Telak! Niat Hati Mau Pamer Bhinneka dan Pancasila, Ketum PSI Malah Dapat Wejangan Dari Sesepuh Katolik


Pasca vonis Ahok, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie terlibat dalam aksi yang digelar pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Tugu Proklamasi, Pegangsaan, Jakarta, Rabu, 10 Mei 2017. Dalam kesempatan itu, mantan jurnalis dan news anchor di sebuah tv swasta ini menggagas penghapusan pasal penodaan agama.

"Kami tidak intervensi proses hukum. Proses hukum mekanismenya harus dilalui. Tapi putusan hakim melukai rasa keadilan," kata Grace saat ditemui di sela aksi solidaritas yang diselenggarakan di Tugu Proklamasi.

Grace mengatakan vonis dua tahun penjara kepada Ahok atas kasus penistaan agama merupakan sebuah preseden buruk. Dengan contoh kasus tersebut, siapa pun bisa terkena oleh pasal karet itu akibat kepentingan politik.

"Kami menuntut pasal penodaan agama dihapuskan," ujarnya saat itu.

Hari ini, Grace Natalie kembali berkicau di media sosial melalui akun twitternya @grace_nat.


kami semua berbeda. pengikatnya Bhinneka Tunggal Ika. jangan coba2 kau koyak Pancasila. you know who you are #solidaritas #IndonesiaBangkit pic.twitter.com/5uC0t2knhN
— grace natalie (@grace_nat) May 20, 2017


Cuitan bernada provokatif ini akhirnya membuat seorang netizen senior, seorang penganut Katolik taat bernama Antonius Boediono berkomentar.


Nih cerdas 👇dibaca #hening cc @grace_nat https://t.co/1wHB1reSlQ
— MARISSA ❤ DANIEL (@asboediono) May 21, 2017



Yang percaya Tuhan pasti mampu memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila, yang paham Pancasila pasti percaya kepada Tuhan #hening
— MARISSA ❤ DANIEL (@asboediono) May 21, 2017



fanatik boleh tetapi jangan jadi #Bego Bego boleh tapi jangan jadi Gila, Gila boleh asal jangan Kegilaan #hening
— MARISSA ❤ DANIEL (@asboediono) May 20, 2017


2017 Lebih lanjut, pengusaha asal Yogyakarta ini juga berkata bahwa Gereja Katolik TIDAK PERNAH merasa menjadi korban atas penganiyaan kebencian agama maupun ras.

Mbak & Mas saya beritahu, gereja Katolik tidak pernah merasa menjadi korban penganiayaan #Persecution sebelum dan sesudah Vonis Ahok #hening
— MARISSA ❤ DANIEL (@asboediono) May 20, 2017


saya justru menghargai proses Hukum daripada pembentukan opini seperti yang kalian lakukan, Gereja Katolik selalu berpegang Hukum #hening
— MARISSA ❤ DANIEL (@asboediono) May 20, 2017


Nih mbak @grace_nat dibaca lagi ya supaya pinter https://t.co/kK98miBcSx
— MARISSA ❤ DANIEL (@asboediono) May 21, 2017


Mbak @grace_nat ini dibaca lagi ya supaya Pintar dan Cerdas cc Mas @hjatnika @singgih_always 👇 https://t.co/jZC4mCXbHx
— MARISSA ❤ DANIEL (@asboediono) May 21, 2017


nih mbak @grace_nat tolong dipahami mereka merawat Pancasila didalam hatinya bukan sekedar cuap-cuap seperti orang kesurupan 👇 https://t.co/upZ4m7rtBi
— MARISSA ❤ DANIEL (@asboediono) May 21, 2017


Nih mbak @grace_nat kata koentjinya #Perilaku bukan Agama atau Kesukuan Pancasila itu panduan Perilaku bangsa #Indonesia sebelum kamu lahir https://t.co/eafhcTjXYK
— MARISSA ❤ DANIEL (@asboediono) May 21, 2017

[opinibangsa.id / pi] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment