PKS si Anak Singkong, Lalu Siapa si Anak Kingkong?

Oleh : Wijaya Kusumah/Kompasiana

Sedih juga melihat partai keadilan sejahtera (PKS) diobok-obok media arus utama. Sebagai orang yang awam politik dan bukan kader PKS, saya melihat adanya ketidak-adilan. PKS benar-benar menjadi si anak singkong. Dijadikan bulan-bulanan pemberitaan media akhir-akhir ini.

Wong cilik, sedang dikerjai oleh wong licik!

Saya masih menaruh harapan pada partai kader ini. Sistem dan mesin partainya dibuat tanpa ketokohan seseorang. Beda banget dengan partai si anak kingking eh kingkong. Nampak jelas ada figur tokoh di dalamnya. Anda pasti tahu nama partainya.

PKS si anak singkong semoga tak menjadi sombong. Teruslah rendah hati dan memberikan keteladanan. Teruslah berjuang di jalan Allah, dan yakinlah bahwa di dalam kesulitan itu pasti akan ada kemudahan.

Biarkan media arus utama tak berpihak, dan teruslah menciptakan informasi yang benar di dunia maya. Jangan pernah memfitnah, apalagi menghujat orang lain. Lebih baik perbanyak saja introspeksi diri. Ingatlah sifat nabi, Sidiq, Tabligh, Amanah, dan Fatonah.

Cacian dan makian jadikan obat mujarab. Kritik dan saran jadikan panduan untuk berbuat lebih baik. Website PKS Piyungan yang ramai haruslah diisi dengan tulisan yang menyegarkan. Kader PKS harus bisa menulis dan menciptakan infomasi baru di internet. Tulisan harus dilawan dengan tulisan.

Kata harus dilawan dengan kata dan bukan mata. Marah tak pernah menyelesaikan persoalan. Jadilah orang yang arif bijaksana. Satu kata antara perkataan dan perbuatan.

Sebagai seorang blogger yang netral dari belenggu partai, saya tak berkeberatan bila tulisan saya di copas ke website lainnya. Asalkan tetap menuliskan sumbernya, dan mencantumkan nama penulisnya. Bagi saya silahkan saja. PKS si anak singkong harus dibela dari media arus utama yang tidak memihak.

Saya suka tertawa geli bila ada blogger yang menulis kalau Omjay kader PKS. Memang sih kalau dilihat body saya mirip mantan presiden PKS.  Bahkan beberapa teman di sekolah sering menggoda, LHI kok bisa ada di sini? Bukankah lagi ditahan KPK? WKwkwk,…..

Mohon maaf kalau saya menyebut PKS si anak singkong. Semoga tak membuat marah yang membacanya. Ini hanya sebagai perumpamaan saja. Sebab PKS tak punya media yang kuat seperti si anak kingkong. Mereka bisa membayar orang untuk menyebarkan berita dan cerita.

Tetapi percayalah, ada media yang paling kuat dari media yang ada. Media itu bernama Al Amin. Dapat dipercaya!

Jadikan kader PKS menjadi orang yang dapat dipercaya, dan memegang sifat kenabian.  Itulah media yang paling canggih di dunia.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment