Prabowo dan Misteri 'Kedaulatan Negara' di Pabrik Kertas PT KIANI


Oleh: Hazmi Srondol
*Kompasianer

Entah berapa kali saya menerima pesan BBM broadcast dengan pertanyaan "apa prestasi Prabowo?". Pertanyaan yang juga saya terima dari salah satu rekan sejawat di kantor tempat saya berkerja. Pertanyaannya malah semakin dipertajam dengan kata-kata 'selain mantu Soeharto'.

Duh, rasanya tidak mungkin saya membahas soal prestasi selama karir militernya yang selalu juara setiap pelatihan, perang atau dan lain sebagainya. Namanya juga prajurit, setiap tugas--semuanya memang sudah harus diselesaikan dengan baik dan sempurnya. Tidak terlalu penting dicatat dalam sejarah.

Dan rasanya agak tidak lazim saja dibandingkan dengan Jokowi yang sudah pernah menjabat sebagai walikota dan gubernur. Dibandingkan dengan bu Risma pun sepertinya juga tidak mungkin. Keduanya sudah punya wewenang sebagai pejabat untuk menyelesaikan masalah di wilayahnya.

Tapi baik, walau saya sedikit khawatir tulisan ini membuka rahasia negara, tapi saya rasa masyarakat Indonesia perlu tahu apa prestasi Prabowo yang besar bagi negara ini walau saat itu tanpa menjabat posisi apa pun di pemerintahan. Tanpa punya wewenang apa pun!

Dan salah satu contoh kecil adalah membebaskan Wilfirida. Dengan kedekatannya dengan Mahatir Muhammad, Anwar Ibrahim dan PM Malaysia sekarang, Prabowo mampu mendesak agar Wilfirida dibebaskan. Bahkan saya kagum cara berfikir strategisnya yang lebih baik mencari pengacara terbaik negara tersebut untuk membebaskan Wilfrida daripada membayar mahal menyogok milyaran untuk membebaskan BMI tersebut.

Kalau akhirnya ada yang koar-koar merasa lebih pahlawan dan melarang di politisasi, ya monggo. Ambil saja prestasinya. Orak pathek'en saya rasa untuk sekelas Prabowo. Yang penting, dengan kedua tangannya sudah ada pahala berbuat baik kepada sesama mahluk Allah. Tak perduli seagama atau bukan.

Nah,

Bagi saya pribadi, salah satu prestasi terbesar dari Prabowo adalah membeli pabrik kertas KIANI di Kalimantan Timur.

Mungkin sekilas banyak yang nyinyir, gituan kok dianggap prestasi. Di demo pula ama karyawannya gegara (katanya) belum bayar gajinya. Hadeh!

Padahal, kalau kita mau sedikit cermat, masalah tidak produksinya PT Kiani yang membuat karyawannya dihentikan sementara karena ya gegara selama ini sebelum dibeli Prabowo mereka memakai kayu 'spanyol' alias separo nyolong.

Dan di era Prabowo dilarang, mereka diminta menunggu sampai pohon yang mereka tanam sendiri di lahan konversi mereka sendiri tumbuh dan siap panen. Itu pun tanpa pemecatan atau di ganti outsourcing. Hanya tidak diminta masuk kerja tapi tetap digaji. Hal ini pun saya rasa masih masalah ecek-ecek untuk diangkat dalam tulisan.

Karena menurut saya, yang lebih penting untuk diketahui di sana adalah adanya dua buah bangunan yang sangat menarik perhatikan. Coba saudara-saudara cek di wikimapia atau google maps lokasi PT KERTAS NUSANTARA di daerah Mangkajang, Kaltim.

Saya rasa, yang paham soal pertahanan negara atau sewaktu SD sedikit perhatian dengan pelajaran wawasan nusantara saat penataran P4 akan terkejut.

Bayangkan, disebuah pabrik kayu nun jauh di utara Kalimantan. Di sebuah tempat yang dikelilingi oleh hutan belantara terdapat landasan pacu dan pelabuhan laut (dermaga) kapal peti kemas...!

Setelah saya cek di google, ternyata bandara ini bernama "Lungsuran Naga Airport". Bandara dengan panjang 1700 meter dan terbuat dari beton, spesifikasi yang memungkinkan pesawat sekelas Boeing 737 dan Hercules mendarat disini. Bandara ini pun sebenarnya pernah diminta oleh pemprov di sana untuk dijadikan bandara komersial dan ditolak oleh Prabowo.

Paham maksudnya?

Ya artinya, daripada PT KIANI dibeli JP Morgan Amerika atau Singapore, lebih baik Prabowo ambil alih dengan segala kekuatan finansialnya tahun 2004. Lha kan gawat jika bandara dan dermaga di Kiani ini dijadikan Pangkalan militer oleh bangsa asing dan tetangga. Karena mungkin memang desaignnya untuk pangkalan rahasia di zaman pak Harto.

Lha makin terjebak kita di kepung oleh Amerika. Lha wong dari kejadian tragedi pesawat MAS MH370 pun baru terkuak ada bandara pulau kecil sebelah barat Indonesia bernama DIEGO GARCIA. Pulau yang penduduknya hanya berisi tentara AS dan Inggris.

Nah, jadi paham kenapa dulu Prabowo pernah menjawab pertanyaanku dengan jawaban "demi kedaulatan negara" saat kutanya soal pembelian pabrik kertas ini. Yang awalnya kukira hanya sekedar faktor ekonomis belaka.

Jadi, sekali kembali ke pertanyaan lewat BBM broadcast tersebut, silahkan bandingkan prestasi calon lain yg sudah mempunyai 'kewenangan' dengan Prabowo yang belum diberi wewenang.

Lha wong belum diberi 'kewenangan' saja sudah berprestasi lewat kemampuan negosiasi ekonomi dan insting militernya. Lha gimana nanti beliau sudah diberi mandat dan wewenang sebagai Presiden RI?

Sekian dan tetap MERDEKA! DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

9 komentar:

  1. Ulasan nggak jelas, hanya opini pribadi ?????

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan masalah opini atau tidak, karena jika airport tersbut di kuasai oleh kawanan yahudi laknatullah, maka indonesia akan di jadikan pangkalan militer.. karena mulai dahulu sampai entah kapan yahudi dan sekutunya akan menguasai asia tenggara termasuk Indonesia, sepertinya anda lebih senang menjadi budak yahudi di tanah sendiri dibanding menjadi patriot dalam membela NKRI.....

      Delete
  2. Hmmm...
    Yg pertama perlu saya perjelas, PT. Kiani Kertas atau sekarang PT. Kertas Nusantara, memang menunggak pembayaran gaji dan sampai sekarang, udah 4 bulan berjalan. belum lagi jiwasraya, jamsostek, reimburstmen, dan kalau ga salah, pajak juga. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena saya salah satu karyawannya.
    Keterpurukan kiani diawali tidak kompaknya jajaran BOD di Jakarta dan manajemen di mangkajang. Itu saya simpulkan dari cerita para senior di sana. Apalagi per 2010, Prabowo salah pilih (serombongan) orang untuk mengelolanya.
    Saya acungi jempol beliau bisa bebaskan Wilfrida. Tapi justru sulit sekali serikat pekerja kami bertemu langsung untuk menyampaikan keluh kesah.
    Saya rasa, prestasi Prabowo akan semakin lengkap jika ada perhatian yg nyata pada Kiani, sebanding dengan harapannya untuk menjaga kedaulatan negara. (Bahkan kontraktor yg pernah ikut dalam mega proyek Kiani waktu itu, ikut sedih melihat kondisinya saat ini)

    Note:
    1. Dari hampir 1400 karyawan, mungkin ga ada separuhnya yg masih tinggal di sana. Dengan kondisi susah air, hampir tanpa listrik, dan kondisi sekolah yg amburadul. ada juga rumah dinas karyawan yg dibobol maling.
    2. Dermaga peti kemas yg Anda ceritakan, udah mulai amblas lho. Menara ATC seadanya (seberang bangunan di foto Anda), entah gimana kondisinya saat ini. Kanan-kiri runway'nya mungkin udah banyak alang2nya.
    3. Saya sarankan Anda ke sana lagi. Semoga kondisinya lebih baik dari yg saya ceritakan. Oya, kalau hobi mancing, jangan lupa bawa perlengkapannya ya. Minim targetnya ikan gabus di sekitar carpenter lama, sukur2 sempat ngerasakan tarikan Black Bass'nya...

    Dan kalau jadi, saya nitip salam buat teman2 di sana ya...

    ReplyDelete
  3. ngakak. Dia gak punya prestasi, selain memperkuda orang lain. Tentara gagal yang gak pernah ikut perang.

    ReplyDelete
  4. Kpan penulis bisa jalan" ke mangkajang y, tar saya ajak tgal di dormitory kita maen kartu pke lampu emergency, trus bsok paginya kita cari" air buat mandi trus kita mancing ikan dirawa buat mkan siang. Dan penulis bisa rasakan khidupan karyawan disana yang udh ga di gaji.

    ReplyDelete
  5. Prabowo pantas jadi no.1, presidennya no.2..

    ReplyDelete
  6. Udah akui aja klo pak Prabowo emang no 1. Sukses buat Pak Prabowo.

    ReplyDelete