Erdogan: Kami Tak Akan Biarkan Negera Kurdi Berdiri di Suriah Utara


Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji membalas setiap bom yang ditembakkan dari wilayah Kurdi di Suriah menargetkan daerah Turki. Ia juga menegaskan tidak akan membiarkan negara Kurdi berdiri di Suriah utara.

Dalam sebuah pidato di pertemuan kedelapan Dewan Atlantik untuk Energi dan ekonomi pada Jumat (27/04), Erdogan mengatakan bahwa dua hari lalu perbatasan Turki dihantam dua mortir. Turki tidak mungkin diam dan menggunakan hak untuk membalas serangan tersebut.

Erdogan menambahkan bahwa Partai Unit Perlindungan Kurdi Suriah masih berada di sepanjang wilayah Suriah utara hingga barat sungai Efrat. Mereka harus diusir dari wilayah tersebut.

“Kami akan mengambil tindakan apapun asalkan ancaman terus terjadi … kita tidak akan membiarkan terbentuknya koridor teroris di perbatasan selatan kami,” tegas Erdogan.

“Kami tidak akan membiarkan berdirinya negara (Kurdi) di utara Suriah. Kami tidak akan mengizinkan organisasi bodoh mendirikan negara. Kami mendukung kesatuan wilayah Suriah, kami tidak akan membiarkan Suriah terbagi,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan bahwa termasuk kesalahan memfokuskan upaya-upaya militer di Suriah hanya menargetkan ISIS. Sementara itu, kelompok-kelompok teror lainnya semakin kuat.

Presiden Turki mengatakan bahwa dukungan Amerika Serikat terhadap milisi Kurdi di wilayah Suriah merugikan semangat solidaritas antara Washington dan Ankara. Namun hubungan tersebut menyaksikan babak baru di era Presiden Donald Trump.

Dia menggambarkan, yang dilakukan Presiden Suriah Bashar al-Assad adalah terorisme negara. Jika langkah-langkah yang diperlukan sudah dilakukan sejak awal, juataan nyawa warga Suriah tidak melayang. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment