Usai Reshuffle Militer, Erdogan Isyaratkan Operasi Melawan Kurdi di Suriah


Ankara- Jajaran elit militer Turki baru saja mengalami pergantian jabatan dalam beberapa hari terakhir. Meskipun terjadi reshuffle pada sejumlah jabatan inti, namun fokus mereka tidak banyak berubah, yaitu memerangi Kurdi. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin (07/08) kemarin mengatakan bahwa agresi militer terhadap Kurdi di Suriah bisa saja dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

Sementara pasukan Turki yang berada di Suriah dilaporkan terlibat kontak senjata dengan milisi Kurdi YPG selama beberapa pekan terakhir. Dalam sejumlah pernyataannya di akhir pekan lalu, Erdogan menekankan bahwa Turki tidak akan pernah membiarkan organisasi separatis terus aktif dan meraih kemajuan baik di Suriah maupun di Iraq.

“Kami tahu, jika rawanya tidak kita keringkan, maka kita tidak bisa mengusir lalatnya”, kata Erdogan. Dengan semakin kuatnya komitmen YPG untuk memerangi kelompok ISIS di Raqqah, maka Turki semakin punya alasan untuk menekan milisi Kurdi tersebut. Dan tentu saja, Erdogan tahu persis bahwa langkahnya itu akan berkonskuensi merusak agenda invasi Kurdi ke Raqqah yang didukung AS.

Keprihatinan atas situasi ini telah mendorong AS terkait kebijakan luar negerinya di Suriah untuk sebisa mungkin menenangkan pihak Turki. Posisi pasukan AS di Suriah saat ini akan membuat setiap aksi militer Turki menjadi semakin rumit dengan risiko saling berhadap-hadapan antara pasukan kedua negara anggota NATO tersebut. Hingga saat ini, kedua pihak Washington dan Ankara masih meyakini barangkali perang memang tidak bisa dihindari. Dan, Amerika hanya berusaha mengulur waktu supaya perang tersebut bisa ditunda agak lama.

Kiblat DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment