Rakyat Turki Tuntut Permintaan Maaf Pakar Perancis Tentang Erdogan


Rakyat Turki menuntut permintaan maaf secara resmi profesor dan mantan diplomat Perancis Moreau Defarges atas pernyataannya yang kontroversial tentang pembunuhan Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai cara untuk menyingkirkannya.

Defarges membuat pernyataan tersebut dalam diskusi tentang referendum 16 April dalam program BFM Business di sebuah stasiun TV Perancis.

Pakar Perancis yang bekerja di Institut Hubungan Internasional Perancis menyatakan bahwa perang sipil menjadi cara lain untuk memecah “kebekuan” di Turki.

Dia juga membenarkan pernyataannya tentang pembunuhan dengan mengatakan bahwa langkah tersebut sudah biasa dilakukan dalam sejarah selama berabad-abad.

Defarges juga mengatakan bahwa Turki tidak akan menjadi anggota Uni Eropa karena tidak akan diterima anggota Uni Eropa lainnya.

Banyak warga Turki yang tinggal di Perancis juga menuntut permintaan maaf dari lembaga think tank yang menaungi Defarge dan stasiun TV yang menyiarkan acara tersebut.

Beberapa pengaduan juga disampaikan kepada Dewan Tinggi TV dan Radio Perancis.

Defarge Minta Maaf

Defarge kemudian minta maaf kepada mereka yang tersinggung karena pernyataannya yang menyarankan pembunuhan Presiden Recep Tayyip Erdogan, namun menolak minta maaf karena mengatakan presiden seharusnya dibunuh.

Permintaan maaf tersebut disampaikan pada Ahad setelah banyak dikritik di sosial media dan beberapa pengaduan disampaikan di Dewan Tinggi TV dan Radio Perancis.

“Pada Sabtu, 22 April, saya diundang dalam acara “7 Days in the World (BFM Business) untuk mendiskusikan pandangan saya tentang situasi di Turki. Beberapa pernyataan saya tidak tepat dan disalahpahami”, ungkap Defarge dalam twit-nya.

Oleh karena itu, Defarges menyatakan permintaan maafnya karena menyinggung banyak orang dalam pernyataannya, namun bukan karena mengatakan Erdogan seharusnya dibunuh.

“Saya ingin menyatakan permintaan maaf yang mendalam dan tulus kepada orang dan kelompok yang saya singgung. Kata-kata saya tidak ada kaitannya dengan IFRI dan merupakan pernyataan pribadi,” twitnya.

Jurnalis senior di TV  TRT Turki Köksal Akpınar mengecam keras pernyataan mantan diplomat tersebut dalam twitnya,” Apa yang dikatakan Philliper Moreau Defarges adalah pernyataan bodoh, menjijikkan, jahat dan sangat menghina,” tukasnya.

Sementara itu, Gülnur Aybet, penasehat senior Presiden Erdogan menuntut Defarges meminta maaf dan lembaga think tank IFRI untuk memecat mantan diplomat Perancis. 

“Apa yang terjadi jika ada mantan diplomat dan peneliti senior di lembaga think tank menyerukan pembunuhan presiden Perancis?”, tanyanya.

Cavit Bircan, rektor Universitas Adnan Menderes juga mengecam keras pernyataan Defarges. “Pertama Rubin, kini Profesor Defarges menggunakan kebebasan menyatakan pendapat dengan menyerukan pembuhan Erdogan sebagai satu-satunya solusi. Apakah ini pernyataan orang yang beradab?” twitnya. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment