Kata Aktivis Gay: Saya akan Berjuang hingga Perkawinan Sejenis Dilegalkan


Pekan depan, tepatnya pada Rabu (31/5/2017), Chi Chia Wei (59) akan segera mendengar putusan hakim atas gugatan perkawinan sejenis yang diajukannya sejak dua tahun lalu.
Jika gugatan ini diterima, maka Taiwan merupakan negara pertama di Asia yang melegalkan perkawinan sejenis.

Dilansir The Guardian, Senin (22/5/2017), aktivis gay itu dikenal karena kasus hukumnya yang paling kontroversial, yakni ia meminta agar hakim menyatakan bahwa perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita tidak konstitusional.

Nantinya, keputusan pengadilan konstitusi tidak hanya akan menentukan keberhasilan atau kegagalan rancangan undang-undang parlementer baru untuk mengenalkan persamaan perkawinan, namun dapat memperkuat reputasi Taiwan sebagai paham liberalisme atas LGBT.

“Jika ini tidak berhasil, saya akan terus berjuang untuk rakyat, dan untuk hak asasi manusia,” katanya dalam sebuah wawancara dengan The Guardian.

Namun demikian, ia berharap, suatu hari nanti perjuangannya akan dimenangkan oleh pengadilan. “Saya tidak ingin melihat ada lagi orang bunuh diri karena tidak memiliki persamaan perkawinan,” imbuhnya.

Kasus perkawinan sejenis ini kerap menuai polemik di Taiwan. Saat itu. ketika Partai Progresif Demokratik pimpinan Presiden Tsai Ing-wen mengeluarkan draft RUU pertama untuk melegalkan perkawinan sejenis pada bulan Desember, partai tersebut mendapat reaksi keras dari masyarakat.

“Jika pengadilan memutuskan dengan jelas untuk mendukung pernikahan sesama jenis dan Presiden Tsai menawarkan dukungan tegasnya, partai tersebut akan memberanikan anggota legislatif yang goyah untuk memilih undang-undang baru tersebut,” kata anggota parlemen Yu Mei-nu.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja China, Pastor Otfried Chan, yakin pengadilan akan mendukung perkawinan sejenis.

“Untuk mengesahkan pernikahan berarti kode sipil dan konstitusi Taiwan harus mengatakan bahwa orang (gay) adalah orang sehingga jika hukum bisa diubah, komunitas gay Taiwan akan memiliki hak asasi manusia,” pungkasnya.
kriminalitas DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment