Obrolan Dengan Sopir Taksi Tentang Jokowi


Sopir taksi itu sangat lugu. Bersahaja. Tidak seperti pangamat politik LIPI, Ikrar Nusa Bakti. Di mana sudah menjadi corong Jokowi. Bukan lagi pengamat yang memberikan gambaran objektif kepada rakyat.

Ikrar Nusa Bakti hanyalah ingin menjerumuskan rakyat kepada kesengsaraan dengan mengarahkan rakyat kepada Jokowi.

Sopir taksi itu benar-benar orisinil berpikirnya. Menggunakan dasar logika yang sangat sederhana  tidak berbelit. Dia bisa menganilis sosok Jokowi dengan lugas, dan sederhana yang menggambarkan pribadi Jokowi.  Sungguh sangat berbeda dengan para pengamat politik yang sangat berbelit.

Inilah obrolan dengan sopir taksi sepanjang jalan, hingga ke tujuan, rumah. Sopir taksi ‘Taxiku’ itu, sebut saja Nurdin. Dia menjadi sopir taksi sudah lebih dua puluh tahun.

“Bagaimana Pak pandangannya tentang Jokowi?”

Kemudian sopir taksi itu menjawab dengan memberikan analog:

“Bagaimana perasaan bapak, jika bapak sedang membangun rumah, belum selesai, kemudian tukang bapak yang diharapkan menyelesaikan bangunan rumah, tiba-tiba pergi?”

“Bagaimana perasaan bapak, jika bapak diajak pergi ke Bandung oleh temannya, kmudian sampai di Bandung, tiba-tiba teman bapak meninggalkan begitu saja?”

“Bagaimana perasaan bapak, seandainya putri bapak dinikahi seorang pria, baru satu tahun setengah, kemudian tiba-tiba suaminya meninggalkan istrinya, tanpa ada pemberitahuan kepada istrinya?”

“Bagaimana kalau bapak mendapatkan kepercayaan dan amanah rakyat kampung, dipilih menjaid ketua RT, kemudian bapak meninggalkannya begitu saja?”.

Jadi begitulah ungkapan penilaian sopir taksi Nurdin tentang Jokowi. Tidak amanah. Tidak jujur. Ambisius. Hanyalah mengikuti ambisinya. Sampai Nurdin mengatakan wajah Jokowi (maaf) tidak pantas menjadi presiden, ibaratnya Jokowi itu, seperti tukang bakso yang tiba-tiba kaya mendadak, sampai memakai peci saja miring, ujarnya.

Sopir taksi itu menyesalkan Jokowi yang begitu mudah meninggalkan rakyat yang memilihnya. Padahal, baru satu setengah tahun, belum melakukan apa-apa. “Jakarta belum pernah terjadi banjir begitu hebat pada masa periode gubernur DKI sebelumnya. Tapi, di masa Jokowi, Bunderan HI terendam, dan sebentar hujan Jakarta sudah banjir. "Sampai Jokowi dijuluki gubernur banjir", tukasnya.

Sopir taksi itu, menambahkan Jokowi yang berambisi menjadi presiden itu, harus berari ngaca, berapa ‘modal yang dimilikinya?”, tanya sopir taksi itu. Sungguh Jokowi hanyalah orang yang tidak memiliki ‘ora rumongso’ (tidak memiliki perasaan), dan berani berspekulasi dengan cara mengorbankan rakyat. "Saya tidak percaya Jokowi bisa memimpin Indonesia", tegas sopir taksi itu. (jj/voa-islam.com) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

14 komentar:

  1. blog muslim isinya kok menjelekan orang melulu.... imang orang islam di ajari begitu ya...?

    ReplyDelete
  2. yg bukin blog ini kok goblog nya minta ampun... semakin kau pojok an jokowi maka akan semakin di bela banyak orang... coba survey kedaerah. dengan adanya pemberitaan seperti ini, gimana efeknya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. jawiii....
      koqbedasamaucapannyamantansekdasolotuh....

      Delete
  3. Astagfirullah . . .
    kenapa ada artikel seperti ini?

    ReplyDelete
  4. Tetangga sebelah molai beraksi ... :D

    ReplyDelete
  5. Jgn bilang goblog,kayak dah pinter aja..itu kan pendapat supir taksi yang ada di jakarta dan di mintai pendapat tentang bapak jokowi yang berjanji akan memimpin jakarta selama 5 tahun,

    ReplyDelete
  6. Yg blg goblog tu gak ngerti alias lebih parah goblognya. Kan judulnya jelas, obrolan supir taksi di jakarta ttg jokowi. Ya suka2 si supir taksi la maa ngomong apa

    ReplyDelete
  7. Saya sependapat dg si sopir intinya Jokowi kemaruk jabatan dan munafik.

    ReplyDelete
  8. Pendukung jokowew saya lihat rata-rata orang temperament semua ya? hahaha..!! cemen. masih labil mungkin. :P

    ReplyDelete
  9. pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/06/269590852/Ini-Penghargaan-untuk-Kota-Solo-di-Masa-Jokowi

    ReplyDelete
  10. Dalam Islam ada ghibah yg diperbolehkan slama itu mengingatkan ummat

    ReplyDelete
  11. mas iwan tolong dibaca baik baik sumpah gubernur :
    Demi Allah saya bersumpah/saya berjanji. Akan memenuhi kewajiban saya, sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya, dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa. Semoga Tuhan menolong saya
    Di naskah itu tidak ada satupun kalimat yang menyatakan seorang kepala daerah bersumpah melaksanakan jabatannya sampai akhir masa dinas atau selama 5 tahun penuh,
    jangan membuat blog yang isinya berpengaruh ke agama islam ,
    klo mas iwan emg pro ke pihak satunya ya silakan coblos tetapi tidak usah mencoreng nama baik isalam terimakasih :)

    ReplyDelete
  12. Aq yg terpenting. Prabowo harus menang...

    ReplyDelete
  13. anies baswedan pernah mengatakan" sikap dan perilaku pendukung adalah cerminan sikap perilaku yang di dukung", dua capres berbeda dan yang dukung juga berbeda yang satu kyai yang pro islam dan satunya lagi anti islam

    ReplyDelete