Usut Aktor Aksi Anak Teriak 'Bunuh Ahok', DPR Nilai Polisi Tak Adil


Polda Metro Jaya akan mengusut aktor di balik aksi anak-anak yang bernyanyi ‘bunuh si Ahok’ saat pawai obor warga menyambut bulan Ramadan di satu kawasan di Jakarta, Rabu (24/5) lalu.

Menangapi hal ini, Wakil Komisi VIII DPR Sodik Mujahid menilai, pihak kepolisian terkesan tidak adil dalam proses penegakan hukum. Pasalnya, jika ada kasus di mana umat Islam jadi korban maka dibiarkan atau sangat lambat ditangani. Jika ummt Islam diduga jadi pelaku maka dengan sangat sigap diusut.

"Ini sangat membahayakan karena akan menghambat proses rekonsiliasi dengan persatuan yang sedsng kita rajut kembali pasca kasus penistaan dan pasca Pilkada DKI," kata Sodik saat dihubungi TeropongSenayan, Sabtu (27/5/2017).

Juru bicara Partai Gerindra ini heran dengan sikap aparat kepolisian.

"Sikap tersebut nyata-nyata melanggar misi utama polisi sebagai bhayangkara negara. Sikap tersebut dengan sengaja mengundang antipati kepada kepolisian, bukan saja dari umat Islam akan tetapi dari semua elemen masyarakat manapun yang terpelajar," ucapnya.

Sodik menduga sikap aneh pihak kepolisian itu merupakan perintah penguasa yang segaja menekan dan memancing umat Islam. Tujuannya, agar orang muslim bereaksi dan mempunyai alasan untuk melakukan tindakan refresif kepada umat Islam

"Saya tidak percaya atau ragu dengan teori ini tapi jika ini terjadi maka yang akan rugi adalah bangsa Indonesia," tandasnya.

Sebelumnya, beredar Video di media sosial dan saat yang bersamaan terjadi ledakan bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Dalam video itu anak-anak berteriak dan bernyanyi dengan kalimat yang mengandung kekerasan. Mereka menyanyikan: “bunuh, bunuh si Ahok sekarang juga”.

Dalam video yang diambil pada malam hari itu tampak anak-anak dan orang dewasa berpakaian serba putih berpawai membawa bendera dan obor.

Polda Metro Jaya akan menyelidiki video anak-anak yang bernyanyi ‘bunuh si Ahok' saat pawai obor warga menyambut bulan Ramadan di satu kawasan di Jakarta, Rabu (24/5) lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, polisi akan menyelidiki apakah ada pihak yang menyuruh anak-anak menyerukan kata yang kurang pantas itu. [opinibangsa.id / tsc] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment