oleh : Ustadz Abdullah Haidir, LC DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: